HOME << KATEGORI : Daerah

18 Keluarga Tidak Bisa Memberikan Suara Dalam Pilkades Laden, Ada Apa?

18 Keluarga Tidak Bisa Memberikan Suara Dalam Pilkades Laden, Ada Apa?
foto 18 Keluarga Tidak Bisa Memberikan Suara Dalam Pilkades Laden, Ada Apa?

 

Pamekasan, Sekialsmedia.com – Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Desa Laden Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan Di sinyalir ada permainan, Pasalnya ada 18 Kartu Keluarga (KK) tidak di data oleh panitia. Achmad Mochtar salah satu kepala keluarga yang tidak ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Desa Laden 2019-2025.

 

Mochtar menjelaskan, meskipun sudah tiga tahun lebih berada di desa laden dan sudah berdomisili di sana di buktikan dengan adanya Kartu Keluarga (KK) bahkan dia sudah masuk DPT saat pemilihan umum (Pemilu) 2019 namun pada pilkades laden kali ini dia tidak masuk dalam DPT.

 

“saya di laden ini sudah tiga tahun lebih dan tiap kali ada pemilihan mulai dari pemilihan Legislatif, Pemilihan Bupati Bahkan Pemilihan Presiden saya sudah mencoblos mas, tapi kenapa pada pilkades ini kok tidak masuk?”. Ungkapnya kecewa.

 

Tahu bahwa dirinya dan keluarganya tidak bisa memilih, dia menemui panitia dengan harapan bisa memberikan suaranya, namun panitia tetap tidak mau menerima dia sebagai daftar pemilih.

 

Syafiul mengatakan “saya tidak bisa memasukkan anda karena DPT yang ada sekarang ini sudah disetujui dan ditanda tangani semua pihak dengan bukti penanda tanganan DPT ini, jadi saya selaku panitia hanya bisa minta maaf bahwa anda tidak bisa memilih karena anda sudah tidak masuk di DPT yang sudah di tanda tangani ini”. Terangnya.

 

Lebih lanjut ketua panitia mengakui bahwa sebenarnya tidak mengecek satu persatu terkait DPT. “untuk masalah DPT ini mas, saya sudah pasrahkan sepenuhnya kepada pencacah, saksi dan para calon bahkan RT/RW kami libatkan yang saya cek itu hanya tanggal lahir saja” ungkapnya.

Baca Juga :   Kenia Khairunnisa Mahendra Bayangkan Persija Punya Tim Wanita

 

Mochtar menyayangkan kinerja pencacah yang hanya ambil enaknya saja. “seharusnya pihak panitia itu cari petugas pencacah yang punya etos kerja yang tinggi, masak hanya gara-gara saya kalau siang tidak ada di rumah kemudian tidak dimasukkan DPT, gak bisa siang ya malam dong, buat apa mereka dibayar mahal kalau Cuma ambil enaknya saja”. Ungkapnya pasrah.

 

Masih kata Mochtar “Saya akan tetap membawa masalah ini ke jalur hukum, karena saya sudah beri’tikad baik datang ke panitia, namun panitia hanya menceramahi saya dengan jalan buntu”. Pungkasnya dengan nada geram. (Bejo)

Telah dibaca : 44 kali.