Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Sabtu, 30 November 2019 - 05:46 WIB

Ning Farin Hadiri Rapat Gerakan Sayang IBu Tahun 2019

Foto Ning Farin, menjelaskan tentang akan pentingnya ASI.

Foto Ning Farin, menjelaskan tentang akan pentingnya ASI.

Ning Farin Hadiri Rapat Gerakan Sayang IBu Tahun 2019

Foto Ning Farin, menjelaskan tentang akan pentingnya ASI.

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – minimnya kesehatan perempuan di Indonesia, diindikasikan dengan tingginya Angka kematian ibu yang disebabkan kehamilan, melahirkan, dan nifas. Penyebab utama tingginya Angka kematian ibu di Indonesia, secara umum dipengaruhi oleh kualitas hidup perempuan Indonesia yang masih rendah.

Demikian disampaikan Ketua TP, PKK, Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Thoriq, M.Pd., saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tahun 2019 Kabupaten Lumajang, di Ruang Rapat Panti, PKK Lumajang. (29/11/2019)

Ning Farin, sapaan akrabnya, menuturkan rendahnya kualitas hidup perempuan Indonesia disebabkan beberapa faktor, yakni pendidikan kesehatan, maupun ekonomi. Selain itu, faktor budaya yang kurang mendukung kualitas hidup perempuan, sehingga masih terjadi kesenjangan kesetaraan dan keadilan gender.

Lanjutnya, melalui Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang merupakan gerakan bersama antara Pemerintah dan Masyarakat, diharapkan mampu menjawab permasalahan terkait dengan peningkatan kualitas hidup perempuan dan upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

(GSI) juga diharapkan mampu menyadarkan Masyarakat akan pentingnya memahami Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi.

“Saya berharap Bersama-sama tidak lelah untuk menyampaikan kepada Masyarakat terutama kepada ibu-ibu yang mempuyai anak Gadis untuk Selalu memantau. Calon-calon ibu atau pengantin agar mereka mempersiapkan diri menjadi seorang ibu,” ujarnya.

Ia berharap, Rakor (GSI) kali ini dijadikan sebagai momentum untuk menyusun rencana kerja yang strategis dan terpadu oleh seluruh Anggota Pokja, sehingga target tahun 2020, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dapat tercapai.

Sementara itu, Gatot Arif Hartanto,S.E., M.M., selaku Kepala Bidang pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, dalam kegiatan ini Dinas Pemberdayaan Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lumajang menyebutkan, tujuan diadakannya rakor (GSI) tersebut adalah untuk mengevaluasi dan meningkatkan sinergitas antar Pokja GSI se-Kabupaten. Lumajang.” Pungakasnya.(Lany/lor)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Mojokerto Menggelar Tasyakuran Penganugerahan Adipura 2018

Daerah

Bupati Mojokerto Resmikan Jalan Poros Penghubung Dusun Belik-Dusun Kaliasin

Daerah

Gesekan di MUSPIMNAS PMII 2022, Dipicu Provokasi yang Tidak Bertanggungjawab

Daerah

Aipda Nurkholis Sang Ustadz dan Khotib Pemilik TPA Yang Bercita – Cita Memiliki Pondok Pesantren Di Tulungagung

Daerah

Jaga Kamtibmas Bersama Mahasiswa, Kapolres Gresik Duduk Bareng Ormek, BEM dan Organisasi Mahasiswa

Daerah

Dalam Kamar Kos, Tiga Pasangan Mesum Digrebek Satpol PP Kota Kediri

Daerah

Ketua DPRD Meminta Pemkab. Blitar Fokus Bangun Jalan Akses Pantai Selatan

Daerah

Dengan Pengukuhan Pengurus Baru Apersi, Bupati Gresik Berharap Membawa Multi Efek Pertumbuhan Ekonomi