Isu Reshuffle : Disebut Layak Jadi Menteri, Gus Haji Mas Sulton Sebut Enggan – SEKILAS MEDIA

Isu Reshuffle : Disebut Layak Jadi Menteri, Gus Haji Mas Sulton Sebut Enggan

Isu Reshuffle : Disebut Layak Jadi Menteri, Gus Haji Mas Sulton Sebut Enggan

 

Foto : Gus Haji Mas Sulthon

 

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Telah berulang kali Gus Haji Mas Sulthon (Gus Ton) Trawas dicalonkan oleh berbagai kalangan dan tokoh untuk berbagai hal. Hingga beberapa waktu lalu setelah pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa jika perlu akan melakukan reshuffle menteri di kabinetnya, berbagai pihak dan tokoh, termasuk Ki Surya Prana Dharma Nusantara, menyebut bahwa Gus Haji Mas Sulthon layak jadi menteri, diantaranya kemungkinan Menteri Sosial. Hal tersebut juga sebagaimana sempat diungkapkan Ki Surya Prana Dharma Nusantara kepada sekilasmedia.com.

Diantara alasan Ki Surya Prana Dharma Nusantara, krena selama ini Gus Ton dikenal banyak bergerak secara diam-diam membantu kalangan yang kurang mampu secara ekonomi. Hingga sekilasmedia.com berusaha cari konfirmasi kepada Gus Haji Mas Sulthon mengenai peluang untuk jadi menteri di tengah isu reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi tersebut. Namun dari orang dekatnya Gus Ton didapat info, bahwa untuk saat ini Gus Ton masih enggan masuk ke dunia politik. Gus Ton juga enggan soal menteri tersebut.

Dari orang dekat Gus Ton yang enggan disebut namanya didapat info bahwa Gus Ton lebih fokus bisnis, menangani bisnis yang juga banyak tersebar di luar negeri, lantas diantara hasil tersebut tak jarang yang digunakan membantu kalangan kurang mampu, lebih-lebih kalangan yatim, fakir miskin, di Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Hal tersebut diberikan dengan dibagikan secara langsung, dengan harapan lebih tepat sasaran, dan hanya berharap ridho Allah SWT karena kata Gus Ton, harta hanyalah titipan Allah SWT.

“Saya selalu mendampingi Gus Ton mencari pengemis di jalan-jalan, mencari musafir yang sedang lelaku jalan kaki untuk diberi infaq/shodaqoh oleh Gus Ton. Juga mencari anak yatim, fakir miskin yang belum tersentuh bantuan untuk disantuni di Jawa maupun luar Jawa,” ungkap orang dekat Gus Ton yang enggan disebut namanya, seraya menyebut diantara prinsip Gus Ton bahwa, “Urip pisan wae, ayo nggawe sing apik-apik ae,” ungkapnya menirukan yang dikatakan Gus Ton.

Dari penjelasan orang dekat Gus Ton tersebut, bahwa Gus Ton fokus bisnis dan membantu orang yang kurang mampu. Hingga masuk akal jika enggan masuk dunia politik, termasuk ketika akan dicalonkan sebagai Calon Bupati di berbagai daerah, bahkan Calon Wakil Gubernur namun hingga kini Gus Ton enggan.

Tidak hanya peduli kalangan yatim, fakir miskin, dan yang kurang beruntung tersebut. Gus Ton juga sangat memperhatikan ketersediaan kitab-kitab yang berhubungan dengan nilai-nilai religi. Di setiap rumah Gus Ton yang ada di Wonocolo-Surabaya, di Bangil-Pasuruan, di Trawas-Mojokerto, di Punden Panggung-Madiun, di Yogya, di Batam, di setiap tempat rumah tersebut terdapat Kitab Kuning (bahasa santri-nya, red.) kitab ber-Bahasa Arab, yang tertata rapi di beberapa almari.

“Tiap hari di rumah manapun Gus Ton berada, selalu membaca kitab-kitab tersebut. Gus Ton juga bilang bahwa walaupun di dunia kita bisnis, tapi tidak boleh meninggalkan kitab-kitab tersebut walaupun misal tiap kali, satu hingga 3 lembar, selalu mutholaah,” ungkap orang dekat Gus Ton, seraya menyebut ratusan Kitab Tafsir, Kitab Hadits, Kitab Fikih ada dalam almari di setiap rumah Gus Ton yang tersebar dimana-mana.

Hal lain yang dijelaskan orang dekatnya, ternyata Gus Ton sekarang juga sedang menyiapkan tempat UZLAH (bahasa santri-nya, red.), jika diberi umur panjang. Uzlah adalah tempat nyepi dalam istilah umum, uzlah untuk di masa tua. Tempat yang disiapkan seluas lima (5) hektar, dalam persiapan lahannya, untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dhohir dan batin. (Siswahyu).

SEKILAS MEDIA