HOME // Daerah

Keberhasilan Desa Sapi Kerep Tidak Diikuti Dengan Pemanfaatan Anggaran Sesuai Pos Yang Telah Ditentukan

 
    Senin16 Januari 2020
Keberhasilan Desa Sapi Kerep Tidak Diikuti Dengan Pemanfaatan Anggaran Sesuai Pos Yang Telah Ditentukan
foto Keberhasilan Desa Sapi Kerep Tidak Diikuti Dengan Pemanfaatan Anggaran Sesuai Pos Yang Telah Ditentukan

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Keberadaan Desa Sapi Kerep kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo yang berada di lereng wilayah gunung Bromo Tengger, bolah dikatakan semakin mengalami kemajuan, baik sektor pembangunan maupun terobosan yang mengarah pada peningkatan perekonomian warga. Namun dibalik keberhasilan yang telah dicapai tersebut, ternyata menyisakan persoalan yang selama ini tidak pernah terpublikasikan.

Pasalnya pemerintah desa setempat diduga tidak komitmen menyalurkan pos anggaran yang diambil dari Dana Desa (DD) maupun Angggran Dana Desa (ADD) yang bernilai hingga milyaran rupiah per tahun. Sebut saja penyaluran anggaran untuk pengelolaan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang selama ini dibawah naungan desa, hingga hampir 5 tahun berjalan dinilai belum menampakkan hasil yang maksimal.

Lebih parah lagi, ternyata pemanfaatan bantuan anggaran pemerintah bagi desa yang telah diatur dalam Juknis Permendesa PDTT No 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 dan Anggaran dana Desa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa keseluruhan belanja daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah, ironisnya hingga saat ini Pemdes Sapi Kerep masih belum melaksanakan penyalurannya secara maksimal misalnya pos kesehatan.

Penelusuran terhadap pemanfaatan anggaran untuk pos kesehatan ini dilakukan terhadap beberapa titik posyandu di desa tersebut. Bahkan keluhan atas minimnya BOP ini juga disuarakan oleh sejumlah bidan yang selama ini mengabdikan kemampuan penanganan kesehatan di desa Sapi Kerep. Disampaikan bahwa selama kepemimpinan Kepala Desa Suwandi, yang saat telah berjalan hampir 5 tahun, belum pernah sekalipun mendapatkan insentif sebagai Pokja kesehatan.

Sementara Kepala Desa (Kades) Sapi Kerep, Suwandi saat dikonfirmasi terkait temuan tersebut, menyangkal jika anggaran untuk desa tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :   PAWAI KARNAVAL MAKSIMALKAN POTENSI SENI BUDAYA LUMAJANG

“Semua pos yang ada dalam juknis ADD maupun DD telah disalurkan.”Ujarnya.

Pernyataan Kades Sapi Kerep ini menjadi hal yang kontradiksi saat mendengar keluhan dari beberapa pihak yang seharusnya mendapatkan kontribusi atas upaya memajukan desa ini melalui kelompok kerjanya. Investigasi masih akan dikembangkan. (Sf/Rul)

Telah dibaca : 37 kali.