Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Rabu, 27 Februari 2019 - 03:39 WIB

Legislator DPRD Bali, Sebut Pergub No 99 Serba Salah

Denpasar Bali, Sekilasmedia.com – Terkait implementasi Pergub No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, yang oleh legislator di DPRD Bali dinilai penerapan peraturan serba salah.

Oleh Gubernur Bali Wayan Koster pun disikapi dan angkat bicara. Yang juga menegaskan, bila Pergub ini utamanya untuk menyerap produksi petani pada saat panen raya.

” Jadi begini, belum tentu produk kita ini mencukupi kebutuhan yang ada. Nah, yang kita minta itu kan pada saat panen itu wajib menggunakan yang punya Bali, ” jelas Koster di Denpasar.

Dijelaskan, jika saat tidak panen, tentu harus menggunakan mekanisme lain. Hotel misalnya, dapat mendatangkan produk pertanian dari luar Bali. Dengan catatan, produk tersebut jangan memakai merk Bali atau dilabeli sebagai produk lokal Pulau Dewata.

” Jangan dong ditabrakin. Kan yang kita minta hanya pada musimnya. Kalau pada saat tidak musim, hotel memerlukan, kan boleh dong mendatangkan dari luar. Tapi jangan merk Bali, merk sono, nanti Bali lain, ” jelasnya.

Koster mengaku serius untuk menggerakkan Pergub lantaran terkait dengan pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Saat ini bahkan tengah disiapkan SOP untuk implementasinya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Ketut Swandhi mengatakan, terkait implementasi Pergub 99 yang dinilai akan serba salah, tidak menutup kemungkinan Pergub nantinya akan dilanggar dengan mendatangkan suplai dari luar Bali, yang diakui sebagai produk lokal.

” Serba salah itu lho. Umpamanya menyangkut buah, dari segi kuantitas sangat terbatas. Kalau sudah tidak musim, tidak ada buah. Kualitas juga begitu, ” terang Suwandhi.

Pun demikian, pasokan buah lokal di Bali seperti manggis, durian, dan pisang sifatnya musiman. Berbeda dengan misalnya Pulau Jawa yang tidak pernah berhenti menghasilkan apel. Dimana produksi buah lokal untuk memenuhi kebutuhan hari raya saja masih kurang. Apalagi ditambah untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan swalayan.

” Untuk rahinan, untuk upacara saja masih kurang. Banyak kita disupport dari luar Bali. Terutama dari Jawa, Banyuwangi, kita datangkan pisang dan kelapa muda. Tiga hari saja tidak bisa nyeberang, keteteran sudah di Bali. Bukan mahal lagi, tapi tidak ada, ” akunya.

Menurut Suwandhi, Bali masih sangat bergantung dengan produksi dari luar daerah. Bahkan bisa dikatakan, perekonomian di luar Bali justru dihidupkan oleh Bali.

” Memang harus ke dalam dulu diberikan pelatihan-pelatihan, dibina kebun-kebun itu, ” tandasnya.(soni).

Share :

Baca Juga

Daerah

*Danramil 0815/12 Beserta Ketua Persit Menghadiri Fasilitasi/Pendampingan PMT-AS*

Daerah

Resmi Ketua DPC Demokrat Gresik, Supriyanto Emban Pesan Penting Partai

Daerah

Pendistribusian Kotak Suara Dikawal Ketat TNI/Polri

Daerah

PDP Dan Positif Meningkat, Deli Serdang Masuk Zona Merah

Daerah

Kapolres Pasuruan Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2022

Daerah

Bupati Ikfina Gelar Diskusi Penyelarasan Program Kesehatan dengan PT. Ajinomoto Indonesia

Daerah

Kesan Hangat Pengantin Baru Saat Bulan Madu Di Rumah Dinas Wali Kota

Daerah

Serahkan SK Kenaikan Pangkat 789 PNS, Ini Pesan Bupati Ikfina