Arteria Dahlan  Dampingi  Ahli Waris Pemilik Lahan Tuntut  Kejelasan  Ganti Rugi Lahan Kepada Pihak JIIPE   – SEKILAS MEDIA

Arteria Dahlan  Dampingi  Ahli Waris Pemilik Lahan Tuntut  Kejelasan  Ganti Rugi Lahan Kepada Pihak JIIPE  

Arteria Dahlan  Dampingi  Ahli Waris Pemilik Lahan Tuntut  Kejelasan  Ganti Rugi Lahan Kepada Pihak JIIPE  
Tampak Arteria Dahlan saat dampingi sejumlah ahli waris pemilik lahanyang menuntut kejelasan ganti rugi lahannya kepada Pihak JIIPE Manyar

Gresik, Sekilasmedia.com –  Anggota DPR RI Komisi 3, Arteria Dahlan  saat turun langsung mendampingi sejumlah orang yang mengaku sebagai ahli waris dari pemilik lahan yang terimbas proyek pembangunan kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Manyar, yang menggelar aksi bentangkan poster dan spanduk, untuk menuntut kejelasan pembayaran ganti rugi atas tanah atau lahan mereka yang hingga kini belum terbayar.

Menurut H Syafik salah seorang ahli waris lahan yang terimbas proyek JIIPE, bahwa tanah milik keluarganya atas nama Yasir Zen dalam penguasaan ahli waris atas nama Hj Nur Badi’ah CS warga Desa Manyarrejo Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, seluas 28 hektar .

“Kami ini, menuntut hak-hak kami yang belum diselesaikan pihak JIIPE. Padahal, lahan kami yang berupa tambak seluas 28 hektare itu. Hampir 80 persen sudah diuruk oleh pihak JIIPE, tapi ganti ruginya belum diberikan ke kami sepeser pun,” jelas H Syafik, Selasa sore (27/4).

“Selama ini, kami sudah berkali-kali menuntut kejelasan atas hak kami itu tapi tidak pernah mendapatkan kejelasan. Jadi dikesempatan ini, kami mengajak Pak Arteria Dahlan untuk melihat langsung tanah tambak kami yang telah dikuasai JIIPE tanpa memberikan ganti rugi,” tegasnya.

Di tambahkan H Syafik, alasan dirinya bersama keluarganya mengajak Arteria Dahlan untuk membantu memperjuangkan hak nya atas ganti rugi tanah milik keluarganya yang belum dibayar pihak JIIPE. Sebab, dia (Arteria Dahlan, red) yang selalu getol menyuarakan persoalan lahan milik masyarakat yang terimbas proyek pembangunan JIIPE namun belum diselesaikan ganti ruginya.

“Pak Arteria Dahlan adalah orang DPR RI yang selalu mengkritisi kasus pembebasan lahan milik masyarakat Manyar yang terkena proyek pembangunan JIIPE ini. Makanya, kami berharap ganti rugi atas hak tanah kami terselesaikan,” ungkapnya.

Ditanya berapa besar ganti rugi yang diinginkan, H Syafik menjawab harus disesuaikan dengan harga tanah.

“Pokoknya kami minta nilai ganti ruginya, disesuaikan dengan harga tanah yang telah menjadi kesepakatan,” tandasnya.

Ada juga, para ahli waris dari Timan memiliki tanah seluas 7 hektar yang bersebelahan dengan milik Yadir Zen juga ikut menyuarakan aspirasinya terkait belum dibayar tambak mereka yang berada didalam lokasi JIIPE.

Sementara, Arteria Dahlan anggota Komisi 3 DPR RI usai melihat langsung lahan warga yang terimbas proyek pembangunan JIIPE meminta pihak JIIPE menyelesaikan kewajibannya dalam memberikan ganti rugi.

“Pengelola JIIPE, wajib menyelesaikan persoalan ganti rugi atas lahan milik warga Manyar Gresik. Jangan sampai tanah rakyat diambil, tanpa memberikan kompensasi atau membayar ganti rugi,” imbaunya.

Bahkan, anggota Komisi 3 dari Fraksi PDI Perjuangan ini menuturkan, bedasarkan temuannya banyak kejanggalan dan persoalan hukum dalam proyek JIIPE. Mulai, soal status lahan, pengadaan lahan, hingga ada sekitar 600 hektare tanah warga yang kena proyek belum dibayar.

“Terkait persoalan ini, saya dulu juga sudah pernah meminta agar Kapolri mengusut kasus di JIIPE. Tapi hingga saat ini, persoalan kasus ini belum juga ada kejelasan,” tukasnya.

“Saya berharap aparat penegak hukum, agar tak takut membongkar kasus di JIIPE ini. Karena alasan proyek strategis nasional, apalagi sekarang sudah menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK),” pungkasnya.(rud)

SEKILAS MEDIA