Alasan Malu, Sejoli di Mojokerto Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Gegara Aborsi Janinnya – SEKILAS MEDIA

Alasan Malu, Sejoli di Mojokerto Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Gegara Aborsi Janinnya

Alasan Malu, Sejoli di Mojokerto Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Gegara Aborsi Janinnya

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Polresta Mojokerto berhasil mengungkap kasus aborsi yang dilakukan pasangan bukan suami-istri berusia belasan tahun.

Mereka adalah DF (19) pemuda asal Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dan SG (19), warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Keduanya diringkus polisi setelah terbukti melakukan aborsi, sehingga mengakibatkan janin yang masih berusia lima bulan tewas.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi menjelaskan, terungkapnya kasus aborsi yang dilakukan sejoli itu berawal dari razia kost-kostan yang dilakukan Sat Shabara Polresta Mojokerto bersama Satpol PP di wilayah Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (04/02/2021) malam.

“Saat razia DF ditemukan di Kostan tersebut kemudian dilakukan penggeledahan handphone tersangka. Ternyata dari hasil penggeledahan ditemukan foto janin,” ujar Kapolrsesta dalam rilis kasus, Rabu (03/03/2021).

Dari pengakuan tersangka, janin tersebut merupakan hasil aborsi dengan kekasinya SG.  Unit PPA Satreskrim Polresta Mojokerto kemudian menindak-lanjuti kasus ini dengan melakukan penyeledikan di kediaman pelaku DF. Hasilnya, petugas berhasil menemukan obat aborsi merek Misoprostol, yang diakui merupakan sisa obat yang diminum SG.

Kasus aborsi ini sendiri terjadi pada Sabtu (16/01/2021) di kamar milik tersangka DF. Alasan malu jika diketahui menjadi motif mereka melakukan aksinya.

Setelah sepakat bersama untuk menggugurkan janinnya, kedua pelaku kemudian memesan obat aborsi secara online. Pada Sabtu (16/01/2021) sekira pukul 14.00 WIB di dalam kamar DF, tersangka SG meminum lima butir obat Misprostol. Sepuluh jam kemudian atau sekitar pukul 22.00 WIB, obatnya mulai bereaksi, sehingga mengakibatkan tersangka merasa meriang dan perut terasa sakit.

Satu jam kemudian, vagina SG mengalami pembukaan secara sempurna. Pada pukul 00.15 WIB janin berjenis laki-laki yang sudah meninggal itu kemudian berangsur-angsur keluar.

“Lalu janin tersebut dimandikan di dalam ember oleh tersangka DF dengan air hangat yang sudah disiapkan,” imbuhnya.

Janin itu kemudian dimasukkan ke dalam kendi sebelum dikubur di samping rumah tersangka DF.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 194 Undang-undang RI No 36  Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan hukuman sepuluh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (*)

 

SEKILAS MEDIA