Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Nasional

Kamis, 1 Februari 2018 - 15:25 WIB

Terkait Pengembangan Kasus OTT, KPK Juga Periksa Menantu Walikota Mojokerto

Mojokerto (Sekilasmedia Com) Dalam pengembangan kasus OTT KPK di Mojokerto yang menyeret Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto sebagai tersangka, Komisi pemberantasan  Korupsi (KPK) kembali memanggil dua saksi.

Dua saksi yang dipanggil adalah Moch Zamroni, staf di DPRD kota Mojokerto dan Lukman Sugiharto Wijaya, pihak swasta yang juga sebagai menantu Walikota Mas’ud Yunus.

Juru bicara KPK Febri diansyah mengatakan, dua saksi yang dipanggil KPK pada Kamis hari ini (01/02) sebagai saksi tersangka MY, “keduanya sebagai saksi,” katanya singkat.

Tetapi, Febri tidak menjelaskan apa kaitannya kedua saksi ini dalam pengembangan kasus OTT KPK di Mojokerto yang menyeret tersangka MY, sebagai tersangka kelima.

Sementara informasi sumber  menyebutkan, Lukman menantu Mas’ud Yunus ini diduga sering terlibat dalam beberapa urusan proyek di Kota Mojokerto, nama Lukman tidak asing bagi kalangan kontraktor.

Seperti diketahui, Hingga saat ini KPK masih melengkapi pemberkasan tersangka MY, walikota Mojokerto. KPK sudah memeriksa sekitar 50 saksi dari kalangan DPRD, Pejabat Pemkot dan pihak swasta.

Tersangka MY tidak ditahan, melainkan hanya dicekal oleh KPK dengan penarikan sementara paspor miliknya oleh imigrasi. MY disangka sebagai pemberi suap dan melanggar pasal 5 ayat (1), atau pasal 13 UU no 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(wo/put)

Share :

Baca Juga

Nasional

Komandan KKB Wilayah Kosiwo Mantapkan Diri Kembali ke NKRI

Nasional

Kapolri Harap Sinergi dengan Mahasiswa untuk Akselerasi Vaksinasi Terus Berlanjut  

Nasional

OTT Bupati Nganjuk, Bukti Sinergitas KPK dan Polri yang Pertama Kali

Nasional

Resmikan Tim Patroli Perintis Presisi, Kapolri: Beri Rasa Aman Masyarakat

Nasional

Ribuan Kader, Bukti Totalitas La Nyalla Dukung Jokowi – Ma’ruf

Daerah

Wapres Prof KH Ma’ruf Amin Dukung Penuh Satgas Mafia Bola: Tindak Tegas Sampai Ke Akar-Akarnya

Nasional

Bicara Gender di IAWP, Kapolri: Polwan di Indonesia Sudah Jadi Jenderal dan Duduki Posisi Risiko Tinggi

Nasional

Massa Tuntut Presiden Jokowi Anulir Pemberian Remisi