Pilbup Sidoarjo 2020 Mengerucut 3 ‘Blok’,Kelana Aprilianto Dan Taufiqulbar Unggul Sementara – SEKILAS MEDIA

Pilbup Sidoarjo 2020 Mengerucut 3 ‘Blok’,Kelana Aprilianto Dan Taufiqulbar Unggul Sementara

Pilbup Sidoarjo 2020 Mengerucut 3 ‘Blok’,Kelana Aprilianto Dan Taufiqulbar Unggul Sementara
Foto: Siswahyu, Kelana Aprilianto, M.Taufiqulbar, dan Mustofa

 

SIDOARJO, Sekilasmedia.com – Jumlah nama Calon Bupati Sidorjo tahun 2020 yang akan bertarung pada Pilbup 9 Desember 2020, telah kian mengerucut pada tiga (3) ‘blok’ yang masing-masing dipimpin pula oleh tiga besar partai politik pemenang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 yaitu PKB yang memiliki 16 kursi, lalu PDIP dengan 9 kursi, kemudian ada Gerindra yang memiliki 7 kursi diantara 50 kursi DPRD Sidoarjo periode 2019-2024.

Namun diantara tiga ‘blok’ tersebut yang hingga untuk sementara ini menang dengan ‘mencuri’ start maupun kesiapan adalah dua tokoh yang kini dikenal diantara kalangan muda dan kalangan wanita serta Ibu-Ibu, sebagai Duo Ganteng Cabup-Cawabup Nasionalis-Relegius yang juga memiliki kekentalan dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan Ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dua tokoh yang dikenal sebagai Duo Ganteng Nasionalis-Relegius, H. Kelana Aprilianto SE (Mas Kelana) yang memang lahir pada bulan April itu, dan H.M. Taufiqulbar S.Si, M.Si, dengan arah dukungan sementara dari PDIP dan PAN serta beberapa partai non-parlemen. Hal tersebut kurang-lebih diungkapkan Mustofa pemerhati masalah sosial Gerbangkertosusilo yang juga salah satu aktivis kawakan Jatim, dalam diskusi terbatas di kemarin (14/08/2020).

Duo Ganteng Nasionalis-Relegius Kelana Aprilianto dan Taufiqulbar itu unggul sementara, menurut Mustofa, diantaranya lebih dulu memiliki sinyal pengusungan yang paling kuat, lalu sudah memiliki gambaran sebagai pasangan Cabup-Cawabup, dan bahkan dikenal sangat pro aktif hingga tak jarang diantara kalangan muda dan wanita serta Ibu-Ibu menyebutnya Duo Ganteng Nasionalis-Relegius. Kemudian juga muncul elemen-elemen yang memiliki kecenderungan diam-diam bergerak, seperti Komunitas Wedok Sidoarjo, Pemuda Garuda Bersatu Sidoarjo, Komunitas Arek Sidoarjo, dan banyak elemen lain yang telah lebih awal beredar.

“Sedangkan untuk Bambang Haryo Soekartono yang pada awal-awal didukung Gerindra dengan 7 kursi, dan kemungkinan Golkar 4 kursi, kini belum tahu,” ungkap Mustofa seraya menyebut jika Cabup-Cawabup yang muncul dari tiga ‘blok’ tersebut saja, Kelana Aprilianto dan Taufiqulbar bisa lebih unggul, apalagi di PKB ada gejolak dengan penangkapan oleh KPK terhadap Saiful Ilah PKB. Sehingga menurut Mustofa, di kalangan bawah hingga atas Sidoarjo pun bergejolak soal penentuan Cabup-Cawabup salah satunya harus dengan kriteria tertentu yang bisa menimbulkan perpecahan grass-root.

Terpisah Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Politik menyebut sepakat adanya kemungkinan mengerucutnya jumlah Cabup-Cawabup Sidoarjo 2020 menjadi tiga ‘blok’. Menurut Siswahyu Kurniawan bisa saja nanti koalisi yang terbentuk adalah Gerindra dan Golkar dengan total minimal 11 kursi, kemudian PDIP dan PAN dengan minimal 14 kursi, lalu PKB dengan minimal 16 kursi yang masih mungkin mendapat tambahan dari Nasdem dua (2) kursi.

“Sekadar mengingatkan, di DPRD Sidoarjo ada 50 kursi. PKB memiliki 16 kursi, lalu PDIP (9), Gerindra (7), PAN (5), Golkar (4), PKS (4), Demokrat (2), Nasdem (2), dan PPP satu kursi,” pungkas Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto ini.  (Sis)

SEKILAS MEDIA