Pembangunan Gedung UPT LLAJ Probolinggo Diduga Asal – Asalan, Radial Berharap Dishub Lebih Awas – SEKILAS MEDIA

Pembangunan Gedung UPT LLAJ Probolinggo Diduga Asal – Asalan, Radial Berharap Dishub Lebih Awas

Pembangunan Gedung UPT LLAJ Probolinggo Diduga Asal – Asalan, Radial Berharap Dishub Lebih Awas
Pembangunan Gedung UPT LLAJ Probolinggo Diduga Asal - Asalan, Radial Berharap Dishub Lebih Awas
foto gedung yang direnovasi

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Terobosan Pemerintah untuk memfasilitasi instansi dalam meningkatkan pelayanan terus dilakukan. Hal ini termasuk penyediaan sarana pendukung berupa fasilitas gedung. Kenyataan tersebut bisa dilihat saat Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur melalui APBD provinsi Jawa Timur mewujudkannya untuk pembangunan atau renovasi gedung UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ yang berlokasi di kabupaten Probolinggo. Dalam proses pengerjaannya, proyek ini dipercayakan pada CV Mas Mitra Mandiri selaku pemenang
tender atas proyek tersebut.

Berdasar temuan dari tim investigasi wartawan Sekilas Media atas proyek tersebut, diduga pengerjaanya terkesan amburadul alias asal-asalan. Pasalnya ada beberapa poin yang terindikasi diabaikan oleh pelaksana proyek ini, seperti tidak mengindahkan faktor Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya. Selain itu transparansi Keterbukaan informasi Publik (KIP) yang tidak bisa ditunjukkan.

Diduga kuat pihak rekanan melanggar ketentuan perjanjian adendum kontrak. Sebagai pelaksana CV. Mas Mitra Mandiri tidak mencantumkan besar anggaran dalam paket proyek tersebut, sehingga menimbulkan kecurigaan dari para penggiat kontrol sosial yang berada di wilayah kota Probolinggo, padahal proyek tersebut prosesnya melalui Tender via LPSE Dinas Perhubungan Provinsi Jawa timur.

Selain para pekerja tidak memakai perlengkapan yang memadai sebagaimana peraturan utama dalam pelaksanaan aktivitas kontruksi (safety), serta papan nama tanpa menyebutkan nominal anggaran sesuai perjanjian kontrak, di proyek tersebut kejanggalan juga nampak pada besi yang dipakai untuk pondasi. Ada dugaan penggunaan material termasuk besi, tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Hal ini terindikasi lemahnya pengawasan atas proyek tersebut khususnya PPK dan Satker terkait,
sehingga terjadi pembiaran yang mengarah pada dugaan keluar dari prosedural termasuk penggunaan besi yang seharusnya menggunakan ukuran 12, namun diproyek ini menggunakan 6mm.

“Pihak CV MAS MITRA MANDIRI terkesan sengaja mengabaikan keselamatan pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan bidang kontruksi tersebut, sehingga telah melanggar undang-undang nomer 13 tahun 2003 pasal 87 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3)”,Tegas Radial selaku pemerhati keselamatan pekerja kota probolinggo.

”Saat ini K3 telah menjadi bahan pokok dan menjadi bahan kejahatan perusahaan pelaksana terhadap para pekerja. Seharusnya perusahaan harus bisa menjaga keselamatan karyawan nya, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak ada korban kecelakaan kerja, sudah jelas dalam undang-undang ada sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar”,Ujar Radial, AnggotaLSM PASKAL divisi pembangunan.

Atas yang terjadi di pelaksanaan proyek ini, Radial berharap agar Dishub Provinsi Jawa Timur
melakukan pengawasan secara detail dilapangan, agar plaining pekerjaan dapat terwujud seperti yang diharapkan. Sementara pelaksana CV Mas Mitra Mandiri saat akan dikonfirmasi belum bisa ditemui.(Sf/Rul).

SEKILAS MEDIA