Diduga Lakukan Penipuan dan Peggelapan Tanah Sengketa, Kades Gunungsari Diadukan ke Polisi – SEKILAS MEDIA

Diduga Lakukan Penipuan dan Peggelapan Tanah Sengketa, Kades Gunungsari Diadukan ke Polisi

Diduga Lakukan Penipuan dan Peggelapan Tanah Sengketa, Kades Gunungsari Diadukan ke Polisi
Foto : Irwina Astuti bersama Moch Ainur Rofiq selaku tim Heli SH MH, kuasa hukum ahli waris.

Batu, Sekilasmedia.com – Kepala Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Andi Susilo, diduga melakukan tindakan penipuan dan penggelapan terkait jual beli tanah waris.

Dimana tim kuasa hukum dari ahli waris langsung mengambil sikap tegas, yakni secara resmi mengadukan persoalan tersebut ke Polres Batu, Senin (16/02).

Menurut keterangan Irwina Astuti bersama Moch Ainur Rofiq selaku tim Heli SH MH, kuasa hukum ahli waris mengatakan bahwa, pengaduan yang dialamatkan kepada Andi tersebut, terkait sangkaan penipuan dan pengelapan transaksi jual beli tanah, yang notabene tanah milik ahli waris, yang terjadi pada tahun 2015 silam.

“Sebelumnya, kami sebagai kuasa hukum melakukan somasi kepada Andi Susilo, kemudian tengah mengirimkan surat ke Camat Bumiaji yang di tembuskan ke Wali Kota Batu sebagai atasan yang bersangkutan. Selain itu, juga melakukan pemblokiran ke BPN Kota Batu,” jelas Irwina.

Seiring hal itu, Irwina juga menunjukan bukti pengaduan kepada awak media yang didalamnya tertulis lima ahli waris yang didampingi diantaranya, Mat Jayus (71th) warga Dusun Kandangan RT 07/RW 04, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sullyati (66th) Desa Benderejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Widoantono (46th) Dusun Pager Gunung, RT07/ RW 02, Desa Gunugsari, dan Winingsih (43th) Dusun Brumbung, RT 04/RW 06, Desa Gunungsari, serta Joko Swantoro (41th) Dusun Pagergunung, RT 07/RW 02 ,Desa Gunugsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

“Dari pengaduan resmi yang telah dilakukan, Andi selaku Kades Desa Gunungsari telah diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap tanah ahli waris, yang mana pada tahun 2015 ahli waris mengamanahkan kepada Andi untuk menjualkan tanah dengan kesepakatan saat itu per/meternya senilai Rp 1juta, atau setidak-tidaknya seharga Rp 1,5 Juta,” paparnya.

Dengan berjalannya waktu, lanjut Wina, teradu tidak pernah ada komunikasi sama sekali denga ahli waris. Kurang lebih pada Bulan Desember 2020 ahli waris mendapat informasi bahwa tanah tersebut, telah dijual sama Andi. Mendengar kabar itu, ahli waris langsung menanyakan kebenaranya kepada Andi. Karena pada saat itu, kebetulan ahli waris ada calon pembeli lain terkait tanah tersebut.

“ Ahli waris tersebut mengaku bukannya mendapat penjelasan, Andi malah marah-6marah kepada para ahli waris. Karena tidak ada kejelasan dan Andi juga tidak pernah mengkomunikasikan kepada ahli waris. Sekitar bulan Januari, setelah mereka konsultasi ke Polres Batu dan kebetulan, terkait konsultasinya mereka sempat beredar di beberapa media sosial. Praktis keesokan harinya, Andi telah mendatangi beberapa waris,” urainya.

Kedatangannya Andi saat itu dikawal oleh Babinkatibmas, lanjut Wina, saat itu yang bersangkutan hanya menyampaikan agar menerima uang, dan disebutkan Andi uang tersebut dari hasil penjualan tanah waris. Dengan begitu, Andi mengaku semua para ahli waris sudah menerima uang tersebut.

“Mendengar seperti itu, akhirnya uang yang diserahkan tersebut, diterima oleh salah satu ahli waris. Untuk memastikan itu, usai menerima uang, dari salah satu waris tengah membubuhkan tandatangan sebagai bukti tanda terima uang yang dimaksud,” terang Wina.

Namun kejanggalan mulai terungkap, setelah ahli waris penerima uang tersebut sampai dirumah saudaranya. Ternyata ahli waris yang lain belum menerima uang itu. Dengan kejadian itu, maka para waris tersebut, sepakat mau membatalkan jual beli itu karena merasa di bohongi oleh Andi.

“Tragisnya lagi, ketika uang itu dikembalikan kepada Andi, yang bersangkutan menolak. Makanya, pada hari ini, kami mengadukan resmi perbuatannya Andi tersebut ke Polres Batu agar segera diproses sesuai dengan aturan Hukum. Karena ahli waris sudah sepakat untuk membatalkan jual beli yang dilakukan oleh Andi dengan pihak ke 3 yang tanpa sepengetahuan para ahli waris,” tegasnya.

Sementara, pemberian uang dari Andi melalui dengan dugaan kebohongan kepada salah satu ahli waris tersebut, menurut Wina, uangnya masih utuh di kliennya.

“Rencananya uang itu akan kami titipkan ke penyidik atau ke Pengadilan Negri ( PN ) Malang,” pungas Wina.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Andi Susilo tidak bisa dihubungi awak media untuk dimintai keterangan terkait masalah ini. (BAS)

SEKILAS MEDIA