Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Kamis, 28 Februari 2019 - 05:23 WIB

Penlok Bendungan Tamblang Terbit, BWS Lakukan Persiapan

Denpasar Bali, Sekilasmedia.com – Sempat mandeg beberapa bulan, akhirnya izin Penetapan Lokasi (Penlok) Bendungan Tamblang diterbitkan Gubernur Bali Wayan Koster. Bendungan terbesar kedua di Bali Utara itu lokasinya telah ditetapkan di Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Pascaterbitnya izin penlok tersebut, kini Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan persiapan, yakni pembebasan tanah yang terkena jalur bakal proyek bendungan.

Sebelumnya, mandegnya izin penlok ini karena ada perubahan usulan dari awalnya izin penlok diterbitkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Namun, setelah BWS berkoordinasi dengan Bupati PAS, akhirnya izin penlok diterbitkan Gubernur Bali. Setelah berproses di Provinsi, pada Senin (25/2) lalu izin Penlok tersebut ditandatangani Gubernur Koster.

Kini dokumen tersebut telah diumumkan di Kantor Camat Kubutambahan dan kantor Camat Sawan. Dimana, pengumuman ini sebagai media menyosialisasikan kalau Gubernur telah menetapkan lokasi bendungan di dua kecamatan tersebut.

Terpisah Kepala Satuan Kerja (Kasakter) Bendungan BWS Bali Penida, I Gusti Putu Wandira, Rabu (27/2) mengatakan, berdasarkan izin penlok yang sudah ditandatangani Gubernur, lahan milik warga yang masuk dalam lokasi inti proyek ada di empat desa. Dua desa di Kecamatan Sawan meliputi Desa Sawan dan Desa Bebetin. Sedangkan dua desa di Kecamatan Kubutambahan, Desa Bila dan Desa Bontihing.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah izin penlok diterbitkan, pihaknya telah menyosialsiasikan di dua Kecamatan. Disana BWS mengumumkan penetapan lokasi proyek bendungan selama dua minggu. Dalam masa pengumuman ini, warga di empat desa yang terdampak proyek mendapat kesempatan menyampaikan usul, saran, juga keberatan terkait lokasi tersebut.

Wandira mengatakan, jika masa sosialisasi tersebut warga tetap pada keputusan awal menyetujui lokasi bendungan, maka BWS akan melakukan tahapan pembebasan tanah warga yang masuk lokasi inti proyek.

Berdasarkan dokumen penetapan lokasi bahwa total lahan yang akan dibebaskan untuk dibangun bendungan seluas 58,79 hektare. Dimana data-data awal itu, BWS akan memeprsiapkan proses pembebasan tanah yang dilakukan sepenuhnya oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

” Nantinya, pembebasan tanah berdasarkan data-data fisik yang sudah kami himpun dan akan dijadikan patokan dalam tahapan pembebasan tanah sesuai mekanisme yang berlaku, ” tutup Wandira.(soni).

Share :

Baca Juga

Daerah

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemkab Sumenep Gelar Vaksinasi Massal

Daerah

Polisi Geram, Mobil Patroli Lalulintas Raib Digasak Maling

Daerah

Sespim Lemdiklat Polri Gelar Seminar Persiapkan Pemimpin Polri di Era Society 5.0

Daerah

Jelang Libur Nataru, Kapolres Batu Tinjau Tempat Wisata

Daerah

Wakil Bupati Asahan Mengangkat 95 PNS ke Dalam Jabatan Fungsional

Daerah

Target 2025 Rampung, Menteri PUPRĀ  Groundbreaking Tol Gilimanuk-Mengwi

Daerah

Polres Lumajang Terjunkan Personel Bantu Evakuasi Korban Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Daerah

Gelar Akselerasi Vaksinasi serentak se-Indonesia, Kapolri Optimis Target 70 Persen Terwujud