Warga Hadang Dumptruk Diduga Muatan Batubara di Gresik – SEKILAS MEDIA

Warga Hadang Dumptruk Diduga Muatan Batubara di Gresik

Warga Hadang Dumptruk Diduga Muatan Batubara di Gresik

 

Saat warga pendemo aktivitas bongkar muat batubara di GJT mediasi dengan pihak Kepolisian

Gresik, Sekilasmedia.com– Puluhan warga tiga kelurahan di sekitaran wilayah Pelindo 3 Gresik yakni Kemuteran, Kroman dan Lumpur melakukan aksi demo  dengan menghadang beberapa dumptruk yang diduga bermuatan batubara saat melintasi jalan R.E. Martadinata.

Dari pablntauan di lapangan, demo yang dilakukan pada Rabu siang (12/8/2020) berlangsung sampai menjelang petang. Warga sekitar 6 kelurahan tampak bergerombol  beberapa titik memantau aktivitas dumptruk yang melewari jalan raya di wilayahnya dengan pengamanan pihak Polri dibantu dari Koramil Gresik.

Aksi penghadangan dumptruk tampak dilakukan pada siang harinya. 6 buah dumptruk yang di duga muat batubara di berhentikan warga. Dan sempat ada warga yang melihat isi muatan dumptruk tersebut untuk memastikan bahwa yang dimuat itu batubara.

Meski sempat terjadi ketegangan antara warga pendemo dengan aparat kepolisian di depan terminal Malik Ibrahim Lumpur namun bisa diredam dan massa mulai tenang.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan hari ini Polres Gresik menggelar pengamanan di kawasan pelabuhan 3 Gresik.

” Menerjunkan kurang lebih 450 personil gabungan  TNI-Polri. Dan Kami  Polres Gresik mendapat back up dari Polda Jatim, baik DitSamapta Polda Jatim dan Sat Bromob Pkkda Jatim,” sebutnya.

 

Pengamanan ini, sambung AKBP Arief Fitrianto dalam rangka memastikan operasional Pelindo 3 berjalan kembali dengan baik dan masyarakat  bosavtetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Dan kita harapkan,”  Pemahaman bagi masyarakat , aktivitas ini adalah

menggerakkan roda perkonomian di tengah  masa pendemik.

Sehingga nanti apabila masyarakat menyampaikan aspirasi, maka TNI -Polri memberikan fasilitas dan ruang untuk berkoordimasi dengan pihak pelabuhan atau pihak pihak lain terkait tuntutan aspirasi yg disampaikan masyarakat,imbuhnya.

Tentu, lanjut AKBP Arief Fitrianto menyatakan kalau memang masyarakat menghendaki nanti kita jembatani dan juga fasilitasi dengan Pelindo 3 dan perusahaan maupun Pelindo 3 dengan masyarakat.

Terkait di wilayah terdampak yang menurut informasi masyarakat, sebagian masyarakat mengatakan mereka terdampak adanya aktivitas bongkar muat di Pelindo 3

Terkait kontinyuitas penjagaan  atau pengamanan selama demo ini, kembali AKBP Arief Fitrianto menegaskan bahwa kita terus melakukan penjagaan sampai nanti situasi benar-benar kondusif dan operasional berjalan normal. Masyarakat  juga mengerti dan memahami situasi yang ada. ”  Kita melakukan pemahaman ini benar-benar  terjaga dengan baik tidak ada kendala dilapangan,” ujarnya.

Sementara upaya meredam aksi massa agar tidak sampai anarkis, Kapolres Gresik mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pendekatan persuasif  pada masyarakat. Kita jelaskan dan tampung aspirasi mereka.

” Keinginan mereka apa, nanti kita akan coba fasilitasi dan pertemukan antara perusahaan, Pelindo 3 dan masyarakat. Sehingga aspirasi ini bisa tersampaikan dan menemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak . Ini yang kita harapkan,” pungkas AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, menurut beberapa warga Kelurahan Kemuteran yang demo, menyebutkan bahwa demo ini dilakukan secara spontan setelah mengetahui ada aktivitas bongkar muat batubara di wilayah Pelindo 3 tepatnya di Gresik Jasa Tama.

Salah satu narasumber dari warga yang mengaku bernama

Zainuri (60) warga Kroman meminta aktivitas bongkar muat batubara dan dumptruk yang memuat batubara menghentikan kegiatannya jika melewati.jalan R.E Martadinata.

” Karena aktivitas bongkar muat batubara selama ini berdampak pada polusi udara yakni debu. Yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar jalan R.E Martadinata,” terangnya.

Kemudian ditambahkan warga lain, sebut saja Ahmad Andre (27) asal dusun  Blandongan Kelurahan Kemuteran menerangkan bahwa sesuai pertemuan terakhir dengan DPRD Gresik beberala waktu lalu,  kegiatan aktivitas bongkar muat batubara maupun pengangkutan batubara oleh GJT dihentikan.

” Ketua DPRD Gresik, Gus Yani yang menandatangani kesepakatan itu bersama Edy perwakilan GJT kala itu. Dan waraga punya filenya semua. Gus Yani waktu itu, mengarahka agar GJT relokasi atau dipindahkan ke JIIPE. Namun kenapa sekarang ujuk-ujuk (mendadak) aktivitas bongkar muat dan pengangkutan batubara aktif lagi tanpa ada koordinasi dengan warga,” tandasnya.

Terkait aksi demo menuntut Pihak Gresik Jasa Tama menghentikan aktivitasnya, General Manager Pelindo 3 Sugiono menerangkan bahwa kegiatan aktivitas bongkar muat batubara ini di pelabuhan Pelindo 3 mengacu pada rencana induk pelabuhan sesuai Kementrian Perhubungan.

” Yakni melayani curah kering Pelindo 3 bekerjasama dengan Gresik Jasa Tama pada tahun 1996. Sedang operasional curah kering mulai tahun 2004,” ungkapnya.

Dan hari ini, mulai operasi terminal kegiatan curah kering batubara di Jawa Timur. Dulu terpecah, namun sekarang di Gresik, Surabaya  dan tempat lain dikendalikan jadi satu di pelabuhan Gresik terkait bongkar kayu log dan pelayanan rakyat ke kalimantan dan papua.

Terkait kegiatan bongkat muat dari pelabuhan ke tempat tujuan di kawal polisi dari Polda Jatim, Sugiono menyatakan hal ini sebagai upaya Pelindo menengahi masalah tersebut. Karena  Gresik Jasa Tama menggunakan fasilitas Pelindo 3 dan di dalam area Pelindo 3, sehingga  masuk obyek vital nasional dan perlu pengamanan dari TNI- Polri.

” Pelabuhan obyek vital merupakan pintu gerbang perekokomian dan orang.

Di dalam operasi pelabuhan ada rencana induk pelabuhan yang ditetapkan oleh Kemetrian Perhubungan.  Di mana Gresik dan  pelabuhan Tanjung Perak jadi satu. Sedangkan khusus curah kwring batjbara hanya di Gresik. Semua itu,terkait kajian analisa lingkungan dan lain-lain sudah dilakukan intitusi yang kredible dan terakreditasi,” jawabnya.

Dan konsesi antara mitra dan Pelindo 3 telah sitetapkan oleh Kemetrian terkait.

Sementara itu, Edy  Hidayat salah satu Direksi Keuangan dan Umum Gresik Jasa Tama mengatakan tidak menampik kalau memang ada kegiatan bongkar 8000 ton batubara dan hari ini (Rabu 12/08/2020) yang diangkut oleh sebanyak 20 dumptruk.

Namun pihaknya tetap melakukan upaya mengurangi dampak lingkungan yakni polusi uadara berupa debu  yang ditimbulkan dari aktivitas bongkar muat batubara tersebut agar tidak terdampak bagi warga ring 1.

” Saat bongkar muat kita memakai mebran, lalu muatan batubara di truk ditutup terpal kemudian menyiram jalan saat akrivitas angkutan dumptruk melewai jalan R.E Martadinata. Selain itu tidak lupa CSR kepada warga di wilayah ring 1,” ungkapnya. (rud)

SEKILAS MEDIA