Habib Hadi Tunggu Hasil Polling Wali Murid Untuk Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka – SEKILAS MEDIA

Habib Hadi Tunggu Hasil Polling Wali Murid Untuk Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Habib Hadi Tunggu Hasil Polling Wali Murid Untuk Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Di tengah pandemi COVID 19 yang masih mewabah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo punya cara tersendiri untuk menampung aspirasi masyarakat terkait proses pembelajaran anak-anak sekolah

Cara yang dilakukan Pemkot Probolinggo adalah melalui polling wali murid di sekolah masing-masing.

Hal ini disampaikan secara terbuka oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dalam pertemuan secara virtual dan live di media sosial Pemerintah Kota Probolinggo, Jumat (14/08) siang.

Pertemuan secara virtual yang digelar di Command Center itu, juga dihadiri Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati, Asisten Pemerintahan Paeni, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Kiswanto, Kepala Kemenag Mufi Imron Rosadi, Kepala Disdikbud Maskur dan perwakilan OPD terkait.

Secara tegas, Wali Kota menyampaikan tidak memperbolehkan lembaga pendidikan untuk Pendidikan Anak Usia Dini baik itu kelompok bermain atau TK melakukan pembelajaran secara tatap muka. Pasalnya, keputusan ini diambil lantaran anak balita sangat rentan terpapar COVID 19. Rencananya, PAUD baru boleh tatap muka usai vaksin COVID 19 ditemukan.

Sedangkan pembelajaran anak SD kelas 1, lanjut Habib Hadi, ada kendala karena mereka harus belajar menulis dan membaca.

“Boleh tatap muka tapi harus sangat ketat protokol kesehatannya dan jumlah anak terbatas di satu ruangan kelas. Dan, orangtua harus ikut mendampingi. Kelas 1 SD kalau daring (dalam jaringan) itu memang agak kesulitan,” Jelas Habib Hadi.

Sementara itu, untuk SD dan SMP akan dikembalikan kepada wali murid apakah mereka setuju atau tidak pembelajaran tatap muka.

“Kami serahkan sepenuhnya hasil polling wali murid di masing-masing sekolah. Kami tidak akan memaksa. Beri kami masukan dan akan kami persentase,” imbuh Habib Hadi.

Jika di lapangan ditemukan permasalahan anak yang tidak punya android, habib hadi mempersilahkan anak tersebut datang ke sekolah untuk mengambil tugasnya. Soal paket data, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat sudah memberikan ke masing-masing anak melalui sekolah sejak bulan April lalu.

Menjawab pertanyaan wali murid jika lebih banyak yang setuju tatap muka, Habib Hadi menegaskan, tatap muka bakal diberlakukan aturan secara ketat. Salah satunya, orangtua wajib antar-jemput anak ke sekolah. Jika tidak diantar maka keesokan harinya tidak boleh bersekolah.

Wali kota pun berjanji akan mendatangi sekolah dengan polling terbanyak setuju tatap muka. Ia akan membuktikan sendiri kesanggupan wali murid dan sekolah dalam menerapkan aturan ketat selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Sebenarnya, saya pribadi setuju pembelajaran daring. Tapi, saya tidak ingin dibilang merusak tumbuh kembang anak. Maka saya mengajak diskusi live di medsos ini agar tidak ada pro dan kontra tentang kebijakan pemerintah kota,” jelas Wali Kota Probolinggo.

“Sehingga dikembalikan ke masing-masing lembaga, jika banyak yang setuju tatap muka saya akan turun ke lokasi memastikan. Karena saya ikut bertanggung jawab sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID 19 di Kota Probolinggo. Memang tidak ada sistem dan skema yang tepat, akan kami evaluasi untuk perbaikan karena saya tidak ingin kebijakan yang diambil justru menimbulkan lonjakan (kasus konfirm COVID 19),” Tambahnya.

Pada kesempatan itu, kemenag menjelaskan pembelajaran di lembaga dibawah naungannya tidak melaksanakan tatap muka karena banyak wali murid yang tidak setuju. Selain itu, kemenag pusat juga mengingatkan agar daerah yang belum berstatus zona hijau tidak memaksakan diri untuk pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Kiswanto mengungkapkan pembelajaran di tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur akan melakukan pembelajaran tatap muka mulai 18 Agustus mendatang di SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 2.

“Aturannya pun sangat ketat. Yang masuk nanti 25 persen, 75 persen tetap daring,” katanya. (Septyan)

SEKILAS MEDIA