HOME // Olahraga

Buntut Sanksi PSMP, Ratusan Supporter PSMP Geruduk Kantor KONI Mojokerto

 

    Senin28 Oktober 2019
Para peserta unjuk rasa

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Ratusan pendukung Persatuan Sepakbola Mojokerto Putra (PSMP) berunjuk rasa di depan Kantor KONI yang berada di jalan Jayanegara pada Senin, 28/10/2019. Tampak di lokasi Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Imam Leak meneriakkan yel-yel khas MP Mania yang di sambut kompak oleh massa saat berlangsungnya aksi.

“Amukti Pallapa…. Amukti Pallapa… Amukti Pallapa….”. Teriak Imam di depan Para Supporter.
“Laskar Mojopahit….. Laskar Mojopahit… Laskar Mojopahit. ” Jawab Para Supporter dengan kompak.

Tujuan para Supporter PSMP menyambangi Kantor KONI sejatinya untuk mempertanyakan dan sekaligus meminta solusi terkait sanksi yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin (KOMDIS) PSSI terhadap PSMP.

Seperti di beritakan sebelumnya, bahwa PSMP terbukti melakukan Match Fixing saat bertanding melawan Aceh United. Akibat pelanggaran disiplin tersebut, Komdis PSSI memberikan sanksi berupa larangan berlaga di liga 2 selama 3 tahun. Sedangkan bagi pemain PSMP Krisna Adi, yang pada waktu pertandingan sebagai eksekutor penalti gagal, mendapatkan hukuman larangan bermain seumur hidup.

Sesampainya di depan Kantor KONI, sebanyak 10 orang perwakilan supporter di undang guna melakukan mediasi. Selain di hadiri perwakilan Supporter dan Ketua KONI, Firman Effendy, Mediasi juga di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Hj. Ayni Zuroh, SE. MM.

Dari hasil mediasi di hasilkan sejumlah kesepakatan.

Kepada awak media Ayni Zuroh menjelaskan bahwa keputusan Komdis PSSI tersebut tidak adil. Dirinya beserta KONI Mojokerto dan para Supporter PSMP akan terus memperjuangkan agar PSMP tetap bisa bermain di Liga 2 PSSI.

“Kita sepakat bahwa keputusan Komdis PSSI ini tidak adil. Dan juga belum ada bukti yang jelas bahwa PSMP bersalah. Apalagi hukuman larangan bermain seumur hidup kepada pemain. Saya kira itu perlu dipertimbangkan kembali. ” Ucapnya.

Baca Juga :   Berangkat Dari Polda Jatim Bhayangkara FC U16 Menggebrak 'Liga-1' Festival Filanesia U16 Klub Liga 1 Se-Indonesia, YARI: KAMI BERANGKAT DARI SEMANGAT, GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 BERIRING PERSIB BANDUNG

Ayni menambahkan bahwa dirinya sangat berharap agar PSMP bisa berlaga lagi di Liga 2. ” Guna mengklarifikasi sanksi PSMP itu, Insya Allah tanggal 2 November 2019, Ketua KONI dan perwakilan supporter berangkat langsung ke Jakarta (Kantor PSSI). Kita doakan saja semoga PSMP bisa main lagi di Liga 2.” Harapnya.

Sementara di tempat yang sama, Ketua KONI Firman Effendy menyampaikan hal senada terkait sanksi PSMP. ” Seharusnya PSSI bisa bersikap adil kepada semua club, jangan hanya PSMP saja yang di hukum berat. Kenapa club-club lain tidak di hukum seberat PSMP, padahal mereka juga terindikasi melakukan pelanggaran?. “. Ujar Firman.

Sementara itu Penanggung Jawab aksi, Defry Erfanda berharap mediasi ini menghasilkan keputusan yang sangat menggembirakan. Terutama pada saat audiensi dengan pengurus PSSI pada Sabtu, 2 November 2019 mendatang. “Alhamdulillah, ketua KONI dan ibu ketua DPRD Mojokerto sangat kooperatif dan mendukung perjuangan supporter PSMP. Rencananya tanggal 2 November 2019 perwakilan Supporter akan berangkat ke Jakarta. Doakan saja perjuangan kita berhasil.” Ungkap Defry.(As/wo)

Telah dibaca : 855 kali.