Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / POLISIKU

Jumat, 20 Desember 2019 - 15:33 WIB

Begini Profil Wakapolresta Bogor Yang Baru

Foto Wakapolresta Bogor

Foto Wakapolresta Bogor

Begini Profil Wakapolresta Bogor Yang Baru

Foto Wakapolresta Bogor

BOGOR, Sekilasmedia.com – Bicara kesibukan yang pasti sangat padat bagi orang nomer satu di Wilayah Hukum Kota Bogor. Namun tak menjadi masalah buat seorang Wakapolresta Bogor kota, AKBP. DR.Muhammad Arsal Sahban, SH.SIK.MM. MH., untuk meluangkan waktunya mengisi dialog Kebangsaan demi meningkatkan wawasan Kebhinekaan, yang bertempat di Gedung Graha Pakuan Siliwangi Universitas Pakuan Bogor, pada Kamis 19 Desember 2019 didepan 300 Mahasiswa dan Mahasiswi di Universitas Pakuan Jawa Barat. Jum’at (20/12/3019).

AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, selaku Wakapolresta kota Bogor telah menceritakan tentang hebatnya Indonesia punya semboyan, “Bhinneka Tunggal Ika”. Yakni sebuah semboyan yang menyatukan Bangsa Indonesia. Biarpun dalam Bangsa Indonesia memiliki 1340 Suku,742 Bahasa, 4 Ras dan Agama yang berbeda-beda.

Didalam pembekalan, AKBP. M.Arsal Sahban, juga menyinggung tentang Uni Soviet, sebuah Negara dengan kekuatan ekonomi, politik dan militer yang luar biasa. Bahkan dulunya pernah menjadi salah satu pemegang hegemoni Dunia bersama Amerika Serikat. Namun Negara super power tersebut saat ini hanyalah tinggal kenangan, karena Negara tersebut pecah menjadi 15 Negara-Negara kecil.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, bahwa ada dua faktor penyebab pecahnya Negara. Yakni adanya faktor Internal dan faktor Eksternal, Faktor internal tentang membangun kelas menengah, bila Negara didominasi kelas menengah, Masyarakat nya akan lebih dewasa dalam memahami demokrasi. Sedangkan Negara yang di dominasi kelas bawah akan sangat rentan untuk munculnya konflik, dan pecahnya sebuah Negara biasanya diawali konflik – konflik kecil yang kemudian berkembang menjadi besar.

Dari Faktor Eksternal yaitu berkaitan dengan hubungan antar Negara. Dunia saat ini dikuasai oleh kekuasaan barat yang disebut Monopolar. Sehingga dapat memaksakan paham-pahamnya dipakai oleh Negara lain dengan standar Negara pemegang hegemoni Dunia tersebut. seperti standar demokrasi, maupun infiltrasi melalui budaya.

AKBP. DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH., yang juga merupakan alumnus S3 Unpad Bandung jurusan hukum bisnis ini menyampaikan bahwa, “Potensi-potensi konflik yang dapat berakibat kepada disintegrasi Bangsa, yang terjadi hanya karena perbedaan pandangan. Dan kemudian menyebabkan polarisasi dalam Masyarakat, masa-masa Pemilihan Pemilu serentak Tahun 2019 sebelumnya bisa menjadi referensi. bagaimana potensi konflik yang sangat tinggi, Hoax telah menjadi santapan kita sehari-hari, bahkan hoax telah menjadi sebuah industri yang menguntungkan secara materi. itulah sebabnya hoax terkapitalisasi sangat luar biasa,” ujarnya putra Makasar ini.

Masih menurutnya, “Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah akan sangat mudah terpapar isu hoax, karena kemampuannya memahami isi sebuah narasi. untuk itu perlu komunikasi dan dialog yang intensif kepada publik agar terbiasa kritis terhadap sebuah isu”

“Posisi Mahasiswa sangat dominan sebagai figure yang kritis dan mampu mengisi ruang-ruang publik melalui komunikasi di Media sosial dan media-media mainstream lainnya. bila Masyarakat tersosialisasikan dengan baik tentang isu-isu sensitif, maka publik akan bisa merespons secara positif. Indonesia akan terus utuh bila semua komponen Bangsa, sama-sama memiliki kesadaran dalam merawat kebhinekaan Indonesia,” ujar Arsal yang juga alumnus S2 di UGM Yogyakarta dan Alumnus S1 di UNS Solo.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini sendiri diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan dengan Tema Refleksi Akhir Tahun : Peran Mahasiswa Merawat Ke Bhinekaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI.(Shelor)

Share :

Baca Juga

POLISIKU

Kapolres Blitar Berikan Sembako Kepada Penyandang Disabilitas

POLISIKU

Sambangi Ponpes Tarbiatul Ayulad, Polsek Prajuritkulon Bagikan Sembako

POLISIKU

Operasi Cipkon Di Pimpin Langsung Kanit Lantas Polsek Tandes, Tindak 42 Pelanggar Lalulintas

POLISIKU

Polres Gayo Lues Sosialisasi Bahaya Covid-19 dan Narkoba ke Sekolah dan Pesantren

POLISIKU

Polisi Gerebek Warung Lapo Tuak, Berhasil Amankan 3 Orang Pengedar Sabu

POLISIKU

Polresta Mojokerto Lakukan Pengamanan  Kegiatan Malam Tirakatan Warga PSHT

POLISIKU

Warung dan Angkringan Jadi Sasaran Operasi Prokes Polsek Prajuritkulon

POLISIKU

Polresta Mojokerto Bersama Tiga Pilar Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol