HOME // Daerah

Pemkab Probolinggo Update Korban Kebakaran Kios Bensin Mini

 

    Kamis20 Maret 2020

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Satu hari pasca kejadian luar biasa yang mengakibatkan kebakaran kios bensin mini beserta gudang di bangunan ruko Desa Sebaung Kecamatan Gending, Kamis (19/03) sore yang sebelumnya mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, kini berkembang menjadi dua orang.

Dua warga meninggal yang diketahui bernama Saiful Rosi dan Alimudin ini salah satunya meninggal di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dari awal kejadian dan satu lagi dikabarkan meninggal hari ini Jum’at (20/03) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah sebelumnya dirujuk dari Rumah Sakit Wonolangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto di depan awak media dalam pres release terkait report layanan fasilitas kesehatan di Kabupaten Probolinggo terkait penanganan korban kebakaran, Jum’at (20/03) pagi di ruang pertemuan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo.

Anang menjelaskan bahwa semua korban meninggal maupun yang dirawat dipastikan disebabkan oleh luka bakar mulai level 0% – 90%. Dari total 52 orang korban dalam tragedi tersebut kata Anang, 8 orang diantaranya dilarikan dan dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dimana 1 orang meninggal dunia. Satu orang di Puskesmas Maron, 10 orang di Rumah Sakit Graha Sehat, di Puskesmas Gending sebanyak 18 orang serta 1 orang RS Dharma Husada Probolinggo. Selebihnya 14 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Wonolangan, dimana 4 orang diantaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena kondisinya memburuk akibat luka bakar berat.

“Semua proses rujukan ini sebelumnya telah dibackup oleh tim 119 yang melibatkan ambulans Kabupaten Probolinggo dan Rumah Sakit Wonolangan. Arahan dan kebijakan Bupati Probolinggo bahwa semua biaya yang diakibatkan dari penanganan ini ditanggung oleh Pemkab Probolinggo,” jelasnya.

Baca Juga :   Sempat "Diberitakan" Kini Oplosan Gas LPG Di Babakan Kian Eksis

Lebih lanjut Anang menerangkan atas kebijakan tersebut Pemkab Probolinggo sudah siap dan beberapa rumah sakit swasta juga mendukung kebijakan tersebut yang juga turut menggratiskan. Jika kemudian ada korban lain yang belum melapor dan tidak masuk data diharapkan segera menyampaikan untuk kemudian diberikan pendampingan dan fasilitas pembiayaan.

“Untuk penanganan dan observasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tim kita akan terus mendampingi dan mengawal. InsyaAllah pembiayaannya juga akan di backup oleh Pemkab Probolinggo. Semoga tim medis Rumah Sakit Saiful Anwar bisa memberikan yang terbaik bagi warga kita yang sedang dirawat,” pungkasnya.(fahrul mozza)

Telah dibaca : 234 kali.