Terkait Pemberitaan Pengurangan Ratusan Karyawan Jatim Park, HRD Manager Jatim Park 1 Buka Suara – SEKILAS MEDIA

Terkait Pemberitaan Pengurangan Ratusan Karyawan Jatim Park, HRD Manager Jatim Park 1 Buka Suara

Terkait Pemberitaan Pengurangan Ratusan Karyawan Jatim Park, HRD Manager Jatim Park 1 Buka Suara

 

Foto : Manager HRD Jatim Park 1 saat kordinasi bersama DPM PTSP yang diwakili Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja Kota Batu.

Batu, Sekilasmedia.com – Terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan pihak Jatim Park Group telah melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap 400 karyawannya, menjadi narasi publik yang simpang siur.

Berkaitan hal itu, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM PTSP) menugaskan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja Kota Batu, Adiek Iman Santoso untuk melakukan klarifikasi di hadapan awak media, Rabu (20/1).

“Terus terang kami datang kesini berdasarkan surat tugas dari kepala dinas bersama-sama dengan pengawas ketenagakerjaan dan transmigrasi dari provinsi Jawa Timur, untuk melakukan klarifikasi sekaligus melakukan pendataan,” terang Adiek Iman Santoso yang akrab disapa Dede.

Alhasil dari hasil klarifikasi pada pihak Jatim Park, Dede mengungkapkan bahwa tidak ada PHK terhadap karyawan, akan tetapi Jatim Park melakukan proses penyesuaian. Ia menganggap diantaranya, satu kontrak habis, kedua pensiun, ketiga resend (berhenti), dan yang keempat pengajuan pensiun dini. Dalam kesempatan ini, Dede juga menyampaikan bahwa tidak ada istilah Holding.

“Jadi sesuai undang-undang ketenagakerjaan bahwa yang memberikan laporan adalah PT atau badan hukum sebagai pemberi kerja dan tenaga kerja selaku penerima kerja. Data yang kita punya, yang disebut dengan Jatim Park Group sebenarnya terdiri dari, ada 7 PT (badan hukum),” beber Dede.

Jadi sesuai undang- undang cipta kerja, lanjut dia, nomor 11 tahun 2020 cluster ketenagakerjaan diformat bahwa pemberi kerja adalah badan hukumnya, dan tidak ada istilah holding. Selanjutnya, fakta kedua yang didapat dari keterangan HRD (Human Resource Departement) bahwa keterangan yang ditulis di media online tidak sesuai. Sebab data yang ada di Jatim Park 1 hanya ada 338 karyawan.

“Jadi tidak mungkinlah, masak jumlah karyawannya 338, terus yang di PHK sejumlah 400 karyawan. Jadi itu yang perlu diluruskan di masyarakat,” tegasnya.

Dede kembali menjabarkan, bahwa sesuai aturan PHK tidak diperkenankan. Ia menilai Jatim Park 1 ada kepatuhan terkait aturan tersebut. Ia menyebut, Jatim Park 1 tidak melakukan PHK terhadap karyawan.

“Namun mereka hanya melakukan rasionalisasi dalam konteks yaitu, pertama habis kontrak, yang kedua pensiun dini, yang ketiga mereka pensiun, dan yang terakhir mereka resend (pengunduran diri). Dan itu memang sudah menjadi hak dari para pekerja,” urainya kembali.

Sementara, saat disinggung adakah kaitannya dengan dampak situasi seperti penerapan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Dede pun kembali menjelaskan bahwa, dampak pasti akan terjadi seperti penurunan pengunjung maupun omzet pendapatan. Namun ia menegaskan perlu adanya pemisahan antara hubungan industrial dengan kondisi pandemi.

“Perlu saya sampaikan bahwa PPKM bukan kebijakan sepihak Pemerintah Kota Batu, tapi itu emang sudah kebijakan dari pemerintah pusat. Seyogyanya memang harus kita patuhi bersama. Mungkin hikmah dari kejadian ini, memang perlu kedepannya perlu sosialisasi lagi,” tutur Dede.

Selain sosialiasi yang dimaksud, Dede juga menyampaikan perlu adanya sosialisasi dan komunikasi yang lebih erat dan lebih baik lagi antara pelaku usaha dan pemerintah. Karena ketika perekonomian terdampak, otomatis hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, baik dari sisi pelaku usaha maupun pemerintah.

Sementara itu, HRD Manager JTP 1, Ferry Fernanda Eka Setyawan, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan pihak Jatim Park telah melakukan PHK terhadap 400 karyawan. Sebab, menurut Ferry, bisa menimbulkan stigma di masyarakat bahwa perusahaan tidak mau lagi dengan karyawan.

“Jadi yang terjadi ada karyawan resend karena kita lockdown kemarin, JTP Group lockdown itukan karyawan tidak betah, dia punya usaha sendiri, dan dia yang mengajukan resend. Itupun mereka saya tanyai apakah usahanya mencukupi. Jika mencukupi, ya saya perbolehkan untuk resend,” terang Ferry.

Ia pun kembali menegaskan bahwa di JTP 1 satu tidak perlu menunggu di kondisi PPKM. Sebab, sebelumnya hampir tiap bulan ada yang melakukan resend. Ferry menyebutkan, untuk saat ini sudah ada sekitar 18 karyawan yang melakukan resend.

“Kalau keseluruhan disebut ada 400 orang seperti itu jelas tidak mungkin, dan saya tidak yakin,” tandasnya. (BAS)

SEKILAS MEDIA