Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Olahraga

Kamis, 22 Februari 2018 - 10:48 WIB

3 ATLET BADMINTON SIDOARJO DI LARANG BERTANDING 2 TAHUN.

SIDOARJO ( Sekilasmedia )
Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Indonsia (PBSI) Jawa Timur menjatuhkan saksi kepada atlet yang melakukan pencurian umur. 3 diantaranya atlet dari Kabupaten Sidoarjo dan 1 dari Kabupaten Kediri.

Langkah tegas tersebut sejalan dengan Pengurus Pusat PBSI yang sudah berupaya meningkatkan kualitas proses pembinaan atlet sejak dini. Salah satunya dengan fokus membenahi dan pemberantasan praktek pencurian umur yang dilakukan dengan memanipulasi data kelahiran atlet.

Pemberian sangsi dilakuln pada hari selasa (20/2/2018) bertempat, kantor pengprov Jatim di Surabaya, diputuskan ada 4 atlet Badminton Jawa Timur yang dijatuhi hukuman minimal 2 tahun tidak boleh berkecimpung di olah raga yang sering kali membawa harum nama Indonesia di kanca Internasional.
kata Joko Purnomo anggota tim keabsahan Pengprov PBSI Jatim saat dikonfirmasi melalui handphone pribadinya.

Dalam rapat verifikasi keabsahan data atlet yang ini dihadiri Ketua dan Wakil PBSI Pengprov Jatim Wijarnarko Adi Mulya dan Rudi, serta empat. Dan Memutuskan 4 atlet Jawa Timur, setelah dilakukan verifikasi positif pemalsuan data kelahiran. Keempat atlet tersebut antara lain. Muhammad Nur Solihudin, Puput Fitria Andriyanti, Alfin Akmal Nasrulloh dari Sidoarjo dan Anggi Vebi Saprilia dari Kediri. Ke empat atlet tersebut sering kali menjuarai turnament di tingkat Kabupaten ataupun Provinsi dengan berbekal data palsu.

Sedangkan Di jatim sendiri ada 3000 atlet Badminton, sementara itu ada dugaan 50 atlet bermasalah melakukan ( pencurian umur).

Untuk melindungi 3000 atlet yang bersih kita tangkap atlet yang nakal. Untuk memberikan keadilan pada atelt Badminton yang mayoritas jujur tidak mencuri umur. Maka pengprov PBSI Jatim menjatuhkan saksi skorsing sesuai AD/ART PBSI dan sesuai dengan peraturan keabsahan PBSI,” pungkasnya Joko Purnomo .

Masih kata joko purnomo . Dari data yang diperoleh memang benar ada sekitar 50 lebih atlet yang mendapat tanda merah atau diindikasi melakukan pencurian umur dan juga ada atlet yang mendapat tanda kuning yang berarti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut masih dalam dugaan pencurian umur.

Kalau ini di biarkan Mau jadi apa generasi masa depan atlet badminton Indonesia bila sejak dini sudah terlibat dalam tindakan tak terpuji ini…? Padahal phak klub sudah melakukan warning kepada atletnya jika melakukan pemalsuan data akan diberikan saksi uang hingga puluhan juta rupiah dan saksi pidana sesuai pasal 263 KHUP dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun penjara.” Pungkasnya ( yun/ sud )

Share :

Baca Juga

Olahraga

Kandaskan Sekutu FC, Tim Commando FC Melenggang Ke-16 Besar

Olahraga

Buntut Sanksi PSMP, Ratusan Supporter PSMP Geruduk Kantor KONI Mojokerto

Olahraga

LPI Banten Sosialisasi Dilanjut TM 23 Februari, START PERTEMPURAN AKAN SERU

Daerah

Bhayangkara FC Junior Pertajam Skuad Usai Dari FC Tokyo Jepang, COACH SETIAWAN-KOMPOL AGUS: DENGAN IBADAH DAN PATUHI ORANGTUA

Olahraga

Reuni Bhayangkara FC U14-U15 Dan U16 Elite Pro Sukses, Dihadiri Pemilik IM Semarang.

Olahraga

Porprov Jatim, Kota Mojokerto Bakal Jadi Tuan Rumah 10 Cabor

Olahraga

Yudha-Akmal-Resa-Opang-Wisnu-Roziq-Denis-Daffa Dkk Para Anak SMP Berprestasi Perkuat Bhayangkara FC U14, RAIH JUARA 1 MENPORA U14 ZONA SIDOARJO SEBAGAI HADIAH HUT BHAYANGKARA KEPOLISIAN NASIONAL HINGGA DIIKUTKAN LAUNCHING RESMI TIM BHAYANGKARA FC U14

Olahraga

Eksekutor Penalti PSMP Mojokerto Segera Dipanggil Komdis PSSI