Gasak Uang Nasabah Rp 259 Juta, Residivis Pencurian Pecah Kaca Mobil Diringkus Polisi – SEKILAS MEDIA

Gasak Uang Nasabah Rp 259 Juta, Residivis Pencurian Pecah Kaca Mobil Diringkus Polisi

Gasak Uang Nasabah Rp 259 Juta, Residivis Pencurian Pecah Kaca Mobil Diringkus Polisi

 

Tersangka Angga saat menunjukkan cara dia melakukan kejahatannya dalam keterangan pers, Senin (20/07/2020).

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Residivis kasus pencurian dengan pemberatan diamankan Polisi setelah melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (08/06/2020). Pelaku merupakan residivis spesialis pecah kaca mobil.

Ketiga tersangka adalah Angga Ismawahyudi (30), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Husen R (53), warga Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, dan Hariyanto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, modus operandi yang digunakan pelaku yaitu dengan memecahkan kaca mobil sebelah kiri saat ditinggal korban atau saat korban lengah.

 

“Pelaku mengincar korban yang keluar dari bank dengan membawa tas plastik diduga berisi uang,” ujar Kapolres Mojokerto dalam keterangan pers, Senin (20/07/2020).

Saat korban lengah meninggalkan barang-barang di mobil, pelaku langsung melakukan aksinya memecah kaca mobil dan mengambil tas plastik berisi uang sebesar Rp 259 juta.

Ketiga tersangka juga terbilang profesional karena melakukan tugasnya masing-masing. Angga berperan sebagai eksekutor, menyiapkan busi untuk memecah kaca dan mengambil uang.

 Husen berperan sebagai otak pencurian sekaligus penyedia sepeda motor CBR dan menjadi joki.

“Sedangkan Hariyanto menyiapkan sepeda Yamaha Jupiter MX untuk mengalihkan perhatian tukang parkir,” imbuh Kapolres.

Dalam kasus ini, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, dua buah handphone, kamera CCTV, tas milik pelaku Husen, dan sejumlah pakaian tersangka.

Selain melakukan aksinya di Bank wilayah Mojokerto, para pelaku juga pernah melakukan aksi serupa di Klinik Ngoro pada tahun 2015 dan jembatan layang pasuruan Juli tahun ini.

Mengakhiri press rilis, Kapolres AKBP Dony Alexander mengingatkan agar nasabah meminta bantuan poliso saat melakukan transaksi atau mengambil uang di bank.

“Kami selalu siap memberikan pengawalan,” tegasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (wo/djo)

 

SEKILAS MEDIA