Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Kriminal

Minggu, 16 September 2018 - 09:28 WIB

DIDUGA PENANGANAN KASUS PAMAN HAMILI KEPONAKAN BERHENTI DIBALIK TANGAN

    Ft illustrasi


Jembrana Bali,Sekilasmedia.com
Miris, setelah satu tahun berlalu tindaklanjut pihak terkait terhadap kasus paman bermoral bejat yang tega menghamili keponakan sebut saja Bunga (15), anak gadis yang duduk di bangku kelas VII SMP disalah satu sekolah negeri di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, perlahan penanganannya mulai terkikis (perlahan lahan hilang).

Meski, awal mencuatnya kasus mendapat perhatian khusus dari sejumlah pihak, terutama oleh kalangan DPRD Kab Jembrana dan Lembaga Peberhati Anak (LPA), yang oleh Polres Jembrana melalui Sat Reskrim Polres Jembrana kasusnya langsung ditindaklanjuti dan melakukan penyidikan terhadap korban dan pelaku berserta sejumlah saksi-saksi.

Dan informasi yang berkembang, kasus itu sampai saat ini, memang belum sampai ke meja hijau. Meski dari pihak polisi telah beberapa kali melimpahkan berkas perkara kepada pihak kejaksaan, tapi oleh kejaksaan berulangkali pula berkas tersebut dikembalikan, lantaran belum lengkap alias P-19. Hal itu pun menarik perhatian sejumlah pihak, dan menduga  kasusnya berhenti dibalik tangan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai, saat dikonfirmasi mengaku hal tersebut memang benar. Karena kasusnya masih bersetatus P-19. Sehingga berkas perkara beberapa kali dikembalikan kejaksaan karena dianggap belum lengkap.

” Kalau menurut kami kasusnya jelas. Apalagi sudah kita sangkakan dengan pasal 81 UU perlindungan anak. Tapi oleh kejaksaan masih dianggap belum lengkap, ” ujarnya, Sabtu (15/9).

Dengan demikian ditambahkan Kasat, pihaknya memastikan kasus tersebut tetap berjalan, serta akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk lembaga perlindungan anak di provinsi untuk menyempurnakan berkas perkaranya.

Diberitankan sebelumnya, seorang siswi kelas VII di salah satu SMP di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dinyatakan putus sekolah, setelah dinyatakan hamil enam bulan yang oleh kedua orang tuanya langsung dinikahkan. Namun, setelah kasus itu terungkap, parahnya pelaku yang menghamili korban ternyata pamannya sendiri yang telah memiliki istri dan dua orang anak. Kasusnya pun sempat menarik perhatian banyak kalangan termasuk pemerhati anak. Kemudian kasus tersebut ditindaklanjuti Sat Reskrim Polres Jembrana.(son)

Share :

Baca Juga

Polres Lumajang Berhasil Amankan Dodik Dengan Barang Bukti Bernilai Jutaan

Kriminal

Kasus Narkoba Kian Marak di Lumajang, Kapolres Prihatin

Kriminal

Acam Paman Dengan Parang Pria di Kuta, Digelandang ke Bui

Kriminal

Budak Shabu Asal Jatiroto Tertangkap Saat Asyik “Bakar” Di Gudang Kayu

Kriminal

Modus Kumpul Kebo PSK Sikat Motor Pelanggannya

Kriminal

Mabuk Alkohol dan Mengganggu Pengguna Jalan, Daud Diamankan

Kriminal

Gagal rampas hp, Seorang Jambret Dihakimi Warga

Kriminal

Tiga Hari, 2 Residivis Kasus Narkoba Berhasil Diringkus Polres Mojokerto
Disembuyikan di Area Sensitif, Wanita Ini Coba Selundupkan Narkoba Ke Lapas Kediri

Kriminal

Disembuyikan di Area Sensitif, Wanita Ini Coba Selundupkan Narkoba Ke Lapas Kediri