Pengelolahan Wakaf Sawah Produktif Memasuki Masa Panen Pertama, Targetkan 16 Ton perhektare – SEKILAS MEDIA

Pengelolahan Wakaf Sawah Produktif Memasuki Masa Panen Pertama, Targetkan 16 Ton perhektare

Pengelolahan Wakaf Sawah Produktif Memasuki Masa Panen Pertama, Targetkan 16 Ton perhektare

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Memasuki musim panen menjadi suatu yang ditunggu-tunggu bagi petani, begitu juga bagi Global Wakaf-ACT, Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), dan Gema Petani. Padi yang pada Desember 2020 lalu tepatnya pada (26/12/2020) yang ditanam di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, sekarang memasuki masa panen pada Sabtu (10/4/2021).

Ikhtiar dalam proses mewujudkan kedaulatan pangan umat melalui pengelolaan Wakaf Sawah Produktif (WSP) mulai membuahkan hasil. Bahkan ini menjadi panen pertama di Jawa Timur (Jatim) yang mana sawah dan proses produksi taninya didanai dari wakaf. Serta ada juga beberapa pengelolahan (WSP) antara lain Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Ponorogo juga memasuki masa panen ke -1 serta ada beberapa kota lain yang sedang dalam masa tanam

Bibit yang digunakan dalam pengelolahan wakaf sawah produktif (WSP) adalah jenis HMS700, yang mana dalam satu malai dapat mencapai 700 bulir. Serta dapat menghasilkan gabah hasil panen 16 ton per 1 hektare. dalam pemeliharaan, para petani juga diberikan biaya dan akses untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, kualitas padi terjaga dan mendapatkan hasil maksimal. Gabah hasil panen juga akan dibeli ACT dengan harga terbaik untuk pendistribusian beras bagi warga prasejahtera selama Ramadhan, melalui Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR) dan aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. kami bantu permodalan, kami bantu benihnya, kami bantu pupuk serta kami dampingi dalam pengelolahannya, serta kami beli hasil panennya untuk gerakan sedekah pangan Ramadhan” ujar Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar,

Wakaf sawah produktif Ini dapat menjadi motor penggerak dalam menyejahterakan petani. Panen ini menjadi oase di tengah isu rencana impor beras. Kebijakan impor beras jelas mengancam penyerapan hasil para petani. Akibatnya, harga padi jatuh dan tak dapat menutupi modal yang telah dikeluarkan para petani.

Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan akan meluaskan pendistribusian Beras Wakaf yang merupakan hasil panen sawah di Mojokerto kali ini. Dengan memastikan kenutuhan bahan pokok terutama pangan warga prasejahtera terjaga saat Ramadan, diharapkan para penerima manfaat tidak perlu khawatir kekurangan pangan untuk berbuka puasa maupun sahur.

Ibnu menambahkan, melihat besarnya peran petani dalam produksi pangan ini, pantaslah jika para petani disebut sebagai pahlawan yang sebenarnya. “Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan.” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina YP3I K.H. Mahfudz Syaubari mengatakan” Kebahagiaan petani datang karena padi yang ia tanam siap dipanen. Kebahagiaan itu bertambah saat padi yang ia hasilkan digunakan untuk kemaslahatan umat, menolong warga pra sejahtera, yang membutuhkan, dan kelaparan,” ujarnya.

Panen raya pertama di Jatim dari sawah yang didanai wakaf melalui program Wakaf Sawah Produktif akan dilakukan di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Total sawah yang dipanen mencapai sekitar 9 hektare dengan hasil sebanyak 110 ton. Selain di Mojokerto, sawah di empat wilayah lain yakni Pasuruan, Malang, Ponorogo, dan Sidoarjo, dalam program Wakaf Sawah Produktif

Dalam aktivitasnya, program Wakaf Sawah Produktif melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat per bulan. Di luar itu, 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat. (*)

SEKILAS MEDIA