Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Jumat, 2 Maret 2018 - 05:13 WIB

Menteri Srimulyani Hadir di Banyuwangi, Mencermati Tata Kelola Pemerintahan.

Banyuwangi -( Sekilasmedia. Com),  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) “berselancar” mencermati tata kelola pemerintahan Kabupaten Banyuwangi saat berkunjung ke daerah tersebut, Kamis (1/3/2018). SMI menjelajahi tata kelola Banyuwangi yang dipaparkan gamblang di Lounge Pelayanan Publik milik pemerintah daerah.

Sri Mulyani tampak memencet sejumlah tombol di layar komputer yang disediakan bagi pengunjung yang ingin tahu tentang program dan pertanggungjawabannya.  Dia berselancar ke sistem e-village budgeting untuk pengelolaan keuangan desa di Banyuwangi, serta e-monitoring system untuk pemantauan berbagai proyek pembangunan secara online.

Dalam sistem tersebut, proyek dipaparkan perkembangannya lengkap dengan foto dan titik koordinat yang tinggal diklik, sehingga mustahil ada proyek ganda atau fiktif. “Tadi saya lihat display yang dipampangkan, bisa diakses publik. Bagaimana progress pembangunan terpampang secara transparan. Juga bisa terlihat bagaimana kemajuan suatu proyek, ada fotonya, ada titik koordinatnya. Itu adalah bentuk akuntabilitas yang dibutuhkan,” kata SMI.

Menkeu mengapresiasi kinerja pengelolaan pemerintahan Banyuwangi yang tak hanya bertumpu pada administrasi yang baik sesuai hukum keuangan negara, tapi program-programnya juga berdampak ke peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu pula yang membuat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi mendapat predikat tertinggi se-Indonesia, serta daerah itu mendapat dana insentif Rp75 miliar dari Kemenkeu.

Selain itu, Menkeu mendorong Banyuwangi untuk terus berinovasi menurunkan angka kemiskinan yang saat ini telah turun drastis hingga satu digit di angka 8,6 persen dari sebelumnya selalu dua digit. “Saya melihat Banyuwangi jeli memetakan wilayahnya yang masuk zona
kemiskinan tinggi. Lalu dia fokuskan ke daerah itu dan dikeroyok sampai kemiskinan turun. Ada detail bagaimana membantu masyarakat tidak mampu. Ini menggambarkan bahwa peranan daerah daerah itu sangat penting untuk perubahan yang nyata,” ujar SMI.

Dia merujuk ke sejumlah program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi, seperti tabungan pelajar, distribusi makanan lansia, dan kreasi ekonomi di kantong kemiskinan.

SMI sendiri datang ke Banyuwangi untuk meninjau persiapan penyambutan delegasi IMF-Bank Dunia dari berbagai negara yang bakal mendarat di kabupaten tersebut pada Oktober mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas berbagai panduan yang diberikan pemerintah pusat. “Sebenarnya simpel saja, ikuti arah kebijakan pusat. Misal, Presiden Jokowi awal-awal dulu bilang, ubahlah paradigma keuangan negara.  Dari money follows function ke money follows program. Fokus kita apa, itu dana digelontorkan. Bukan dibikin rata semua dinas hanya untuk rutinitas,” ujar Anas. Dari sana kemudian Banyuwangi membuat prioritas-prioritas, seperti pariwisata untuk peningkatan ekonomi.

 “Dan itu kemudian kita bersyukur, ternyata dampaknya terasa. Pendapatan per kapita naik 100 persen jadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 lalu, dengan kemiskinan yang berhasil kita tekan di level 8 persen,” pungkas Anas. (robby)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolres Lumajang Silaturohmi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Yosowilangun

Daerah

Rumah Persemayaman Yayasan Budi Luhur Diresmikan DPR RI

Daerah

Gubernur Jatim Lakukan Sidak Kampung Sampah Kertas Di Mojokerto

Daerah

Kapolres Pasuruan Menghadiri Hari Pers Nasional

Daerah

Idul Fitri 1444 H, Wali Kota Mojokerto Gelar Open House di Rumah Rakyat

Daerah

Antusiasme Binar Squad Dalam Edukasi Menjaga dan Merawat Warisan Budaya

Daerah

Bersama Warga, Satgas TMMD Tunaikan Sholat Jum’at di Masjid Al-ikhlas

Daerah

Satreskrim Polres Kediri Sidak SPBU Jelang Arus Balik Lebaran