Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Kamis, 23 Januari 2020 - 02:38 WIB

Ketua DPP PGRI Angkat Bicara,Guru Honorer Lumpuh

Foto

Foto

Ketua DPP PGRI Angkat Bicara,Guru Honorer Lumpuh

Foto Ketua PGRI, Unifah Rosyidi

Palangka Raya, Sekilasmedia.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyayangkan rencana penghapusan tenaga honorer menjadi Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). PGRI menilai jika tidak ada guru honorer sekolah akan lumpuh.

“Ya kalau selama dicukupi gurunya. Menghapus tenaga honorer di dalam prinsip menghapus tenaga honorernya, berarti honorer yang eksistingnya ini kan juga harus diselesaikan. Jadi kan kita baca berita ya kedepan tidak boleh ada tenaga honorer, tapi kalau nggak ada tenaga honorer hari ini di sekolah lumpuh ,” ujar Ketua PGRI, Unifah Rosyidi di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020). Dipublikasikan 23/1/20.

Unifah mengatakan penghapusan guru honorer mestinya dilakukan bertahap. Dia juga menceritakan peran guru honorer dalam membantu guru PNS yang hanya sedikit.

“Jadi kan harus dilihat mungkin ada timelinenya, kapan tidak adanya? nah sekarang kalau honorer di satu di daerah gak ada itu lumpuh sekolah, karena hanya ada satu dua guru negeri di sekolah, terbantu karena itu,” katanya.

Selain itu, Unifah juga meminta pemerintah untuk menyelesaikan masalah guru honorer. Dia meminta agar guru honorer diberikan kesempatan untuk mengikuti tes menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Udahlah kita gak usah mendikotomikan, sekarang kita mutu dan kesejahteraan itu harus berjalan seiring, harus ada penyelesaian. Oke silakan teman-teman mengikuti proses dan prosedur yang 35 tahun ke atas ikut PPPK, semua diberi kesempatan, yang lolos silakan, yang tidak lolos ada pilihan-pilihan, ada tenaga administrasi dan lain sebagainya. Tapi posisinya jelas, jangan mereka bertahun-tahun mengabdi tapi posisinya tidak jelas, sekarang tenaga administrasi di sekolah juga tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Bila mau menghapus tenaga honorer dan guru bantu dipikirkan masa depan pegawai honorer mereka juga manusia.

Pemerintah dapat memikirkan solusi terbaik, ingat negara ini negara Pancasila, jangan membuat kegaduhan kedepannya,Negara kita mempunyai kedaulatan, musyawarah, santun buat keadilan yang mendasar sesama anak bangsa Indonesia.(Hadiboy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Main Ancam Aggota DPRD Buleleng Dipolisikan Warga

Daerah

Apel Bersama Dan Operasi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Kembali Digelar Kodim Bojonegoro

Daerah

STOP!!! Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Daerah

Blusukkan dan Edukasi Masyarakat, Sat Binmas Polres Lamongan Maksimalkan Kinerja Bhabinkamtibmas.

Daerah

Disperkim Tuba Turut Memeriahkan HUT Tuba

Daerah

Wali Kota Blitar Buka Acara Penekanan Tugas Implementasi SAKIP dan RB tahun 2022

Daerah

Terkait Pertanggungjawaban Insiden Stadion Kanjuruhan Analis Keamanan Publik Roger P Silalahi Angkat Bicara

Daerah

Tim Satgas Pangan Tinjau Harga Pangan di Pasar Baru Kota Probolinggo