Wafat Sabran Achmad Tokoh Pendiri Kalteng, Siswahyu Kurniawan Turut Berduka – SEKILAS MEDIA

Wafat Sabran Achmad Tokoh Pendiri Kalteng, Siswahyu Kurniawan Turut Berduka

Wafat Sabran Achmad Tokoh Pendiri Kalteng, Siswahyu Kurniawan Turut Berduka

 

PALANGKARAYA, Sekilasmedia.com – Hari-hari ini Indonesia beruntun berduka seolah-olah tiap hari tiada henti. Serasa baru sekejap, baru kemarin 25 April 2021, Panglima TNI Hadi Tjahjanto secara resmi mengumumkan bahwa seluruh kru (53 orang) kapal selam KRI Nanggala-402, dinyatakan gugur. “Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di Perairan Utara Bali. Atas nama TNI saya sampaikan duka cita kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur,” ungkap Hadi Tjahjanto saat konferensi pers.

Tidak lama kemudian menyusul kabar gugurnya Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Papua saat menjalankan tugas kemarin, Minggu 25 April 2021.

Berita duka dari para pahlawan negara itu belum sempat reda, disusul beruntun dengan meninggalnya tokoh PKS Untung Wahyono yang Sekretaris Majelis Syura DPP PKS pada hari ini Minggu 27 April 2021,lalu wafatnya KH Agus Sunyoto M.Pdi ketua Umum Lesbumi PBNU pada hari ini juga, Selasa 27 April 2021. Juga beberapa jam kemudian disusul wafatnya Mustasyar PBNU asal Kudus KH Sya’roni Ahmadi. Berita duka yang beruntun yang juga dirasakan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Apalagi beriringan pula dengan wafat salah satu tokoh pendiri Provinsi Kalteng, Sabran Achmad.

Sabran Achmad tokoh perintis yang juga pendiri Provinsi Kalteng tersebut wafat dalam usia 91 tahun di RSUD dr Doris Sylvanus. Wafatnya sesepuh masyarakat Dayak yang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dan layak disebut sebagai bagian tokoh nasional ini, menjadikan duka yang lebih mendalam di Kalteng sebab beruntunnya para pahlawan dan tokoh yang meninggal di berbagai belahan Indonesia yang juga dirasakan di Kalteng.

Almarhum Sabran Achmad yang wafat karena faktor usia dan gangguan jantung tersebut layak disebut sebagai bagian tokoh nasional karena memang perannya serta keteguhannya untuk selalu menyampaikan agar menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karenanya dalam menghadapi segala sesuatu, masyarakat Kalteng harus memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan mengedepankan falsafah Huma Betang,” ungkap Sabran Achmad semasa masih hidup serasa tak henti-henti menyampaikan hal yang kurang lebih sama dalam berbagai kesempatan. Tokoh kelahiran 31 Desember 1931 yang isterinya yaitu Rusliana merupakan kelahiran Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng ini.

Dari berbagai sumber dan wikipedia disebutkan bahwa Sabran Achmad juga merupakan tokoh adat yang menjadi salah satu tokoh perintis berdirinya provinsi Kalimantan Tengah. Sabran Achmad juga pernah menjabat sebagai ketua Dewan Adat Dayak Kalteng dari tahun 2008 hingga 2016. Ia adalah putra ketiga dari sembilan bersaudara.

Sabran Achmad menyelesaikan pendidikan SR, SMP hingga SMA di wilayah Kalteng. Ia sempat mengenyam kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat hingga tingkat III. Kemudian ia aktif dan bergiat di Partai Nasional Indonesia (PNI) yang menjadikannya terpilih sebagai anggota DRPD-GR Kalteng. Karena kepiawaiannya berpolitik, oleh para koleganya ia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD-GR Kalteng periode 1966–1971.

Sabran Achmad pernah berkarier sebagai pegawai negeri sipil di Departemen Perburuhan tahun 1950 dan Kepala Kantor Balai Statistik Kalteng periode tahun 1971–1986.

Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto yang sempat intensif di Kalteng pun menyampaikan belasungkawa atas wafat Sabran Achmad. “Kami turut berbelasungkawa atas wafat tokoh kita dari Kalteng, Sabran Achmad,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang familinya masih banyak yang tinggal di Kalteng termasuk di Palangkaraya dan Sampit. (Siswahyu).

SEKILAS MEDIA