Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Kriminal

Jumat, 10 Januari 2020 - 03:32 WIB

Terkait Pajak dan Perizinan, Masih Ada Panti Pijat di Kota Kediri Yang Masih Tak Berizin

foto Satpol PP saat datangi panti pjet tak berizin

foto Satpol PP saat datangi panti pjet tak berizin

Terkait Pajak dan Perizinan, Masih Ada Panti Pijat di Kota Kediri Yang Masih Tak Berizin

foto Satpol PP saat datangi panti pjet tak berizin

Kediri, Sekilasmedia.com – Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum ( Kabid Tantribum ) Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, mengatakan berpijak pada dasar Perda no. 1 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Tim Jaring Pendapatan Asli Daerah ( J-PAD ) Satpol PP Kota Kediri melakukan sosialisasi, pembinaan dan penertiban ke beberapa Panti pijat.

Kegiatan yang bertujuan dalam rangka peningkatan ” Pendapatan Asli Daerah ( PAD)”  Kota Kediri tersebut dilakukan pada Kamis 09 Januari 2020 mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai. ” Ada beberapa panti pijat yang kita datangi,” kata Nur Khamid, Jumat ( 10/01/2020 ).

Dijelaskan, pertama, sasaran yang didatangi adalah ” Pijat Mak Erot “, yang berada di Jalan dr. Saharjo, No. 53 Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Setelah diperiksa/ dicheck pihak Tim J-PAD Satpol PP Kota Kediri, pihak pelaku usaha  ( pengelola ) meskipun perijinan sudah ada, tapi pajak daerah belum bayar.

Yang kedua, ” Pijat Dylla Ashiatshu “, yang berada di Jalan Semeru 246, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Setelah diperiksa/dicheck pihak Tim J-PAD Satpol PP Kota Kediri, hasilnya perijinan sudah ada namun pajak daerah belum bayar.

Yang ketiga, ” Pijat Akeno “, yang berada/ berlokasi di Jalan Kapten Tendean, No. 254 b, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Setelah diperiksa pihak Tim J-PAD Satpol PP Kota Kediri, hasilnya yaitu untuk perijinan dalam proses perpanjangan, sedangkan pajak daerah sudah bayar.

Kemudian, sehubungan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan bisa berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Kediri. ” Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi, pembinaan dan penertiban  secara berkesinambungan / kontinu bagi pelaku usaha apapun,” ujar Nur Khamid.

Pihaknya menghimbau bagi pelaku usaha agar dapatnya tertib ijin dan tertib bayar pajak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(hernowo)

Share :

Baca Juga

Kriminal

2 Pelaku Pencuri Motor Dibekuk Polisi, Satu Pelaku Ditembak Kakinya

Kriminal

Polsek Kutasari Ringkus Pelaku Pencurian Spesialis Handphone.

Kriminal

Guru Ngaji Cabul, Terancam Penjara 15 Tahun
Polisi Ringkus Mahasiswi Pembuang Bayi  Denpasar - Tim Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuang jasad bayi berkelamin laki-laki yang ditemukan warga di dalam kubangan sebuah bangunan gedung mangkrak di Jalan PB Sudirman, Denpasar, pada Jumat (19/7) lalu. Belakangan diketahui, pelaku merupakan ibu kandung sang bayi bernama Simpora Dobe (20) asal NTT, bahkan perempuan yang masih bersetatus mahasiswi semester II di salah satu kampus ternama di seputaran Denpasar ini terancam pidana 15 tahun penjara.  Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, bersama Wakapolsek Denpasar Selatan, AKP Rusiah dan Kanit Reskrim Iptu Hadi Mastika mengatakan, pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka atas kerja keras tim yang menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi di TKP.  " Tersangka masih berstatus sebagai mahasiswi disebuah lembaga pendidikan berbasis informatika, " ujar Kombes Ruddi, di Mapolresta Denpasar Kamis (1/8). Lanjut dijelaskan, dari hasil interogasi polisi, tersangka mengaku hamil di luar nikah setelah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan kekasihnya berinisial PW, yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Kini beban moral harus ditanggung sendiri dan sesal sudah tidak ada guna. Pun juga hari yang tak diharapkan datang tepat pada Jumat sekira pukul 09.30 Wita, tersangka Simpora yang saat itu tengah mengikuti ujian di kampus, tiba-tiba merasa sakit perut, karena tidak tahan ia pun pergi ke kamar mandi. Setiba di kamar mandi perempuan muda asal NTT ini langsung melahirkan yang tak berselang lama dibuat panik campur takut setelah mendapati suara tangisan sang bayi. Untuk menghentikan suara tangisan bayinya, tanpa fikir panjang ia langsung membekap mulut sang bayi sampai tak bergerak. " Tersangka ini tega membunuh darah dagingnya sendiri. Dimana mulut sang bayi dibekap sampai benar-benar tak bersuara dan bergerak, " ungkap Kapolresta. Lebih lanjut Kombes Ruddi memaparkan, setelah memastikan jika sang bayi telah menggal, selanjutnya jasad bayi malang tersebut dicuci untuk menghilangkan bercak darah ditubuhnya. Kemudian bayi yang telah bersih itu dibungkus menggunakan jaket yang saat itu dikenakan tersangka. " Karena tak ingin aksinya diketahui, jasad bayi tak berdosa itu pun langsung dibuang di sebuah kubangan bangunan mangkrak, yang jarak dari kampusnya sekitar 30 meter, " pungkas perwira dengan tiga melati emas dipudak ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bersama barang bukti digelandang ke Mapolresta Denpasar. Tersangka juga dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI. Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kriminal

Dua Pelaku Pembuang Bayi Ternyata Mahasiswi di Lembaga Pendidikan Berbasis Informatika

Kriminal

PELAKU DAN PENADAH PENCURI MOTOR DIGLANDANG POLISI.

Kriminal

EMAK EMAK PENCURI CELANA DI PASAR, DITUNTUT JAKSA 2 TAHUN

Kriminal

Berbekal Sabit, ABG Tega Melukai dan Rampas HP Santri Ponpes
Periksa 4 Orang Saksi Kasus Ijasah Palsu, Markus Mengaku Terima Uang 1 Juta

Kriminal

Periksa 4 Orang Saksi Kasus Ijasah Palsu, Markus Mengaku Terima Uang 1 Juta