Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Kamis, 18 Oktober 2018 - 04:35 WIB

HARAP 30 PERSEN TEMBUS, CALEG PEREMPUAN AGAR TINGKATKAN KWALITAS

Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2018, bagi Caleg perempuan menjadi tahun penentuan. Sebab, jika kuota caleg perempuan di parlemen tidak menembus 30 persen, besar kemungkinan untuk tahun berikutnya caleg perempuan tidak turut andil mengisi Pileg sebagai ungkapan kekecewaan.

Itu sebabnya, caleg perempuan harus meningkatkan kualitas dari berbagai sisi untuk menunjang elektabilitas dan strategi politik. Hal itu yang diungkap Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Dr AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, SH, MM, MH, saat membuka program pendidikan politik untuk Caleg perempuan, di Denpasar.

Dijelaskan, sebanyak 61 caleg digenjot dengan materi seputaran sosial dan politik. Pelatihan ini diselenggarakan mulai hari ini 17-23 Oktober dengan berbagai materi, diantaranya kunjungan kerja, road show dan lomba orasi.

” Pembicaranya dari akademisi, pengamat politik, politisi dan anggota legislatif serta kalangan pengusaha termasuk praktisi media massa, satunya menghadirkan ahli politik, Dr. Subanda, ” ungkanya, Kamis (18/10).

Ia mengatakan, dalam pelatihan tersebut juga membahas three ends, yakni mengakhiri masalah terhadap perempuan diantaranya, ketidakadilan akses ekonomi, KDRT dan perdagangan manusia.

” Nantinya 61 peserta ini secara tidak langsung diuji kembali untuk kesiapan nyaleg. Walaupun visi misinya bagus, namun tidak mampu memenangkan Pileg, mereka tetap bisa mendukung rekan lain yang dianggap mampu, dikarenakan perempuan tidak bisa berjuang sendiri dalam berpolitik, ” tandasnya.

Tini Gorda menjelaskan, salah satu materi dalam pelatihan ini yaitu, lomba orasi politik, untuk mengukur sejauh mana kemampuan caleg perempuan menyampaikan visi dan misi serta program yang menjadi bekal penting ketika terpilih sebagai wakil rakyat. Dengan program pemberdayaan perempuan dari sisi politik ini, diharapkan mampu mendongkrak semangat caleg perempuan mencapai keterwakilan 30 persen di parlemen.

Ketua IWAPI Bali ini menambahkan, keterwakilan perempuan di parlemen tidak hanya penting dari aspek perimbangan jumlah kuota. Namun berkaca dari pengalaman tiga siklus pemilu yakni 2004, 2009, dan 2014, kuota gender yang mewajibkan partai untuk menempatkan perempuan sedikitnya 30 persen di daftar calon tetap (DCT) belum mendongkrak keterpilihan perempuan secara signifikan.

” Harusnya partai politik dalam hal ini mengawal sampai betul mencapai kuota itu, jangan sampai ketika partai baru mau ikut berpemilu, baru menggerakkan perempuan, ” sentil Gorda, akhiri ucapannya. (son)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dandim 0815/Mojokerto Pimpin Apel Perkuatan BKO Yonkav 3/Tank

Daerah

Polres Probolinggo Masifkan Operasi Yustisi Jelang Libur Akhir Tahun.

Daerah

Sejumlah 72 Pelanggar Terjaring Dalam Operasi Yustisi Polres Mojokerto Kota

Daerah

Kunjungan Peneliti Puslitbang Polri ke Polres Metro Jakarta Barat untuk Kaji Peran Polri dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Daerah

Wujud Sinergitas, Surprise Ucapan Hari Bhayangkara Ke-77 Datang dari Kodim 0817 Gresik

Daerah

Gaungkan Semangat Patriot Pelayan Rakyat, PKS Gresik Gelar Upacara Kemerdekaan RI Ke-77

Daerah

Rumah Persemayaman Yayasan Budi Luhur Diresmikan DPR RI

Daerah

Titiek Sugiharti Surya Ikuti Seminar Parenting Nasional