HOME // Daerah

Jika Tidak Ingin Rumah Dilabeli ‘Keluarga Miskin’ Dihimbau Bagi Keluarga Mampu Mengundurkan Diri

 
    Rabu14 Januari 2020
Jika Tidak Ingin Rumah Dilalabeli 'Keluarga Miskin' Dihimbau Bagi Keluarga Mampu Mengundurkan Diri
foto Petugas Dinkes lakukan penempelan sticker keluarga miskin di setiap rumah yang dikategorikan keluarga miskin

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Untuk mengetahui Keluarga yang benar-benar tidak mampu, kepala Dinas Sosial Lumajang Dewi Susiyani menyampaikan, Penandaan rumah ‘Keluarga Miskin’ pada setiap tembok rumah yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bagi keluarga yang di nilai mampu harap untuk mengundurkan diri, Selasa (14/01/2020).

“Dari informasi para pendamping PKH, sudah ada beberapa keluarga yang merasa mampu, siap mundur setelah adanya program labelisasi ini. Akhir Januari akan kita evaluasi. Karena informasi dari teman-teman pendamping PKH, ada beberapa yang akan mundur,” kata Dewi Susiyani.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Bupati Thoriqul Haq bersama Wabup Ir. Indah Amperawati secara simbolis telah mengawali program ini pada awal Desember 2019 lalu. Pada saat itu bupati menandai sejumlah rumah di Kelurahan Jogotrunan dengan tulisan ‘Keluarga Miskin’ menggunakan cat semprot.

Pihaknya, saat ini masih belum menerima laporan resmi berapa jumlah keluarga yang mundur setelah adanya program labelisasi tersebut. “Belum ada laporan yang masuk warga yang mundur,” ungkapnya.

Bupati juga berstatemen dalam akun medsosnya beberapa waktu lalu, Kenapa ini kami lakukan..? Saya perlu ada percepatan menyelesaikan persoalan tidak tepatnya sasaran bagi para penerima PKH di masyarakat. Dan cara yang cepat itu adalah, dengan mengundurkan diri bagi penerima PKH yang mampu. Apa ada cara lain..? iya ada, melalui sensus ulang, melalui mekanisme yang di atur kementrian sosial. Dan itu butuh waktu yang tidak bisa dalam waktu cepat.

Karena itu, saya akan melanjutkan cara ini, dan berikutnya akan fokus lebelisasi ‘ Keluarga Miskin’ bagi rumah atau keluarga mampu yang terdata sebagai penerima PKH. Dan bagi penerima PKH yang betul-betul tidak mampu tidak kami prioritaskan untuk lebelisasi.

Baca Juga :   Jelang Idul Fitri, Tim Gabungan Sidak Swalayan Maron

Bupati menyarankan, bagi keluarga yang mampu tapi menerima PKH, segera mengundurkan diri dan melaporkan kepada para pendamping PKH di wilayah masing masing.(Maria)

Telah dibaca : 52 kali.