Digelar, Rapat Dengar Pendapat DPRD Kota Mojokerto Bersama BPN Dan BPPKA Kota Mojokerto – SEKILAS MEDIA

Digelar, Rapat Dengar Pendapat DPRD Kota Mojokerto Bersama BPN Dan BPPKA Kota Mojokerto

Digelar, Rapat Dengar Pendapat DPRD Kota Mojokerto Bersama BPN Dan BPPKA Kota Mojokerto
Ft. Saat DPRD kota Mojokerto menggelar dengar pendapat bersama BPN dan BPPKA

Mojokerto, Sekilasmedia. Com-Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan pertanahan Nasional (BPN ) Kota Mojokerto dan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (BPPKA) Kota Mojokerto, Kamis (4/4/2019) di ruang rapat DPRD Kota Mojokerto.

Dari pantauan Sekilasmedia.com, Gelar pendapat kali membahas soal kejelasan keberadaan aset Kota Mojokerto baik aset bergerak dan tidak bergerak yang sudah terdata di BPPKA Kota Mojokerto, namun hingga kini masih banyak aset yang belum bersertipikat dan juga ada beberapa aset yang bersengketa dengan masyarakat.

Hal ini dipertegas oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana meldyawati, belum terselesainya soal sertifikat aset, ini di sebabkan karena kurangnya kordinasi yang baik dalam menuntaskan persoalan tanah, aset harus ada progres yang terbaik, karena Jajaran vertikal yakni BPN juga menunggu,” ungkapnya.

,” Kami juga mengapresiasi, saat rapat dimusrenbang 2018 hampir semua sekolah dikota Mojokerto sudah sudah bersertipikat, tinggal ada empat sekolah yang belum tuntas,” ujarnya.

Masih kata Febriana, harapan kami masalah aset harus secepatnya diselesaikan secara tuntas, semua bisa selesai apabila ada nawaitu atau niat untuk penyelesaian, apabila perlu anggaran untuk menyelasaikan aset agar bersertipikat bila perlu anggaran bisa diusulkan penambahan,” katanya.

Selain itu lanjutnya, ada juga sengketa tanah dengan masyarakat perlu segera terselesaikan, sebab itu juga berkaitan dengan tanah Pemkot yang dijual oknum ke masyarakat,” tandasnya.

Sementara dari pihak BPPKA kota Mojokerto yang disampaikan oleh Herdiana Widayati, pihaknya selama ini sudah melakukan berbagai hal semisal fokus pemasangan patok, belum selesai nya Sertipikat disebabkan juga pihak BPN preoritaskan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap),” katanya.

Sedangkan dari pihak BPN Kota Mojokerto kasi pengadaan tanah Cristiana, pihaknya juga menunggu, pendaftaran soal aset yang ada di Kota Mojokerto, soal prioritas PTSL pihaknya menepis, semua pendaftaran surat tanah yang sudah masuk berkasnya pasti tetap kami proses, ” jelasnya. (wo)

SEKILAS MEDIA