Gus Ton Layak Dapat Rekor Dunia “Lifetime Achievement” Seperti Chris John Petinju Juara Dunia kata Paulus Pangka – SEKILAS MEDIA

Gus Ton Layak Dapat Rekor Dunia “Lifetime Achievement” Seperti Chris John Petinju Juara Dunia kata Paulus Pangka

Gus Ton Layak Dapat Rekor Dunia “Lifetime Achievement” Seperti Chris John Petinju Juara Dunia kata Paulus Pangka

 

Foto: Gus Haji Mas Sulthon (Gus Ton)

SEMARANG, Sekilasmedia.com – Sangat banyak sekali penghargaan ataupun REKOR DUNIA yang sebenarnya bisa didapatkan oleh Gus Haji Mas Sulthon (Gus Thon/ Gus Ton) tokoh asal Jawa Timur (yang memiliki banyak rumah di berbagai daerah di Jawa Timur maupun di luar Jatim, red.), tidak hanya dalam satu bidang penghargaan yang bisa didapat namun bisa berbagai bidang. Bahkan ada yang untuk satu bidang saja bisa mendapatkan beberapa penghargaan Rekor Dunia, termasuk dari MURI (Museum Rekor Indonesia yang didirikan Jaya Suprana Jamu Jago, red.) dan LEPRID (Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia pimpinan Paulus Pangka, red.).

Namun Gus Ton tidak mudah untuk menerimanya, dan tidak untuk semua hal Gus Ton mau menerima penghargaan. Juga menjadi salah satu keunikan Gus Ton.

Hingga salah satunya oleh media dan masyarakat, ada inisiatif mengusulkan banyak hal yang dilakukan Gus Ton agar mendapatkan berbagai penghargaan, juga Rekor Dunia termasuk ke MURI dan LEPRID, meskipun Gus Ton tidak berkenan jika harus menerima semua jenis penghargaan itu. Hal tersebut juga dikaji LEPRID pimpinan Paulus Pangka.

Hingga kemudian ada penghargaan sehubungan dengan wayang kulit yang Gus Ton berkenan menerimanya (dari Rekor Dunia MURI, dan Rekor Dunia LEPRID, red.) itupun dengan alasan-alasan tertentu, terutama pertimbangan Gus Ton agar pihak-pihak lain juga lebih peduli nguri-nguri budaya, khusus nya wayang kulit dan nanggap, apalagi di tengah situasi-kondisi Covid-19 walaupun dengan virtual online tanpa penonton di tempat.

“Yang sebelum ada Covid-19 sudah ada niat dan keinginan nanggap wayang kulit, monggo silakan mestinya tetap nanggap untuk membantu kehidupan ekonomi para kru wayang kulit akibat efek Covid-19. Meskipun nanggapnya pakai daring atau virtual online saja tanpa penonton di tempat, sesuai Protokol Kesehatan,” ungkap Gus Ton dalam beberapa kesempatan menghimbau, namun Gus Ton sendiri telah memberikan contoh dengan sering nanggap wayang, meskipun dengan cara online virtual di tengah pandemi covid 19 yang di live streaming DG CHANNEL dan 6 Channel yang lain nya dengan jutaan pemirsa online.

Diantara itu saat Gus Ton ‘nanggap’ wayang kulit dalam rangka Dirgahayu HUT NKRI ke-75 dan dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharram/Syuro 1442 H, memprakarsai dan menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Virtual Online 7 Malam.

Hal tersebut yang kemudian juga menjadikan Gus Ton mendapatkan penghargaan yang standar Rekor Dunia MURI DAN LEPRID. DI MANA SEJAK ZAMAN KEMERDEKAAN NKRI 17 AGUSTUS 1945 SAMPAI SEKARANG BELUM PERNAH ADA YANG MEMPERINGATI DIRGAHAYU RI SELAMA 7 MALAM BERTURUT – TURUT, YA BARU GUS THON YANG MELAKUKAN NYA. INI YANG MENJADIKAN ALASAN UTAMA MURI DAN LEPRID MEMBERIKAN PENGHARGAAN PADA ANAK BANGSA YANG SANGAT MENCINTAI NEGRI NYA YANG BENAR – BENAR JIWA NYA MERAH PUTIH.

Itu Rekor Dunia yang luar biasa. Namun yang dilakukan Gus Ton ada yang lebih luar biasa lagi dari hal tersebut menurut Paulus Pangka, setelah tim Leprid turun lapangan secara langsung melakukan investigasi kegiatan gus ton terutama dalam hal nguri-nguri kebudayaan. Di antaranya kebiasaan Gus Ton nanggap wayang kulit minimal satu (1) kali dalam satu (1) bulan dan terkadang 4 kali dalam sebulan, yang sudah berjalan rutin sejak bertahun-tahun.

Hal tersebut menurut Paulus Pangka merupakan konsistensi yang luar-luar biasa, kepedulian yang luar-luar biasa, prestasi yang luar-luar biasa seperti yang juga diraih beberapa tokoh nasional seperti Chris John petinju Indonesia yang pernah Juara dunia dalam waktu bertahun-tahun lamanya.

Maka Chris John oleh LEPRID mendapat penghargaan LIFETIME ACHIEVEMENT, penghargaan kepedulian seumur hidup yang dilakukan terus-menerus secara konsisten. “Gus Ton juga sangat layak mendapatkan LIFETIME ACHIEVEMENT,” ungkap Paulus Pangka.

Paulus Pangka pun menyebut untuk Gus Ton: LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD Atas Prestasi MAHAKARYA KEBUDAYAAN, INSAN INDONESIA YANG KONSISTEN DAN KONTINYU SERTA BERKOMITMEN TINGGI TERHADAP SENI BUDAYA WAYANG KULIT MELALUI PAGELARAN DENGAN MELIBATKAN PARA DALANG SETIAP PAGELARAN (minimal satu kali dalam satu bulan dan telah diadakan sejak bertahun-tahun). (Siswahyu).

SEKILAS MEDIA