Sempat Terimbun 20 Jam, Tim SAR dan Warga Berhasil Evakuasi Jasad Korban Tanah Longsor – SEKILAS MEDIA

Sempat Terimbun 20 Jam, Tim SAR dan Warga Berhasil Evakuasi Jasad Korban Tanah Longsor

Sempat Terimbun 20 Jam, Tim SAR dan Warga Berhasil Evakuasi Jasad Korban Tanah Longsor
Foto : Tim SAR bersama warga saat melakukan pencarian korban tanah longsor dengan peralatan seadanya di lokasi kejadian.

Malang, Sekilasmedia.com – Warga Ampelgading Kabupaten Malang 20 jam tertimbun longsor. Proses pencarian seorang pencari rumput pakan ternak yang diduga menghilang akibat tertimbun longsor selesai, Kamis (22/4). Pasalnya sekitar pukul 10.45 WIB, SAR dan warga berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman 1,5 meter.

Korban, Suliswanto (35th) asal Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan SAR dan warga. Akibat kehabisan oksigen setelah tertimbun longsor kurang lebih selama 20 jam.

Camat Ampelgading, Ahmad Sofie menjelaskan, Rabu kemarin (23/4) di sebuah tebing di Desa Tamansari, Suliswanti sedang mencari rumput. Tebing setinggi 70 meter tiba-tiba terjadi longsor. Padahal tidak ada hujan ataupun angin. Akhirnya, Suliswanto pun tertimbun tanah longsoran sekitar pukul 14.30 WIB. Lantas dicari oleh Tim SAR dan warga.

“Dan langsung dilakukan pencarian oleh SAR dan warga jam 17.30 WIB kemarin. Melibatkan anggota BPBD, dan Polsek Ampelgading untuk mencari korban,” sebutnya.

Pencarian oleh SAR dan warga tersebut pun dilakukan hingga menjelang waktu azan Maghrib. Namun dihentikan karena terkendala kurangnya cahaya untuk mencari.

“Akhirnya kami hentikan dan dilanjutkan hari ini Kamis (22/4) dan ketemu tadi,” lanjutnya terkait kiprah SAR dan warga.

Terpisah, Koordinator Lapangan Basarnas, Ainul Mahdin mengatakan SAR dan warga menemukan korban jam 10.45 WIB di kedalaman sekitar 1,5 meter.

“Saat ditemukan tidak ada luka-luka. Diduga korban meninggal karena kehabisan oksigen,” tuturnya mewakili SAR dan warga.

Selama pencarian, Ainul melibatkan 50 orang yang terdiri dari anggota BPBD Kabupaten Malang, dan juga anggota SAR.

“Dengan ditemukannya korban kami hentikan pencarian dan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka tanpa dilakukan autopsi,” tutur dia soal SAR dan warga.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono menduga longsor di tebing tersebut diduga karena angin kencang. Proses pencarian oleh SAR dan warga berlangsung cepat.

“Angin kencang tersebut menyebabkan tanah di tebing itu gugur (longsor). Dan kontur tanahnya berpasir,” imbuhnya soal SAR dan warga.

Bagyo juga menghimbau untuk warga sekitar tidak mendekati daerah tebing itu. Pasalnya, dia memprediksi akan ada longsor susulan.

“Saya khawatirkan nanti ada longsor susulan karena bahaya kalau angin kencang,” tutup Bagyo soal warga Ampelgading Kabupaten Malang. (BAS)

SEKILAS MEDIA