Kelana Aprilianto NU Komitmen Beri Dana Rp1 Miliar Per Desa Untuk Rakyat Sidoarjo Makmur Dan Pro BUMDES – SEKILAS MEDIA

Kelana Aprilianto NU Komitmen Beri Dana Rp1 Miliar Per Desa Untuk Rakyat Sidoarjo Makmur Dan Pro BUMDES

Kelana Aprilianto NU Komitmen Beri Dana Rp1 Miliar Per Desa Untuk Rakyat Sidoarjo Makmur Dan Pro BUMDES

 

Foto: BUMDES untuk rakyat desa sejahtera, dan Kelana Aprilianto bersama Dwi Astutik.

SIDOARJO, Sekilasmedia.com – Berbagai dukungan dari berbagai elemen kian hari kian deras untuk Calon Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Cawabup Dwi Astutik (Bunda Astutik) yang diusung PDIP dan PAN (serta didukung enam parpol non-parlemen: Hanura, PKPI, Perindo, PBB, Berkarya dan Gelora, red.).

Dukungan untuk Cabup Kelana Aprilianto diantaranya datang dari generasi muda termasuk Aliansi Pemuda Sidoarjo Keren dan Pemuda Pancasila yang kebetulan akan HUT ke-62 (28 Oktober 1959 – 2020). Juga dari Wong Wedok Emak-Emak di Sidoarjo termasuk di Krian dan sekitar serta lainnya.

Dukungan juga datang dari berbagai elemen NU diantaranya Kyai dan Nyai di Sidoarjo, termasuk dari Gong-e Wong NU “Tim Bintang 9”, bahkan dari putri pendiri NU Machfudhoh Wahab yang juga putri KH. Wahab Chasbullah yang mendirikan NU pada 31 Januari 1926 bersama diantaranya KH. Hasyim Asyari kakek dari KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan lain-lain.

Tak ketinggalan dukungan untuk Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik itu datang dari UMKM-UMKM dan Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara Kabupaten Sidoarjo yang diketuai M.Sulthon dengan sekretaris M.Taufik Wijaya.

Dukungan-dukungan tersebut dari waktu ke waktu meluncur kian deras, kian menguatkan untuk menang bagi Mas Kelana dan Bunda Astutik dalam Pilbup Sidoarjo 9 Desember 2020. Dukungan-dukungan yang sesuai rencana Kelana – Astutik, sekaligus kebetulan sinkron pula dengan sembilan ‘strategi’ yang ditawarkan. Sembilan yang sesuai jumlah dalam NU.

Begitupun rencana Kelana Aprilianto yang telah disampaikan di berbagai kesempatan untuk memberikan dana Rp.1 Miliar tiap desa, mengingat dana APBD Kabupaten Sidoarjo yang tahun 2020 ini Rp.5,1 Triliun dan meningkat tajam dari tahun 2019 yang sekitar Rp.4,8 Triliun. Sehingga jika 322 desa dan 31 kelurahan diberi maka dana yang dikeluarkan dari (dibulatkan) sekitar Rp.350 Miliar. Namun akan bisa signifikan tingkatkan rakyat makmur, juga Badan Usaha Milik Desa (BUMD/BUMDes).

“Kalau saya dipercaya mayoritas dan menang di Pilbup saya siap anggarkan Rp 1 Miliar setiap desa,” ungkap Kelana Aprilianto yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan berjejaring internasional sehingga akan lebih memudahkan untuk memajukan UMKM-UMKM, juga untuk BUMDES-BUMDES untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Kelana Aprilianto juga menyebutkan, ini sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. Tidak hanya itu, Kelana Aprilianto juga yakin dengan anggaran dana tersebut, ekonomi kerakyatan di setiap desa akan semakin kuat dan tumbuh berkembang dengan baik.

M. Sulthon, Ketua DPD Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara yang memiliki ribuan anggota yang tersebar di seluruh desa di Sidoarjo, mendukung gagasan tersebut dan apresiatif. Apalagi Mas Kelana bertekad memperjuangkan kepentingan masyarakat Sidoarjo. “Kami atas nama jajaran pengurus dan anggota Parade Nusantara sangat mengapresiasi tekad Mas Kelana. Utamanya dengan adanya alokasi dana Desa hingga sebesar Rp 1 Miliar,” ungkap M.Sulthon untuk pasangan calon bupati/wakil bupati nomor urut 3 tersebut.

M.Shulton pun menjelaskan misi Parade Nusantara adalah berpihak kepada masyarakat desa. “Parade Nusantara siap kawal janji Mas Kelana. Semoga dapat diwujudkan,” ungkap M.Sulthon, apalagi Kelana Aprilianto pernah menjadi Ketua Parade Nusantara Jawa Timur.

Sekadar catatan, sembilan yang utama dari Cabup Kelana Aprilianto dan Cawabup Dwi Astutik. Sembilan yang mengacu pada sembilan dalam NU.

Pertama ketahanan pangan yang meliputi penguatan pertanian, perikanan, perindustrian, dan ekonomi kerakyatan (UMKM) yang terkoneksi dengan bisnis berbasis startup (digitalisasi marketing).

Kedua penguatan pendidikan formal, informal, dan non formal (TPQ, pesantren dan peduli anak berkebutuhan Khusus). Ketiga kesejahteraan guru, ustad/ustadzah, dan buruh.

Keempat, tata kota dan persoalan kemacetan Sidoarjo – Surabaya. Kelima persoalan banjir dan jalan berlubang. Keenam, persoalan kesehatan, perlindungan ibu dan anak, hingga penurunan angka stunting.

Ketujuh, persoalan sosial yang menyangkut anak jalanan, anak terlantar, dan kemiskinan. Kedelapan, pelestarian budaya. Kesembilan, penguatan pariwisata seperti wisata kampung mandiri, wisata produk unggulan keluarga, wisata religi, dan wisata tempat bersejarah.

Kenapa ada sembilan? Diantaranya karena sesuai jumlah bintang dalam NU.  (Siswahyu).

SEKILAS MEDIA