HOME // Daerah

Waspadalah! di Lumajang Virus Mematikan Terus Meningkat

 
    Sabtu14 Januari 2020
Waspadalah! di Lumajang Virus Mematikan Terus Meningkat
Foto Kepala Dinas Kesehatan Lumajang

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Miris setelah diketahuinya bahwa di Kabupaten Lumajang terhitung dari jumblah penderita penyakit HIV atau yang biasa disebut AIDS ternyata terus saja meningkat. Pasalnya mulai dari tahun 2015 hingga 2019, para penderita penyakit AIDS justru malah terus bertambah, bahkan terakhir tahun 2019 lalu telah tercatat bagi penderita mencapai 774 orang. Selasa, (14/01/2020).

Namun adanya program pemerintah yang tanpa harus dipungut biaya (gratis), yakni “Pemeriksaan dan terapi Antiretroviral” yang bersifat rutin bagi para penderita HIV, dengan tujuan agar pemperlambat untuk perkembangan virus di dalam tubuh, akan tetapi bagi para penderita penyakit yang mematikan tersebut, masih banyak yang enggan melakukanya.

Telah tercatat untuk penderita virus HIV di tahun 2019 lalu mencapai 774 orang, dari sekian jumblah total yang diketahui hanya 300 penderita yang aktif dalam mengikuti terapi antiretroviral beserta pemeriksaan secara gratis melalui program pemerintah.

Sehubungan dengan meningkatnya virus mematikan di Lumajang tersebut, Bayu Wibowo IGN, selaku pihak Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, tepatnya pada hari Senin 13 Januari 2020 di Kantor Dinkes Lumajang, menyampaikan pada para awak media bahwa angka untuk penderita AIDS atau HIV terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk data catatan penderita penyakit HIV di Kabupaten Lumajang, mulai dari tahun 2015 : diketahui ada 199 orang, dan untuk 2016 : menurun 128 orang, pada tahun 2017 : maningkat lagi hingga 444 orang, sedangkan tahun 2018 : 380 orang, dan tahun 2019 : 774 orang penderita,” Jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan, bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan agar terhindar dari penyakit HIV yang tergolong penyakit mengerikan tersebut.

“Kita selalu melakukan sosialisasi pada sekolah-sekolah dan ditempat-tempat umum lainnya, Jika merasa terinfeksi penyakit ini segera datangi dokter atau petugas kesehatan,”Terangnya.

Baca Juga :   SALAH SATU FAKTOR PENTING PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN

Menurut Dr. Bayu, penularan penyakit HIV bisa melalui hubungan seksual, selain itu juga melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Oleh karenanya jangan berganti-ganti pasangan, dan untuk penggunaan jarum suntik juga dilarang bergantian, umumnya para pengguna narkoba, virus akan masuk pada jaringan kulit yang rusak seperti terluka dan tergores,”katanya.

Masih menurutnya, dengan penanganan yang baik, orang tua yang menderita HIV jika dalam kondisi mengandung. Anaknya juga belum tentu tertular. “Penderita HIV, perempuan, juga memungkinkan untuk melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari infeksi,”Ujarnya.

“Tentu hal ini jika si ibu yang menderita HIV, harus mendapatkan penanganan medis yang baik,saat melahirkan memakai cara operasi. Karena jika melahirkan dengan cara normal di khawatirkan ada luka hingga bayinya tertular, bagi penderita yang meninggal dunia aman bagi yang memandikan setelah tenggang waktu 4 jam, karena virus ini mati dengan sedirinya dalam bangla waktu 4 jam setelah si penderita meninggal dunia,”Imbuhnya.

Saat ini menurut Dr. Bayu, untuk memperlambat HIV berkembang biak dan menyebar di dalam tubuh bisa dilakukan dengan pengobatan yang teratur, yaitu dengan terapi antiretroviral. Sampai saat ini memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi virus HIV.

“Terapi antiretroviral itu hanya membantu memperlambat perkembangan virus di dalam tubuh. Sehingga, orang yang terinfeksi dapat menjalani hidup lebih lama. terapi antiretroviral ini harus dijalani seumur hidup,”Pungkasnya. (Shelor).

Telah dibaca : 28 kali.