Aniaya Bapak, Ibu, dan Adik Kandung Hingga Kritis, Pemuda di Mojokerto Diringkus Polisi – SEKILAS MEDIA

Aniaya Bapak, Ibu, dan Adik Kandung Hingga Kritis, Pemuda di Mojokerto Diringkus Polisi

Aniaya Bapak, Ibu, dan Adik Kandung Hingga Kritis, Pemuda di Mojokerto Diringkus Polisi

 

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan satu keluarga yang terjadi di  Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (31/3/2021).

Pelaku adalah Danang Marco Pambudi (24), sementara korbannya adalah Sugianto (51), Tatik Kuswatun (48), dan Dayung Rahmad Adi Santoso (8). Ketiga korban merupakan Ayah, Ibu, dan Adik kandung pelaku.

Pelaku ditangkap saat hendak melarikan diri naik bus, tujuan Solo, Jawa Tengah usai melakukan penganiayaan kepada keluarganya.

Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander mengatakan, pelaku tega membantai keluarganya sendiri lantaran sakit hati, karena merasa dibeda-bedakan dengan adiknya.

Rasa sakit hati itu kemudian membuat pelaku merencanakan pembantaian kepada keluarganya sendiri. Tapatnya pada Rabu (31/03/2021) dini hari, saat orang tua pelaku atau korban sedang tidur pulas.

“Kejadian bermula ketika para korban tidur. Tepat pukul 02.00 wib dini haru,  Pelaku keluar kamar, masuk gudang mencari alat bantu untuk melakukan penganiayaan, dan ditemukanlah satu buah palu,” ujar Kapolres Mojokerto.

Pelaku kemudian memukul kepala ayah kandungnya yang sedang tidur di depan TV (ruang santai) sebanyak satu kali. Karena berontak, pelaku kemudian memukul kepala ayahnya satu kali hingga tak bergerak.

Setelah itu, pelaku giliran masuk kamar ibunya, dan langsung memukul korban sebanyak empat kali hingga tak bergerak. Pada saat keluar kamar, pelaku melihat ayahnya masih bisa bergerak bangun, pelaku kemudian memukul kepala ayahnya dua kali.

Parahnya, adiknya yang terbangun karena mendengar keributan, tak luput dari sasaran pelaku. Bocah berusia delapan tahun itu juga dipukul sebanyak empat kali di bagian kepala oleh pelaku.

“Usia menjalankan aksinya, pelaku kemudian mengambil dompet yang ada di saku ayahnya, yang berisikan uang sebanyak Rp 3.200.000,” imbuhnya.

Uang hasil curian dari saku ayahnya itu kemudian dibelikan sejumlah barang, diantaranya jaket, kaos, sepatu, dan tas pinggang.

Saat hendak kabur menuju Solo, Jawa Tengah, polisi behasil menangkap pelaku, dibantu warga. Tertangkapnya pelaku ini lantaran sebelumnya dia sempat disapa oleh tetangganya, namun bergeming. Menaruh curiga, warga kemudian menuju rumah korban dan mendapati satu kelurga mengalami kritis.

Warga kemudian melapor ke Polsek Mojoanyar, dan dibantu Satreskrim Polres Mojokerto langsung melakukan pengejaran, dan akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Mojokerto.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 ayat (2) Undang-undang no 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 367 KUHP, terancam hukuman 10 tahun penjara. (*)

 

 

SEKILAS MEDIA