Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Rabu, 24 Oktober 2018 - 14:25 WIB

Pembukaan Musrenbang RPJMD Kab. Mojokerto Tahun 2016-2021, Digelar  Di Hotel De Resort.

 

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Merubah paradigma pembangunan dari money follow function menjadi money follow program, rasionalisasi program kegiatan, serta simultan dengan penyusunan RPJMD, menjadi 3 hal penting yang ditekankan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, dalam rangka menyusun RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2016-2021. Hal tersebut Ia sampaikan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mojokerto Tahun 2016-2021, Rabu (24/10) siang di Hotel De Resort.

“Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam menyusun RPJMD 2016-2021. Pertama, paradigma pembangunan dari money follow function menjadi money follow program. Artinya prioritas benar-benar dilakukan dan bermanfaat. Kedua, merasionalisasi program kegiatan secara sederhana dan efisien. Ketiga, simultan dengan penyusunan perubahan RPJMD, di masing-masing OPD juga berproses untuk penyusunan perubahan renstra perangkat daerah mengacu rancangan awal perubahan RPJMD,” lengkap wabup.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Hariyono, dalam laporan sambutannya menyampaikan bahwa sampai dengan awal tahun 2018, pelaksanaan pembangunan ekonomi di Kabupaten Mojokerto telah dilaksanakan secara optimal. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa hal berikut.

Diantaranya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto di atas Provinsi Jawa Timur. Dimana pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 berkisar 5,30 – 5,40 persen. Sedangkan Kabupaten Mojokerto Sebesar 5,45 persen. Tahun 2017 Tingkat Kemiskinan Provinsi Jawa Timur Sebesar 11,20 persen, sedangkan Kabupaten Mojokerto Sebesar 10,19 persen.

PDRB Per Kapita Kabupaten Mojokerto pun mengalami peningkatan dari Rp. 58.823.632,00 pada tahun 2015, meningkat di tahun 2016 menjadi Rp. 64.629.150,90. Pada Tahun 2016 IPM Kabupaten Mojokerto mencapai 71,38 persen, atau di atas IPM Provinsi Jawa Timur sebesar 69,76 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Mojokerto juga menunjukkan angka yang cukup aman, yakni 4,29 persen. Hanya relatif sedikit lebih tinggi daripada TPT Provinsi Jawa Timur, yakni 4,21 persen.

“Capaian-capaian positif tersebut tidak lepas dari perencanaan yang telah dilakukan dan direalisasikan dengan kegiatan pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” kata Hariyono.

Adapun detil perubahan RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2016-2021, disampaikan oleh Andy Fefta Wijaya, selaku Anggota Tim Ahli Nara Sumber dalam Evaluasi dokumen RPJMD Kabupaten/Kota di Jawa Timur pada Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Hadir mendampingi wakil bupati dalam acara ini Ketua DPRD, Ismail Pribadi, Sekretaris Daerah, Hery Suwito, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mustain.(wo)

Share :

Baca Juga

Daerah

Terjebak Macet di Pantura, Polres Gresik Sigap Bagikan Nasi Bungkus dan Air Mineral Kepada Sopir

Daerah

Babinsa Banjarwaru Koramil 0821/01 Lumajang Bantu Warga Pemotongan Hewan Kurban.

Daerah

Targetkan Lonjakan Prestasi di PORPROV VII

Daerah

Alhamdulillah, Pasien Sembuh Covid-19 di Mojokerto Capai 135 Orang

Daerah

PT. ARS Buka Ruang Komunikasi Terkait Pesangon Bagi 86 Karyawan

Daerah

Dinkes Tuba Halal Bihalal Dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Daerah

Pemkab Blitar Kembali Raih WTP ke – 8 Kali

Daerah

Pemkab Probolinggo Gelar Sosialisasi Pemulasaraan Bagi Jenazah Terinfeksi COVID-19