Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Rabu, 4 Desember 2019 - 03:44 WIB

Heri Cahyono – Sutrisno “HERO” dan Parpol Non-Parlemen Bidik Cabup – Cawabup Malang 2020

foto Heri Cahyono - Sutrisno

foto Heri Cahyono - Sutrisno "HERO" dan Parpol Non-Parlemen Bidik Cabup - Cawabup Malang 2020

Heri Cahyono - Sutrisno "HERO" dan Parpol Non-Parlemen Bidik Cabup - Cawabup Malang 2020

foto Heri Cahyono – Sutrisno “HERO” dan Parpol Non-Parlemen Bidik Cabup – Cawabup Malang 2020

MALANG, Sekilasmedia.com – Peta Pemilihan Bupati Malang 23 September 2020, memang masih sekitar satu tahun lagi dari sekarang, namun mulai menggeliat dengan berbagai partai politik menawarkan ‘kecantikannya’ untuk didatangi para Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati. Lebih-lebih untuk Cabup, melalui parpol-parpol yang merasa besar, seperti PKB yang memiliki 12 kursi DPRD Kabupaten Malang dan bisa mengusung Cabup-Cawabup secara mandiri karena batas minimal cukup 10 kursi. Melalui PKB pun ada lima nama yang masuk menjadi Cabup yaitu M. Sanusi (Bupati Malang saat ini/ incumbent), dokter Umar Usman Direktur RSUD Kota Malang yang juga Ketua PCNU Kabupaten Malang, serta Hasan Abadi Rektor Universitas Raden Rahmat Malang/UNIRA. Juga ada nama Kholik Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, dan Ali Ahmad Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, meskipun arus utama lebih mengerucut pada nama M. Sanusi sang Bupati incumbent. Hal tersebut kurang-lebih diungkapkan R. Tri Harsono Forum Peduli Indonesia – Jatim Sejahtera (FPI – JS) dalam diskusi terbatas di Malang, kemarin.

R. Tri Harsono juga menyebut hal yang kurang-lebih sama juga terjadi pada PDIP yang juga memiliki 12 kursi DPRD Kabupaten Malang. Ada delapan nama (8) plus satu nama, Sri Untari sekretaris DPD PDIP Jatim yang juga anggota DPRD Jatim, yang masuk ‘jaring’ PDIP. Nama-nama lainnya adalah Umar Usman (dokter/Direktur RSUD Kota Malang/ Ketua PCNU Kab. Malang); Didik Budi Muljono (Sekda Kab. Malang); Hasan Abadi (Rektor Universitas Islam Raden Rahmat Malang / UNIRA); Wibi Dwi (Pengusaha); Wahyu Eko S (Pengusaha); Hendik Arso (Kepala Desa sekaligus Kader Internal PDIP); Juma’ali (Wakil Ketua Lesbumi PBNU); dan Diki Sulaiman (Ketua Kadin Kota Malang). Meskipun menurut R. Tri Harsono, yang menjadi arus utama adalah Sri Untari, dan tidak menutup kemungkinan artis Krisdayanti yang juga anggota DPR RI PDIP 2019 – 2024.

“Sedangkan dari Partai Nasdem yang memiliki modal 7 kursi, ada lima nama Cabup yang masuk jaringnya, termasuk dokter Umar Usman. Kemudian nama lain ada M. Geng Wahyudi penasehat DPW Nasdem Jawa Timur, Jufri Muhammad Adi advokat yang juga penasehat Peradi Malang, lalu Mochamad Fajar tenaga Ahli Manejemen Provinsi Jatim, dan Ahmad Faiz Wildan Direktur PD Jasa Yasa yang juga sekretaris DPD KNPI Kabupaten Malang,” ungkap R. Tri Harsono dalam diskusi terbatas.

Siswahyu Kurniawan pemerhati masalah sosial-politik yang juga penulis buku biografi tokoh nasional termasuk buku Bung Karno Dan Pak Harto, sepakat dengan yang disampaikan R. Tri Harsono. Namun Siswahyu Kurniawan juga mengungkap kekuatan Golkar yang memiliki modal 8 kursi, untuk nama Cabup mengerucut pada Siadi sang ketua DPD Golkar Kabupaten Malang yang juga anggota DPRD Jatim komisi A. Sementara, menurut Siswahyu Kurniaean, untuk Gerindra yang memiliki modal 7 kursi DPRD Kabupaten Malang, ada dua nama yaitu Moreno Suprapto anggota DPR RI Gerindra dan Chusni Mubarok ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang. “Namun untuk Cabup, lebih mengerucut pada nama Moreno Suprapto yang juga cucu Bupati Malang III Raden Tumenggung Ario Notodiningrat,” ungkap Siswahyu Kurniawan.

Namun di sela-sela pergulatan tersebut, menurut R. Tri Harsono, sejumlah partai politik non-parlemen pun menggeliat dengan kemungkinan bersama Cabup – Cawabup jalur perseorangan/ independen. Dan hal tersebut menurutnya tidak bisa diremehkan, karena sangat bisa membuat kejutan. Bahkan sejumlah parpol non-parlemen itu telah melakukan pertemuan awal. Kabar tersebut setelah dicek media ini, dari sumber yang enggan disebutkan namanya, memang sempat diadakan pertemuan awal sekitar tujuh parpol non-parlemen termasuk PKPI, PSI, Perindo, PAN, PKS, PBB, dan Partai Berkarya. Di antara parpol tersebut ada yang mengusulkan untuk mengusung Cabup yang telah deklarasi jalur independen, H. Heri Cahyono, dengan Calon Wakil Bupati Sutrisno S.Sos ketua PKPI Kabupaten Malang yang juga ketua umum Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Provinsi Jatim yang dekat dengan Tommy Soeharto.

Ketika hal tersebut dicoba konfirmasi kepada orang terdekat Sutrisno, termasuk Didik Wahyudi dan M. Saidul Holik, mereka tidak berkenan buka suara karena menyangkut tujuh parpol non-parlemen, dan hal tersebut masih pertemuan awal yang memerlukan tindak-lanjut pertemuan-pertemuan selanjutnya. Namun soal Sutrisno akan dijadikan Cawabup untuk Cabup Heri Cahyono, menurut mereka hal itu merupakan dorongan suara masyarakat. “Usulan masyarakat itu dengan berbagai penyebab, di antaranya kebetulan Heri Cahyono tinggal di belahan utara Kabupaten Malang di kawasan Kecamatan Kasembon, sedangkan Sutrisno tinggal di belahan selatan Kabupaten Malang di Dusun Sumbersari Desa Jambangan Kecamatan Dampit,” ungkap Didik Wahyudi dan M. Saidul Holik saling melengkapi.

Didik Wahyudi menambahkan, bahkan ada masyarakat yang mengusulkan julukan atau jargon, untuk Heri Cahyono dan Sutrisno sebagai HERO Malang alias Heri – Trisno Malang.(Sis)

Share :

Baca Juga

Daerah

Sempat Viral, Lima Pelaku Aksi Kekerasan Di Amankan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo

Daerah

Cak Noto Anggota DPRD Gresik Serius  Kawal Terwujudnya Desa Mandiri Melalui Usaha Wisata
Walaupun Diguyur Hujan, Layanan Samling Malam Tetap Semangat

Daerah

Walaupun Diguyur Hujan, Layanan Samling Malam Tetap Semangat

Daerah

Kapolres Gresik Dukung Polri Putuskan Pengganti Warga Seragam Satpam

Daerah

Tekan Angka Pecandu narkotika BNN Kota Batu Sasar Komunitas dan Organisasi Masyarakat

Daerah

Berikut Ini Sejumlah Kegiatan Yang Disiapkan Panitia hari jadi kabupaten Sidoarjo ke 160.

Daerah

Ning Ita Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kota Mojokerto masa bhakti 2021-2026

Daerah

Menjelang Pemilu,Bupati Mojokerto Tinjau & Berangkatkan Logistik Pemilu 2024