Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Minggu, 26 Januari 2020 - 02:38 WIB

Ngaji Tani Akbar, Regenerasi Tani Penting Dilakukan Untuk Ketahanan Pangan

Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara yang digagas pengasuh Ponpes Genggong

Probolinggo, sekilasmedia.com – Bertempat di Ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ratusan santri dari berbagai daerah di Jatim, Jateng hingga Aceh, berkumpul membahas masalah pertanian, Sabtu (25/01).

Mereka mengikuti acara Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara yang digagas pengasuh Ponpes Genggong, Gus dr. Haris Damanhuri.

Selama 2 hari para santri diajak membahas pengembangan pertanian, mulai dari pemilihan bibit dan benih hingga produksi olahan hasil pertanian. Melalui acara ini, para santri dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan segala bidang, baik kelautan, perikanan maupun peternakan.

“Para santri kami ajak ngaji tani untuk mengembangkan pertanian di seluruh nusantara, agar kedaulatan pangan nasional tercapai, serta menuju kemandirian pesantren,” ungkap Gus Haris. Santri dapat mengelola sumberdaya alam yang ada, lanjut Gus Haris, apalagi Indonesia merupakan negara agraris dan maritim.

“Potensi yang dimiliki Indonesia harus kita kembangkan bersama melalui pondok pesantren,” imbuhnya. Selain kaum santri, ngaji tani akbar itu juga menghadirkan sejumlah pakar pertanian dari perguruan tinggi.

Tujuannya, pengelolaan pertanian di masa mendatang, dapat dilakukan kaum santri dengan perkembangan teknologi tepat guna.

Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS, mengatakan pengembangan pertanian mengikuti perkembangan teknologi. Karena saat ini perkembangan teknologi semakin pesat, hingga dapat menyingkirkan pengelolaan pertanian Konvensional.

“Kegiatan ini sangat tepat dan perlu didukung oleh berbagai pihak,” ujarnya, saat menjadi Keynote Speaker Ngaji Tani Akbar itu.

Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan pertanian, penting dilakukan. Agar petani Indonesia selalu memiliki terobosan dalam pengelolaan pertanian.

Sementara Wadir Politeknik Pembangunan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Dr. Ir. Ismulhadi, MS, menyebut perlunya regenerasi tani nasional.

Sebab setiap tahun semakin banyak petani Indonesia yang beralih profesi lain, hingga semakin mengancam ketahanan pangan, karena minimnya SDM dan tenaga bidang pertanian.

“Petani juga perlu regenerasi. Karena petani kita saat ini semakin berkurang,” tandasnya.(Fahrul)

 

Sumber : Suara Indonesia

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Lebaran SubDenpomV/4-2 Gresik Bersama Managemen Icon Mall Santuni Anak Yatim

Daerah

Deklarasi Janji Kinerja, Rutan Negara Maksimalkan Zona Integritas Tuju WBK – WBBM

Daerah

*Pra TMMD Pok Ternak Mendo Joyo Desa Jembul Terima Bantuan Kambing*

Daerah

Polwan Sidoarjo Baksos dan Layani Vaksinasi di Desa Pesisir

Daerah

Muktamar NU Dipercepat 22 – 23 Desember 2021, Siswahyu Kurniawan: Jangan Ada Perpecahan

Daerah

CSR Sidoarjo Bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kembali Distribusikan BantuanĀ 

Daerah

Bupati Mojokerto Gelar Jum’at Ceria Di MTS Assalam/Ma Islamic Center, Edukasi Rematri Cegah Anemia

Daerah

Bupati Ikhfina Minta Kepala Sekolah di Kabupaten Mojokerto Mampu Adaptasi di Era VUuca