Selamat Hari Raya Idul Fitri .

Home / Daerah

Senin, 14 Desember 2020 - 01:10 WIB

Songgoriti Kini Ditetapkan Menjadi Kampung Konservasi Alam

 

Foto : Walikota Batu saat melepasliarkan satwa burung dikawasan Pine Park Batu.

Batu, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dan Among Tani Foundation (ATF) serta didukung Bank Jatim, menyelenggarakan program satu nama satu satwa, di Songgoriti Kota Batu, sebagai salah satu langkah konservasi alam, menyandangkan predikat tersebut saat perhelatan The Legend of Songgoriti Minggu, (13/12).

Event ini diawali dengan kegiatan jalan sehat pada pukul 07.00 yang diikuti 200 peserta. Terlebih dulu, peserta yang akan berpartisipasi harus mengunduh aplikasi Batu Tracking 19. Setelah melakukan registrasi, muncul barcode yang nantinya akan dipindai oleh panitia.

Usai jalan sehat, diteruskan dengan kegiatan penanaman pohon cemara sebanyak 370 batang pohon di dekat BBPP Kota Batu. Serta pelepasliaran satwa burung sebanyak 144 ekor burung beragam spesies di Pine Park yang dikelilingi hutan pinus. Satwa yang akan dilepasliarkan dipilih sesuai dengan habitat endemiknya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa gerakan semacam ini harus diteruskan. Apapun yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan harus berkesinambungan dengan partisipasi dari segala elemen.

“Harapannya ada manfaat, ada daya wisata di Kota Batu dengan lingkungan bersih, udara sejuk dan sehat. Di Songgoriti ini seperti potongan surga. Mari kita jaga agar tetap asri dan sejuk,” terangnya.

Dalam gerakan konservasi, selain ada kelembagaan, terpenting ialah edukasi kepada masyarakat. Pemahaman ini harus diberikan sedini mungkin. Untuk itu, pihaknya akan memasukkan materi ini dalam muatan lokal pembelajaran di tingkat sekolah.

“Kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan harus diberikan sedari dini. Agar kelak, ada nilai yang terinternalisasi dalam diri masyarakat,” tegas Bhude sapaan akrab Walikota Batu.

Dewanti juga menyampaikan, ada beberapa satwa yang dilepasliarkan, salah satunya burung hantu serta beberapa jenis burung yang lain. selain itu, Pemkot Batu bakal terus melakukan berbagai upaya pelestarian alam secara berkelanjutan, termasuk penanaman pohon.

“Mudah-mudahan Songgoriti bisa menjadi jujukan wisatawan, dengan lingkungan bersih dan sehat. masyarakat juga dihimbau untuk melestarikan alam, dengan membuang sampah pada tempatnya, dan menanam pohon” pungkas Dewanti.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, konsep yang ditanam di Songgoriti akan diperluas ke desa atau kelurahan lainnya. Desa Sumber Brantas menjadi kawasan kedua yang akan dibuat Kampung Konservasi.

Konsep ini lebih difokuskan pada wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Menurutnya, Desa Sumber Brantas sangat perlu tanaman tegakan untuk memecah angin agar menekan dampak kerugian dari terpaan angin kencang yang terjadi pada 2019 lalu.

“Perlu aksi nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dan melarang perburuan satwa di kawasan konservasi agar tak merusak ekosistem,” terang Aries.

Saat pencanangan Kampung Konservasi Songgoriti dilakukan pula penandatanganan komitmen kawasan konservasi yang dilakukan oleh pengurus lingkungan, Kelurahan Songgokerto, dan Forkompimda.

Aries menambahkan, perlu penguatan dari masyarakat setelah ada dorongan dari pemerintah. Gerakan konservasi harus dilakukan secara berkesinambungan tak hanya sebatas seremonial semata.

“DLH mendampingi komitmen yang diikrarakan elemen masyarakat. Konservasi harus memberi manfaat dampak ekonomi melalui pemanfaatan kawasan hutan,” kata Aries.

Lebih lanjut, pengembangan kawasan Songgoriti berbasis konservasi lingkungan bagian dari pelaksanaan amanat UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolalan lingkungan hidup serta visi misi kepala daerah.

Ditetapkannya Songgoriti sebagai Kampung Konservasi, diharapkan bisa memberi perlindungan dan pelestarian hutan. Dan memberi dampak manfaat secata ekonomi dalam bentuk pemberdayaan masyarakat memanfaatkan kawasan hutan.

“Dengan harapan, juga bisa menarik kunjungan wisatawan dan memberi dampak ekonomi, terlebih untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” tuasnya. (BAS)

Share :

Baca Juga

Daerah

Razia Camat Kebomas Bersama Satpol PP dan MUI Kebomas Sasar Warung Remang dan Karaoke

Daerah

Urai Kemacetan, PKL Jalan Gajahmada Segera Tempati Gedung Baru

Daerah

Akhir Masa Jabatan, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Sampaikan Pesan Suka Duka

Daerah

Kades Laban Bersama PT. Hakiki Land Sepakat  Pemakaian Bersama Jalan Desa Di Dusun  Grogol

Daerah

Polresta Sidoarjo Akan Tindak Tegas Perjudian dan Money Politic Pilkades

Daerah

ICK Harapkan Penyidik Transparan dan Presisi Ungkap Kasus Baku Tembak Ajudan Kadiv Propam Hadirkan Saksi Mahkota

Daerah

Wakil Bupati Gresik Bersama REI Salurkan Bantuan Program Bedah Rumah

Daerah

PJ. SEKDA TINDAK LANJUTI KERJASAMA DENGAN BNI