Terverifikasi faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Rabu, 24 Februari 2021 - 09:30 WIB

TPA Tlekung Ambrol, DLH Kota Batu Bakal Gandeng Tim Ahli ITS Surabaya

Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan.

Batu, Sekilasmedia.com – Ambrolnya bangunan penyangga sampah di TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sempat mencuat menjadi persoalan yang disorot publik. Pasalnya, dari ambrolnya bangunan tersebut membuat resapan air lindinya mencemari sungai Sabrang yang berada di kawasan Desa Junrejo, Kota Batu.

Sebelumnya, peristiwa ambrolnya penyangga sampah di TPA Tlekung diakibatkan karena adanya hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi. Hal inipun juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Batu, Aries Setiawan. Meski demikian, pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

“Dinas Lingkungan Hidup telah mengandeng tim ahli dari universitas Brawijaya (UB) Malang, dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Awal kejadian itu, kami sudah melaporkan situasinya kepada Wali Kota Batu. Selanjutnya, kami diarahkan untuk mengandeng tenaga ahli dibidang lingkungan,” terang Aries, Rabu (24/2).

Ia menjabarkan, menindaklanjuti perintah Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, kemudian pihaknya melakukan komunikasi dengan Doktor Warma dari ITS. Kemudian juga dilakukan konsultasi terkait persoalan yang ada di TPA Tlekung.

“Disitu ada beberapa rekomendasi yang disampaikan dari ITS. Pertama memang harus dicek semuannya. Mulai alur, atau standar operasional yang yang ada di TPA. Kemudian, instalasi – instalasi pengalihan air lindi khusus. Termasuk dimentasinya harus segera diangkat. Dan dimentasi dan kolam akurasi sampai kolam ABR itu harus dicek semunya, dan diaktifkan lagi, itu semua saran dari ITS,” terang Aries.

Selain itu, lanjut Aries, temasuk mesin airatornya juga harus dinormalisasikan. Hal itu semua, merupakan langkah dan menyikapi persoalan yang terjadi, berdasarkan petunjuk dari Dr. Warma. Meskipun peristiwa tersebut akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, ia menyebutkan yang terpenting pemerintah sudah berbuat dan ada upaya.

“Upaya awal sudah dilakukan pembuatan penahan sementara dengan menggunakan sesek. Dan itu, untuk menahan sementara agar tidak sampai terjadinya ambrol lagi. Oleh karena itu, kami juga mengandeng tim ahli dari Brawijaya untuk menyusun kajian,” tegas dia.

Seiring hal itu, pihaknya juga memohon waktu kepada masyarakat untuk melihat hasil kajian yang tengah dilakukan. Sebab, kajian tersebut saat ini dalam proses. Aries mengatakan, dirinya sudah meminta kepada stafnya agar dalam melakukan kajian tersebut, tidak serta merta, dan tidak melihat situasi dilapangan.

“Dan tolong tim ahli dari Brawijaya agar terjun langsung dan melihat situasi yang ada di TPA. Karena terkait dengan ini, harus melibatkan ahlinya. Itulah yang menjadi dasar kita dalam membuat program atau kegiatan kedepannya nanti,” ujarnya.

Secara komprehensif atau menyeluruh, kata Aries menambahkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan BPBD untuk melakukan tindak lanjut terkait hal itu semua. Ia menyebutkan, terkait plengsengan yang jebol tersebut, nantinya bakal menggunakan anggaran di belanja tidak terduga.

“Wali Kota Batu juga sudah mengeluarkan surat bahwa kejadian di TPA tersebut, merupakan kejadian bencana, dan bisa dianggarkan di belanja tidak terduga. Apalagi, terkait persoalan sampah di TPA tersebut Forkopimda sudah datang ke TPA. Sehingga terkait persoalan ini mereka sudah mengerti semua,” tambah dia.

Mengingat, timbunan sampah di TPA Tlekung sudah banyak, ia pun memohon kepada masyarakat agar memiliki kesadaran, dan tidak lagi membuang sampah kalau memang masih bisa diolah. Menurutnya, sampah yang bisa diolah bisa dibuat kerajinan dan sebagainya. Aries menyarankan, agar bekerjasama dengan bank – bank sampah dimasing – masing desa untuk mengurangi timbunan sampah yang ada di TPA Tlekung.

” Tujuannya, supaya volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang dan tidak menimbulkan lagi kejadian seperti sekarang ini. Karena daya tampung sampah di Kota Batu ini sudah sangat berat. Setiap harinya menampung sampah mencapai sejumlah 90 ton, dan rinciannya sejumlah 4 ton perjam. Hal ini juga menjadi tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya. (BAS)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolda Jatim Pimpin Upacara Serah Terima Empat PJU dan Lima Kapolres Jajaran Polda Jatim

Daerah

Kapolres Batu Beri Penghargaan Kepada 18 Anggota Polres Berprestasi

Daerah

Bupati Probolinggo Tandatangani Persetujuan SOP di Bukanya Kembali TNBTS

Daerah

Arahan Kapolda Sumsel Dalam Apel Pamen Jajaran Polda Sumsel

Daerah

Warga Jabung Geger Temukan Bom Jenis Torpedo Peninggalan Perang Dunia II

Daerah

Puluhan Warga Ikuti Giat Musrenbang di Kelurahan Sukabumi

Daerah

Buka Musrenbangcam, Bupati: Pembangunan Harus Inklusif

Daerah

Samsat Kota Probolinggo, Di Penuhi Wajib Pajak