Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Tak Berkategori

Senin, 8 Januari 2018 - 10:02 WIB

Api Dalam Sekam Pilwali Moker, ANTAR PARPOL CAWALI SALING INCAR

Andy Soebjakto Molanggano

                        Akmal Boedianto

Reporter: tim dan Akmal Yuda
Editor: Siswahyu

MOJOKERTO (Sekilasmedia.com) Waktu telah berlalu berbulan kemarin ketika OTT KPK terhadap tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto, Purnomo (PDIP/ketua DPRD), Abdullah Fanani (PKB/ Waket DPRD), Umar Faruq (PAN/ Waket DPRD). Tapi suasana terus api dalam sekam?

*PARPOL BESAR TERDAMPAK OTT KPK*
Efek dan akibat OTT KPK masih terus bergulir hingga kini, apalagi antar partai politik yang akan maju dalam Pilwali Mojokerto sudah mulai saling tahu indikasi siapa saja yang terlibat mendorong KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan.

Nilai nominal OTT di Kota Mojokerto sangat minim, namun menghebohkan, padahal banyak kabupaten/kota lain yang nilai korupsinya besar namun belum kena OTT.

*WARGA ANTI CAWALI TERTENTU?*
Terdengar suara sumbang dari seputaran warga Kota Moker, dengan adanya OTT yang diduga diboncengi kepentingan politik kelas tinggi diantaranya menjatuhkan incumbent.

Hingga diduga bisa menjadikan warga antipati terhadap Cawali tertentu yang dinilai terlalu menghalalkan segala cara?

*INCUMBENT TAK CAWALI LAGI?*
Kini, Walikota Moker KH.Mas’ud Yunus (PDIP) incumbent terkuat tak akan maju lagi dalam Pilwali Moker Juni 2018? Efek dari OTT KPK. Begitupun Suyitno Wakil Walikota incumbent yang masuk ke Golkar.

Kini yang tampak akan muncul didominasi wajah baru, dan bukan ‘incumbent’ di eksekutif maupun ‘legislatif’ setempat.

*YANG LAMA TIARAP*
Eksekutif dan Legislatif tiarap? Terutama beberapa partai besar yang ‘terbidik’ seperti PDIP yang memiliki 6 kursi, lalu PAN dengan 4 kursinya, kemudian PKB yang memiliki 3 kursi.

Jika tiga parpol itu mendapat efek buruk terbesar dari OTT KPK tersebut, harusnya tiga parpol itu berkoalisi menghadapi Pilwali Moker Juni 2018.

*HARUSNYA PDIP-PKB-PAN KOALISI*
Namun kecenderungannya PDIP, PKB, PAN malah tidak koalisi, dan terindikasi mengusung cawali-cawawali berbeda.

Misal, PDIP akan mengusung Akmal Boedianto orangnya Gubernur Jatim Soekarwo berpasangan Rambo Garudo (putra Komjen Anang Iskandar?, red.). Mengarah koalisi dengan Demokrat yang memiliki 2 kursi.

*PAN-PKS WARSITO-MOELJADI*
PAN 4 kursi koalisi dengan PKS yang memiliki 2 kursi mengusung Warsito-Moeljadi.

Kemudian PKB dengan 3 kursi kemungkinan berkoalisi dengan PPP yang memiliki 2 kursi mengusung Andy Soebjakto Molanggano – Gugus, meskipun masih sangat mungkin berubah.

“Sangat disayangkan, PDIP-PAN-PKB yang terkena dampak terbesar OTT KPK kok tidak koalisi,” kata R.Tri Harsono pemerhati masalah sosial politik Jatim.

Peta-peta politik yang berubah drastis.

*ITA-RIZAL GERINDRA-GOLKAR*
Sedangkan Ika Puspitasari (Ita) – Ahmad Rizal Zakariah diusung Golkar yang memiliki 3 kursi koalisi dengan Gerindra yang juga memiliki 3 kursi.

“Hari ini rekomendasi Gerindra dalam perjalanan,” kata Mochammad Saad ketua Tim Pemenangan Ika Puspitasari (Ita) – Ahmad Rizal Zakariah. Ita-Rizal diusung Golkar yang memiliki 3 kursi plus Gerindra yang juga memiliki 3 kursi.

Sebelum itu ketua Tim pemenangan sempat dipegang Wibisono yang menggantikan Agus Basuki. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926

Share :

Baca Juga

TENTARAKU

Babinsa 0814/17 Wonosalam Serka Sari Melaksanakan Pendampingan Vaksinasi Lansia Tahap I

TENTARAKU

Asyiknya Menuju ke Sekolah Lewati Jalan Baru Hasil TMMD Tapsel

Daerah

Bupati Asahan Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2023

TENTARAKU

Babinsa Memberikan Materi Tangkal Kenakalan Remaja di SMA Wahid Hasyim Gudo 

TENTARAKU

Babinsa Koramil 03/Tembelang Berikan Materi Wasbang Pada Pelajar Sekolah

Daerah

Ubah Stigma di Masyarakat, IODI Sumsel Terus Perfom Di Sejumlah Mall Palembang

Daerah

Samwil Apresiasi Respon Pemprov Jatim Ke Korban Gempa Bawean

TENTARAKU

Pasi Intel Kodim 0815 Mojokerto Bekali Bela Negara Peserta Suskalak