SSB Sinar Mas Juara 2, Friendly Game ‘Cup’, Empat Unggulan Bersama Sinar Brantas, Lentur, Phoenix – SEKILAS MEDIA

SSB Sinar Mas Juara 2, Friendly Game ‘Cup’, Empat Unggulan Bersama Sinar Brantas, Lentur, Phoenix

SSB Sinar Mas Juara 2, Friendly Game ‘Cup’, Empat Unggulan Bersama Sinar Brantas, Lentur, Phoenix
Foto: SSB Sinar Mas U-17 Juara 2 Friendly Game ‘Cup’

MOJOKERTO, Sekilasmedia.com-Dalam situasi-kondisi yang masih ‘remang-remang’ soal Corona Virus Disease-2019 (Covid-19), kegiatan olahraga (termasuk sepakbola, red.) sebagaimana diakui kalangan ahli kesehatan merupakan salah satu cara antisipatif penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi berbagai macam penyakit tak terkecuali Covid-19. Tentu dengan ikhtiar Phsychal Distancing. Dengan begitu adalah sesuatu yang tepat jika para pesepakbola anak, usia muda, tetap diberi kesempatan untuk suatu turnamen-turnamen singkat misal yang diadakan dalam satu hari selesai. Kurang-lebih hal tersebut diungkapkan R. Tri Harsono Forum Peduli Indonesia – Olahraga Sehat (FPIOS), Sabtu (22/08/2020).

R. Tri Harsono pun mengapresiasi Friendly Game ‘Cup’ U-17 Agustus 2020 yang diadakan di Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto hari ini (Sabtu 22/08/2020) dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 (17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2020) dengan empat tim masuk unggulan yaitu SSB Lentur, SSB Sinar Mas, SSB Phoenix, SSB Sinar Brantas. Juara 1 diraih SSB Lentur, dan Juara 2 SSB Sinar Mas. Menurut R. Tri Harsono, dirinya lebih mengapresiasi karena Friendly Game ‘Cup’ diadakan hanya dalam satu hari (hari ini saja, red.) langsung selesai. Menurutnya konsep semacam itu perlu dikembangkan dalam situasi-kondisi Covid-19 ini, dalam arti perlu terus diadakan semacam ‘turnamen’ pertandingan persahabatan (friendly game) yang diadakan dalam satu hari selesai karena juga akan tetap menjaga para pesepakbola anak, usia muda, untuk tercover namun juga tetap memberi kesempatan mereka bermain.

“Para pesepakbola anak, usia muda, kalau terlalu lama tidak ada pertandingan-pertandingan justru bisa rawan bagi kesehatan mereka, bisa menjadikan stress. Hal ini juga perlu dipahami oleh para penguasa, juga para Gugus Tugas Covid-19 agar tidak represif dan agar tidak terkesan mengekang,” ungkap R. Tri Harsono.

Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Sepakbola yang juga pemerhati soal sepakbola anak, usia muda, kurang-lebih mendukung apa yang disampaikan R. Tri Harsono. Menurut Siswahyu Kurniawan, kalangan yang merasa berpengalaman di bidang sepakbola perlu pula memahami hal tersebut, lebih-lebih dalam suasana Covid-19. Apalagi pesepakbola U-17 maupun U-16 dan sekitarnya merupakan usia transisi, dimana akan terjadi penurunan jumlah pesepakbola secara drastis pada level tersebut. “Dan para pihak di Mojokerto yang lebih berpengalaman, kini saatnya menangani sepakbola dengan lebih terkonsep meskipun soal gagal ataukah berhasil itu urusan Tuhan. Tapi yang penting agar lebih serius, dan juga ikhtiar agar bukan manipulasi dan tipu-tipu,” ungkap Siswahyu Kurniawan seraya menyebut bahwa di Mojokerto sebenarnya cukup banyak bibit pesepakbola namun sayang kebanyakan mereka muncul secara alami dan karena ‘jaringan’ sendiri, dengan minimnya suport dari pihak-pihak terkait yang harusnya peduli pembinaan termasuk pemerintah daerah beserta jajarannya, bahkan organisasi yang harusnya ‘berwenang’ urusan sepakbola.

Siswahyu Kurniawan pun menyebut beberapa nama yang kebetulan ikut dalam Friendly Game ‘Cup’ di Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Diantaranya yang diajak memperkuat SSB Lentur (yang meraih Juara 1 dalam turnamen tersebut, red.) terdapat sejumlah nama yang merasakan atmosfir Liga 1 nasional, yaitu Liga 1 U-16 Elite Pro Academy/EPA. Dan mereka adalah salah satu bagian potensi pesepakbola nasional masa depan, diantaranya adalah Wahyu Agung (Persebaya U-16 Elite Pro Academy/EPA, yang juga pernah Timnas U-16 asuhan Bima Sakti), lalu Reza (Bhayangkara FC Liga 1 U-16 EPA), dan Dustin Persela Liga 1 -U16 EPA.

Diluar itu juga ada nama Ahmad Dzaki Akmal Yuda yang pernah di Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16, kemudian juga pernah di Klateng Putra U-16 Elite Pro Academy (Februari – April 2019) pada saat Festival Filanesia U-16 Elite Pro Academy di National Youth Training Center PSSI di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kemudian sejak April 2019 hingga kini (2020) Ahmad Dzaki Akmal Yuda tergabung Persebaya U-16 Liga 1 U-16 Elite Pro Academy. Namun rencana pelaksanaan kompetisi Elite Pro tahun 2020 ini ditiadakan karena Covid-19. Bahkan Ahmad Dzaki Akmal Yuda mendapat peluang ke SMA Ragunan dan ke Malaysia, namun terhenti pula karena Covid-19.

Menurut Siswahyu Kurniawan dengan salah satu potensi-potensi pesepakbola anak, usia muda, Mojokerto tersebut jika pihak pemerintah peduli dan PSSI masing-masing tahu arah, kemudian didukung berbagai pihak, akan bisa ikut mencuatkan para pesepakbola tersebut secara lebih terprogram dengan mengawal mereka. Akan tetapi Siswahyu Kurniawan menyayangkan banyak pihak itu yang tak serius, dan cenderung hanya terjebak formalitas.

“Segala lini di Mojokerto, atau di daerah lain manapun, harus mau berbenah, mau melakukan evaluasi diri secara objektif. Jadi bukan sok-sokan, bukan gontok-gontokan, tapi benar-benar peduli, dan bukan pura-pura peduli,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang kebetulan saat ini juga dipercaya sebagai Sekretaris pada Komite Pemilihan (KP) untuk KLB Askot PSSI Mojokerto Agustus 2020 ini. Bahkan Siswahyu Kurniawan menyebut, jika kompak, optimis justru bisa menangani salah satu tim Liga 1 Elite Pro Academy.

Sekadar catatan, SSB Sinar Mas U-17 binaan Artiyan dan Tris yang Juara 2 dalam Friendly Game ‘Cup’ U-17 Agustus 2020 di Mojotamping tersebut dilatih Coach Nono dan Coach Hadi, diperkuat sejumlah pemain. Diantaranya adalah Mamad, Gangsar, Tian, Firman, Nanda, Adriyan, Redo, Saipul, Ilham, Ilham Mbape, dan Alip. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Sis).

SEKILAS MEDIA