Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Daerah

Senin, 12 Maret 2018 - 09:18 WIB

Satpol PP Menciduk Dan Membina 8 Pemuda Asal Luar Kota Yang Di Duga Memeras Pelanggan Alfamart.

Banyuwangi ( Sekilasmojokerto. Com) – Sebanyak 8 pemuda asal luar kota digaruk Satpol PP Banyuwangi dari kawasan swalayan Alfa Mart, Minggu malam (11/3/18). Ke 8 pemuda tersebut kedapatan membuat tidak nyaman dan membuat resah beberapa pengunjung yang melintas dan hendak berbelanja di swalayan tersebut.

Bahkan, ada warga yang mengaku sempat dimintai uang dengan nada memaksa. Sehingga beberapa warga lainnya pun bergegas melapor kepada aparat pemerintah daerah di Kecamatan Srono atas ulah 8 pemuda yang belakangan diketahui mengaku sebagai komunitas vespa club tersebut.

“Kasi Trantib Kecamatan Srono lalu mendatangi TKP sesuai laporan warga, dan langsung mengamankan ke 8 pemuda luar kota itu. Selanjutnya tepat jam 20.00 WIB, mereka dikirim ke Mako Satpol PP Banyuwangi,” ungkap Kabid Penegakan Perda Satpol PP Banyuwangi, Joko Sugeng Rahardjo, SH MH kepada awak media.

Begitu berada di mako Satpol PP Banyuwangi, ke 8 pemuda itu langsung mendapat pembinaan, rambut mereka dicukur cepak dan dirapikan. Sementara sebuah kendaraan vespa yang dijadikan alat tumpangan ke 8 pemuda tersebut diamankan di kantor Kecamatan Srono berikut sebuah gitar juga.

“Saat kita interogasi di mako, benar adanya mereka sempat meminta uang dengan memaksa kepada pengunjung swalayan Alfa Mart Srono. Karena ada aspek hukumnya, setelah kita koordinasikan bersama, tepat pukul 21.30 WIB ke 8 pemuda itu kita kirim ke Polsek Srono selaku pemangku wilayah hukum setempat,” papar Joko Sugeng R.

Ke 8 pemuda yang domisili mereka semuanya luar Kota Banyuwangi itu antara lain, Destria Arga Derangga (21) dan Kharis Ansori (21) keduanya asal Kemlagi, Mojokerto, Agus Waluyo (21) asal Purwantoro, Wonogiri, Indri Dwi Putra (20), Imam Burhanudin (24) dan Didik Prastiawan (28) ketiganya beralamat di kota marmer Tulungagung. Sedangkan 2 pemuda lainnya yakni Rama Tri Mulyanto (19) dari Lampung Tengah serta Satria Setiawan (22) dari Kota Tebo, Jambi.

Sesuai kewenangan dan tupoksi kita, imbuh Joko Sugeng R, adalah penegakan Perda. “Untuk pelanggaran ketertiban umum sebagaimana Perda No 11 tahun 2014, sudah kita lakukan pembinaan. Untuk unsur hukumnya berupa dugaan pemalakan, menjadi domainnya aparat kepolisian,” Pungkas Joko Sugeng. (robby)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ning Ita Berikan Bantuan Sosial Pangan Sembako Kepada 4.918 KPM, Melalui e – Warong

Daerah

SMAN 1 Sooko Mojokerto Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023

Daerah

Untuk mensukseskan pemilu serentak KPU Sidoarjo gelar Pemilu Run 2019

Daerah

Kabid Humas Polda Jatim, Larang Mobil Nopol L & W Masuk Malang Raya

Daerah

Bupati Asahan hadir Pelantikan Dan Upgrading HMI 

Daerah

Kirab Budaya Wujud Dari Pelestarian Budaya Lokal, Ini Kata Walikota

Daerah

Peduli Masyarakat, Kapolres Pasuruan Melaksanakan Jum’at Curhat Dan Baksos Door To Door

Daerah

Begini Pelaksanaan Physical Distancing Di Surabaya