PSSI Jatim Putuskan Tak Gelar Liga 3 2020, Siswahyu Kurniawan Sebut Agar Maksimalisasi Manfaat Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia – SEKILAS MEDIA

PSSI Jatim Putuskan Tak Gelar Liga 3 2020, Siswahyu Kurniawan Sebut Agar Maksimalisasi Manfaat Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

PSSI Jatim Putuskan Tak Gelar Liga 3 2020, Siswahyu Kurniawan Sebut Agar Maksimalisasi Manfaat Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

 

Foto: Siswahyu Kurniawan, Ahmad Riyadh, dan Amir

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Sudah sejak agak lama dari berbagai kalangan internal Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur, secara informal memberikan informasi bahwa untuk kompetisi Liga 3 Jatim (senior) maupun kompetisi-kompetisi lainnya untuk tahun 2020 ini kelihatannya tidak mungkin digelar dengan situasi-kondisi Covid-19 dan kian mepetnya waktu. Namun berbagai pihak klub Liga 3 seperti Persem Mojokerto, Bajul Ijo FC Surabaya dan lain-lain masih terus berharap agar kompetisi Liga 3 Jatim tetap digelar.

Kurang-lebih hal tersebut diungkapkan Siswahyu Kurniawan Media Officer Bajul Ijo FC Surabaya yang juga Media Officer Partner Majapahit Junior Match (MJM) Mojokerto yang membawahi Stadion ‘Mini’ khusus untuk U-12/U-13 kebawah dengan dua lapangan standar nasional masing-masing berukuran 40 meter X 60 meter.

“Jika kompetisi Liga 3 Jatim (senior, red.) dan kompetisi-kompetisi dibawahnya batal digelar tahun 2020 ini, maka perlu sebanyak mungkin pihak atmosfirnya agar ditarik untuk bisa ikut merasakan Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang digelar antara sekitar Mei atau Juni 2021, yang merupakan momen luar biasa untuk mendorong perkembangan psikologis pesepakbola usia muda dan dini. Apalagi Jatim juga kebagian terlibat menangani piala dunia tersebut di Stadion Bung Tomo Surabaya,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku Humor Sepakbola sera buku Bung Karno Dan Pak Harto, dalam sejumlah kesempatan beberapa waktu lalu.

Kini, Kamis (08/10/2020) Asprov PSSI Jatim benar-benar memutuskan meniadakan kompetisi Liga 3 dan kompetisi lainnya pada 2020 ini. Keputusan ini diambil berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih belum teratasi di Jawa Timur dan juga Indonesia. Keputusan tersebit diambil setelah Exco PSSI melalukan rapat yang digelar secara virtual, Kamis (08/10/20) sebagaimana dipublikasikan web Asprov PSSI Jatim.

“Setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak baik itu pemerintah, aparat keamanan, kepolisian dan juga adanya surat dari KONI Jawa Timur, Asprov PSSI Jatim memutuskan kompetisi Liga 3 dan kompetisi lainnya terutama kelompok umur untuk tahun 2020 ini kami tiadakan,” tegas Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, UB, PhD, Kamis (08/10/2020) hari ini.

Dalam hal ini, Asprov PSSI Jatim sebagai induk organisasi cabang olahraga sepakbola dan bernaung dalam KONI Jatim, memperhatikan dan mentaati regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi penularan serta penyebaran Covid-19 terutama di wilayah Jawa Timur.

Ditambahkan, sepakbola salah satu cabang olahraga dengan jumlah penonton banyak serta melibatkan banyak orang maka penundaan kegiatan sepakbola ini sesuai dengan imbauan dari Gubernur Jawa Timur untuk melakukan jaga jarak sosial (social distancing) bagi semua orang untuk mencegah penyebaran dan penularan virus Corona di Jawa Timur.

Menurut Ahmad Riyadh, dengan ditiadakannya kompetisi Liga 3 2020 Jatim, maka untuk selanjutnya Asprov PSSI Jatim akan fokus membantu PSSI menyiapkan gelaran Piala Dunia U-20 2021, khususnya yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Selain itu Asprov PSSI Jatim juga akan lebih dini menyiapkan kompetisi Liga 3 2021 dan kompetisi kelompok umur Piala Soeratin, Sekolah Sepakbola (SSB) dan sepakbola wanita tahun depan.

Sementara itu, Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, menambahkan, ditiadakannya kompetisi pada 2020 ini juga dikarenakan terlalu mepetnya jadwal pertandingan dan persiapan klub Liga 3.

“Sekarang sudah bulan Oktober, praktis hanya ada bulan November-Desember untuk menggelar pertandingan dan ini tidak mungkin selesai bila Liga 3 Jatim digelar. Selain itu banyak klub Liga 3 di Jatim yang mengandalkan dana dari APBD. Pada masa pandemi di mana APBD banyak yang dialihkan untuk Covid-19, tentunya akan menyulitkan bagi klub. Ini dari alasan teknik penyelenggaraan, yang mana membuat kompetisi Liga 3 Jatim akan sulit digelar,” ungkap Amir.

Melihat situasi-kondisi tersebut Siswahyu Kurniawan merespon agar latihan-latihan, ataupun latihan-latihan bersama, dengan Protokol Kesehatan Covid-19 tetap berjalan apalagi menyongsong Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia dan Jatim mendapat bagian ikut menangani di Stadion Gelora Bung Tomo. “Latihan-latihan ataupun latihan-latihan bersama untuk pesepakbola usia dini dan usia muda harus tetap berjalan, untuk ikut serta menyongsong Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia. Ini adalah momentum yang atmosfirnya secara psikologis kami yakin akan menjadi dorongan kuat percepatan pembangunan sepakbola nasional sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga salah satu humas PROJO. (Sis).

SEKILAS MEDIA