Gubernur Jatim Tantang PKPI-nya Daniel Y. Lowu, Agus Yuwi Dan Agung Nugroho – SEKILAS MEDIA

Gubernur Jatim Tantang PKPI-nya Daniel Y. Lowu, Agus Yuwi Dan Agung Nugroho

Gubernur Jatim Tantang PKPI-nya Daniel Y. Lowu, Agus Yuwi Dan Agung Nugroho

 

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tantang partai PKPI-nya Daniel Y. Lowu, Agus Yuwi, Agung Nugroho dkk. Daniel Y. Lowu SH MH yang juga di kantor Daniel Y. Lowu & Partners adalah Ketua Umum DPP PKPI (Dewan Pengurus Provinsi Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia/ PKP Indonesia, red.) Provinsi Jatim, Agus Yuwi sekretaris DPP PKP Indonesia Jatim, dan Agung Nugroho adalah Ketum Dewan Pengurus Kota (DPK) PKPI Kota Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, perempuan kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 itu menyampaikan tantangan kepada Daniel Y. Lowu, Agus Yuwi, Agung Nugroho dkk itu secara langsung juga ditujukan kepada seluruh pengurus dan kader PKPI (PKP Indonesia) Jatim untuk terlibat langsung mendukung program (pemerintah umumnya dan program Pemprov Jatim khususnya, red.) dalam rangka mensukseskan program vaksinasi kepada seluruh pelayanan publik.

Kurang-lebih hal tersebut diungkapkan Khofifah Indar Parawansa kemarin 27 Maret 2021 di Hotel Quest Jalan Ronggolawe Surabaya saat memberikan arahan dan sambutan di arena Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) DPP PKP Indonesia Jatim.

“Ayo saya tantang sekarang saudara. Saya tadi mendengar pernyataan Pak Ketua DPN (Dewan Pengurus Nasional, red.) PKP Indonesia Mas Diaz (Diaz Hendropriyono putera A.M. Hendropriyono, red.), sekarang di Jatim saya tantang untuk melakukan vaksinasi,” ungkap Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU (periode 2016 – 2021) pusat yang baru saja HUT ke-75 pada 29 Maret 2021 kemarin.

Khofifah menyampaikan bahwa PKP Indonesia Jatim bisa menyasar pelayan publik yang pada usia di atas 18 tahun untuk dilakukan vaksinasi. “Entah itu penjaga rel KA, penjaga kuburan atau makam, kuli panggul Pelabuhan, Terminal dan di mana saja untuk ikut vaksinasi,” ungkap Khofifah yang saat terpilih menjadi Gubernur Jatim periode 2018 – 2023 diusung dan didukung sejumlah partai politik yaitu Golkar, PPP, Nasdem, Hanura termasuk PKP Indonesia ini.

“Ayo saya tantang sekarang dan jawab tantangan saya tidak terlalu lama,” tegas Khofifah yang juga menjelaskan bahwa untuk sejumlah hal sudah disediakan Pemprov Jatim termasuk vaksinnya, vaksinator dan tenaga kesehatannya. Sedangkan untuk soal sembako yang mau dibagikan itu, kata Khofifah bisa dikomunikasikan.

Khofifah menegaskan lagi bahwa saat ini ikhtiar bangsa adalah mensukseskan vaksinasi agar tercipta herd immunity di masyarakat dan situasi bisa terlepas dari pandemi Covid-19.

Untuk itu Khofifah juga minta PKP Indonesia Jatin agar segera mencari titik untuk tempat pelaksanaan vaksinasi entah di aula mana. “Sewa mana semisal gelanggang olahraga, dan Pemprov akan menyiapkan semua. Jawab tantangan saya segera mungkin,” ungkap Khofifah yang juga menyebut bahwa tidak mungkin di Grahadi jika diadakan oleh parpol.

Khofifah pun menyebut bisa saja menyasar Imam (imam tempat ibadah, red.), muazin dan marbit, penjaga rel, penjaga makam, kuli panggul dan petugas Terminal. “Pemprov akan siapkan vaksin, vaksinator, dan nakesnya,” tandas Khofifah lagi, yang juga menyebut, dengan begitu sasaran vaksinasi kepada pelayan publik di masyarakat bisa segera maksimal, dengan melibatkan semua elemen.

Mendengar berbagai yang disampaikan Gubernur Jatim itu, Diaz Hendropriyono Ketua Umum DPN PKP Indonesia, melalui zoom , mengucapkan terima kasih kepada Khofifah, Gubernur Jatim. Bahkan Khofifah hadir (di Hotel Quest Surabaya, red.) dan supportnya menjadi kebanggaan serta penyemangat pengurus DPP PKP Indonesia Jatim.

“Sekarang kita doakan Bu Khofifah tidak terpapar kali keduanya. Karena anti bodi sudah terbentuk. Saya juga bersyukur vaksin Astrazeneca bisa digunakan di Jawa Timur, kami mendukung kebijakan Gubernur dalam pemberian vaksin bagi petugas Masjid menjelang Ramadan ini,” ungkap Diaz Faisal Malik Hendropriyono pria kelahiran 25 September 1978 yang juga Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo ini, yang tak lupa meminta semua pengurus PKP Indonesia DPP Jatim, mendukung semua kebijakan program Gubernur dan tegak lurus mendukungnya termasuk menyukseskan vaksinasi di Jatim.

Dalam sebagian sambutannya secara zoom Diaz Hendropriyono yang pernah menjadi Komisaris PT Telkom dan PT Pertamina ini menegaskan bahwa PKP Indonesia bukan partai terkecil di parlemen, karena total memiliki 151 kursi di DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten. “Kursi kita banyak. Bahkan banyak daerah yang memiliki suara fraksi utuh semisal Sumut, Bitung, Sulut, Sawah Lunto dan banyak lagi,” tambah Diaz.

Bahkan menjadi kebanggaan kader dan anggota PKP Indonesia karena Pemerintahan Joko Widodo menarik sejumlah tokoh PKP Indonesia untuk membantu dalam pemerintahan semisal dirinya di Staf Khusus Kepresidenan, ada yang jadi Duta Besar, Staf Khusus Kapresidenan Bidang Ekonomi , Komisaris PT Telkom, Jubir Presiden, dan masuk di KSP.

“Kita juga bangga bahwa kader PKP Indonesia berada di legislatif dan eksekutif itu. Bahkan di Jawa Timur kita menang Pilkada serentak di 9 Kabupaten/Kota, antara lain Lamongan, Kediri, Surabaya, Gresik, Trenggalek, Sumenep, Malang, dan Pacitan,” ujar Diaz.

Ucapan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah juga disampaikan Daniel Y Lowu SH, MH, Ketua DPP PKP Indonesia Jatim beserta jajarannya, Agus Yuwi, Nugroho Agung dkk.

Sekadar catatan, salah satu tokoh PKP Indonesia yang menjadi Duta Besar Indonesia untuk negara sahabat adalah Bendahara Umum PKP Indonesia, Iwan Bogananta yang juga Direktur PT Indowana Baramaining Coal. Iwan Bogananta menjadi Dubes Indonesia untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara. Iwan Bogananta dilantik sejak tanggal 26 Oktober 2020 bersama 11 Dubes lainnya.

Adapun daftar selengkapnya 12 Dubes yang dilantik tersebut adalah sebagaimana berikut dibawah ini.

1).Dindin Wahyudin, Dubes LBBP RI untuk Republik Senegal merangkap Republik Cabo Verde, Republik Gambia, Republik Guinea, Republik Guinea-Bissau, Republik Mali, Republik Pantai Gading, Republik Sierra Leone, berkedudukan di Dakar.

2).Roem Kono (Golkar), Dubes LBBP RI untuk Bosnia dan Herzegovina, berkedudukan di Sarajevo.

3).Dewi Savitri Wahab, Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Denmark merangkap Republik Lithuania, berkedudukan di Kopenhagen.

4).Nana Yuliana, Dubes LBBP RI untuk Republik Kuba merangkap Persemakmuran Bahama, Republik Dominika, Republik Haiti, dan Jamaika, berkedudukan di Havana.

5).Heri Akhmadi (PDIP), Dubes LBBP RI untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, berkedudukan di Tokyo.

6).Elmar Iwan Lubis, Dubes LBBP RI untuk Republik Irak, berkedudukan di Baghdad.

7).Iwan Bogananta (PKP Indonesia), Dubes LBBP RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania dan Republik Makedonia Utara, berkedudukan di Sofia.

8).Jose Antonio Morato Tavares, Dubes LBBP RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, berkedudukan di Moskow.

9).Desra Percaya, Dubes LBBP RI untuk Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara merangkap Irlandia dan International Maritime Organization, berkedudukan di London.

10).Chalief Akbar Tjandraningrat, Dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Rakyat Aljazair, berkedudukan di Aljir.

11).Lutfi Rauf, Dubes LBBP RI untuk Republik Arab Mesir, berkedudukan di Kairo.

12).Rachmat Budiman, Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Thailand merangkap UN ESCAP, berkedudukan di Bangkok. (Siswahyu).

SEKILAS MEDIA