Maraknya Bangunan di Kota Batu Tidak Mengantongi Ijin IMB, Kasat Pol PP Buka Suara – SEKILAS MEDIA

Maraknya Bangunan di Kota Batu Tidak Mengantongi Ijin IMB, Kasat Pol PP Buka Suara

Maraknya Bangunan di Kota Batu Tidak Mengantongi Ijin IMB, Kasat Pol PP Buka Suara

 

Foto : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Batu, M. Nur Adhim

Batu, Sekilasmedia.com – Masih banyak bangunan tempat usaha yang tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Batu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Batu, M. Nur Adhim mengatakan kepada awak media, Jum’at (4/12) bahwa bangunan tempat usaha yang belum memiliki izin itu ada yang sudah berdiri, sedang dibangun, dan masih akan dibangun di Kota Batu yang dominasi tempat usaha.

“Para pelaku usaha masih banyak melakukan pelanggaran, meskipun sudah ditindak Satpol PP Kota Batu namun masih tetap melakulan pelanggaran, nanti di atas tanggal 12 Desember kita lalukan sidang tipiring yang tentunya kita kordinasi bareng sama Kejaksaan Negeri Kota Batu” terangnya.

Disinggung terkait jumlah pelanggar yang akan mengikuti sidang tipiring yang bermasalah sampai akhir tahun 2020, Kasat Pol PP Kota Batu mengatakan bahwa kisaran 50 pelanggar akan dilaksanakan secara bertahap, yang didominasi oleh pelanggaran banguanan tempat usaha yang tidak mempunyai IMB.

“Sidang Tipiring ini adalah opsi terakhir, yang bertujuan supaya dirinya (pengusaha.red) tidak melakukan pelanggaran dan segera mengurus dokumen keperijinannya” tegasnya.

Menurut Nur Adhim sapaan akrab Kasatpol PP Kota Batu, bahwa sebelum Proses Sidang tipiring, para pelaku Usaha yang melakukan pelanggaran, tempat Usahanya tidak mengantongi IMB, maka dipanggil untuk klarifikasi kebenaranya dan terbukti melanggar, maka akan diberikan surat pernyataan tertulis.

“Dalam pernyataan tertulis itu ada kesanggupan untuk menghentikan segala aktifitas usahanya, sampai tempat usaha tersebut mengantongi IMB. Inilah peran Satpol PP untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi pajak dan restribusi yang belum masuk ke Daerah” urainya.

Dirinya berharap supaya para pelaku usaha yang ada di Kota Batu, supaya tahu terlebih dahulu status tanahnya sebelum melakukan Usaha, supaya nanti tidak terjadi kesalahan.

“Nantinya efeknya akan panjang jika para pengusaha tidak tahu status tanah buat usahanya, bisa dibagun apa tidak, karena mereka harus tahu zonasinya, jangan sampai mengalami kerugian tidak bisa membangun kemudian hari dan menghabiskan biaya besar dan ancaman pelanggaran zonasi adalah pidana” tuasnya. (BAS)

SEKILAS MEDIA