Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Hukum

Senin, 11 November 2019 - 10:32 WIB

APLI Lepaskan Q-Net Dari Keanggotaan Asosiasi. Begini Reaksi Kapolres Lumajang

APLI Lepaskan Q-Net Dari Keanggotaan Asosiasi. Begini Reaksi Kapolres Lumajang

Foto ketua asosiasi APLI

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Setelah Perusahaan PT.QN International Indonesia (Q-Net) maupun PT. QNII yang tersandung masalah hukum dan kini semua direksinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Cobra Polres Lumajang. Dan secara resmi APLI mengeluarkan Q-Net (PT.QNII) dari keanggotaan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Senin, (11/11/2019).

Dari berbagai Kasus sudah menyandung Perusahaan Q-Net, sehingga pihak APLI harus mengeluarkannya dari keanggotaan. Karena Q-Net sudah mencoreng nama Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dengan Praktik Money game yang juga penerapan skema Piramida dalam pemasarannya. Sistem piramida ini sudah jelas-jelas melanggar undang-undang perdagangan dengan ancaman 10 tahun penjara.

Kapolres Lumajang AKBP. DR.Muhammad Arsal Sahban SH.SIK.MM.MH.menjelaskan “Saat ini APLI telah resmi mengeluarkan Q-Net dari keanggotaan asosiasi. Hal ini tentu kami sambut baik, karena APLI mau buka mata dengan banyaknya korban yang disebabkan oleh Q-Net. Tapi kami masih kecewa kepada APLI, karena belum serius dalam membersihkan asosiasinya dari perusahaan money games, atas pernyataannya sikap yang mengeluarkan PT. QNII hanya karena keterlibatan dari pelanggaran hukum saja. seharusnya APLI mengeluarkan PT. QNII karena melanggar kode etik, seperti halnya mengedarkan alat kesehatan tanpa ijin edar,mendistribusikan produk dengan sistem penjualan langsung, Sedangkan PT QNII tidak memiliki hak distribusi ekslusif dari pemilik merek, PT. QNII juga jalankan marketing plan yang tak terdaftar di kementerian perdagangan. Sistem inilah yang dipakai sebagai sarana money games berkonsep skema piramida. Heran padahal APLI sudah saya beritau semuanya. Namun para komisioner APLI enggan menelusuri fakta diatas.Sepertinya ketakutan untuk membongkarnya kepublik, inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi penyidik tim cobra Polres Lumajang,” Ujarnya Kapolres

“Disisi lain Q-Net juga bermasalah dibeberapa Negara, bukan di Indonesia saja, bahkan di India juga ramai demo terhadap Q-Net. Yang menjadi pertanyaan bagaimana pengawasan dan pembinaan yang dilakukan APLI kepada perusahaan Q-Net.? bukankah pengawasan dan pembinaan menjadi tugas APLI.? Kenapa fungsi tersebut tidak dijalankan untuk perusahaan QNet ?!, kalau kita tidak bisa lagi bertanya dan meminta klarifikasi pada APLI, mungkin perlu dipertanyakan kepada rumput yang bergoyang saja” tegasnya

Adapun surat pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh APLI dapat di Dowload di Website resmi APLI https://www.apli.or.id/ surat-pernyataan-sikap/

Antara Lain berbunyi :
1. Dalam pelaksanaan kegiatan usaha penjualan langsung, perusahaan harus konsisten dan mematuhi komitmen guna mentaati seluruh ketentuan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia.

2. Mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam menegakkan praktik dan iklim usaha yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berwenang berdasarkan atas hasil Verifikasi. Mendukung proses hukum yang dijalankan pemerintah dalam menindak tegas setiap dugaan atas tindak pidana dan pelanggaran ijin, namun demikian tetap memegang teguh asas praduga tidak bersalah.

3. Terkait ditetapkannya status tersangka terhadap dewan direksi dan komisaris PT QN International Indonesia, berdasarkan Laporan Polres Lumajang nomor /LP/A/33VII/2019/JATIM/RES/ LMJ, berdasarkan keputusan rapat dewan Komisioner APLI Tanggal, 08 November 2019, dengan ini menyatakan bahwa PT. QN International Indonesia diberhentikan dari Anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia.

4. Bersama-sama mewujudkan industry penjualan langsung yang professional dan sehat, juga berkelanjutan, hingga industri tetap gerakkan roda perekonomian Negara dan punya kontribusi dalam menciptakan micro-intreprenuers di Indonesia.(Shelor)

Share :

Baca Juga

Hukum

Setelah Dilaporkan Warga, Pria 30 Tahun Ini Akhirnya Ditangkap Polisi Beserta Barang Bukti 18 Klip Diduga Sabu
Dituding Gunakan Uang Pupuk Sejumlah 14 Ton. Kepala Desa Bangsri Laporkan Oknum Wartawan Ke Kepolisian

Hukum

Dituding Gunakan Uang Pupuk Sejumlah 14 Ton. Kepala Desa Bangsri Laporkan Oknum Wartawan Ke Kepolisian

Hukum

Soal Sengketa Tanah Daim Vs Ahmadun, Berharap Segera ada Tersangka

Hukum

Nenek Tua Jadi Korban Pencurian Dengan Kekerasan, Kalung 25 Gram dan Uang 500 Ribu Lenyap

Hukum

Polres Probolinggo Kota Tangkap Residivis Pelaku Curanmor, Beraksi di 6 TKP
Ormas JAKI Tekan KNTK Untuk Ungkap Hilangnya Kapal MV Nur Alya

Hukum

Aktivis JAKI Tekan KNKT Untuk Ungkap Hilangnya Kapal MV Nur Alya

Hukum

2 Pelaku Perdagangan Orang Diringkus   

Hukum

Demi Biaya Nikah, Pemuda di Sidoarjo Nekat Jual Sabu