Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Uncategorized

Senin, 12 Februari 2018 - 23:48 WIB

Pemerintah Harus Lebih Care Saat Anak U-15, BUKAN MAU MATENGNYA TAPI TAK HARGAI BIBIT

                Menpora dan Ahmad Zein Nur Alif
SURABAYA (sekilasmedia.com) Meskipun telah memasuki Era Reformasi yang dimulai sejak Mei 1998, hingga memasuki tahun 2018 kini dalam berbagai hal Indonesia belum ada perubahan hasil yang signifikan diantaranya olahraga termasuk sepakbola.

*TANGGUNG JAWAB KURANG PRO PESEPAKBOLA ANAK-REMAJA*
Perubahan yang kurang signifikan untuk maju itu diantaranya terkait porsi kurang care-nya pemerintah dan organ terkait yang seperti kurang bertanggung-jawab untuk pro pesepakbola anak dan remaja yang dalam usia transisi.

Hal tersebut diungkap R.Tri Harsono dari Forum Peduli Indonesia Kerakyatan, FPI-K dalam diskusi terbatas di Surabaya, Pro Pesepakbola Anak Dan Remaja.

*MASA TRANSISI ANAK-REMAJA BANYAK YANG HILANG*
“Dengan kurang bertanggung-jawabnya pemerintah dan organ terkait, saat anak-anak transisi usia 14-15 dan keatasnya, banyak yang hilang dan tidak aktif bersepakbola karena lemahnya dukungan,” tambah R.Tri Harsono.

Menurut R.Tri Harsono, sejak anak-anak kecil hingga jelang remaja itu kebanyakan pendanaan bertumpu pada wali murid. Harusnya pemerintah dan pihak terkait menghargai pengorbanan wali murid bersama pelatih dan pihak Sekolah Sepakbola atau SSB.

*LEBIH PARAH ADANYA MAFIA DAN PEMBIARAN*
Pengorbanan wali murid bersama pelatih dan SSB yang kurang dihargai oleh pemerintah dan organ terkait, diperparah dengan adanya mafia yang juga bermaksud mempermainkan sepakbola anak dan remaja. Dan seperti ada pembiaran pada mafia?

Seperti yang juga pernah diungkapkan Boaz Salossa pesepakbola Timnas Indonesia, bahwa sepakbola Indonesia tidak akan maju selama mafia tidak dibersihkan.

*SSB POTENSIAL PERLU PULA DIPERHATIKAN*
Lolosnya anak-anak Usia 15 ke dalam Timnas Pelajar Indonesia maupun Kelompok Usia lain, atau anak-anak yang potensial dikembangkan, harusnya mendapat ‘pengawalan’ lebih oleh pemerintah misal oleh pihak Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi.

Begitupun ‘SSB-SSB’ yang potensial menghasilkan pesepakbola anak-remaja perlu mendapatkan perhatian lebih dari Menpora dan organ terkait.

*UNTUNGLAH MENPORA KIAN PEDULI*
SSB Bromo FC bersama Metro Citi dkk misalnya, telah menghasilkan sejumlah pesepakbola anak dan remaja untuk Timnas Indonesia diantaranya Hussein dan Toni serta Ahmad Zein Nur Alif atau Alif yang sempat bertemu Menpora Imam Nahrawi saat memperkuat Timnas Pelajar U-15 tahun 2017. Husein, Toni, Alif dsj termasuk yang perlu mendapat perhatian lebih jauh.

Bromo FC pun kian menunjukkan greget ketika dipercaya membentuk tim Bhayangkara FC U-15. Dan tahun ini dipercaya membentuk tim U-14, U-15 dan U-17. Disisi lain Menpora Imam Nahrawi juga kian menunjukkan kepedulian. Diharapkan kian erat bersambung. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Danramil 0814/07 Kabuh Hadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor Kecamatan Kabuh

Uncategorized

LAGİ, Plt. BUPATİ BERBUKA PUASA DENGAN ANAK YATİM.

Uncategorized

Bupati Bersama Forkompimda , Sholat Idul Fitri Di Masjid Agung Ar-Raudlah

Daerah

Polresta Sidoarjo Solat Berjamaah Di Masjid Tarik

TENTARAKU

Prajurit Kodim 0814 /Jombang Asah Kemampuan Menembak

Uncategorized

Pemkot Mojokerto Apresiasi Atlet Voli Pantai Nasional Sekda Harlistyati Serahkan Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan Kepada Bintang Akbar

Daerah

Untuk Masyarakat Isoman, Forkopimda Jatim resmikan Stasiun Isi Ulang Oksigen Gratis

Uncategorized

Berbagi Kebahagiaan, Bupati Ikfina Gelar Buka Bersama Dan Bagi Santunan Dengan Anak Yatim