Putusan Majekis Hakim PHI, Tetapkan 188 Pekerja PT. ARS Manyar  Dari PKWT Jadi PKWTT – SEKILAS MEDIA

Putusan Majekis Hakim PHI, Tetapkan 188 Pekerja PT. ARS Manyar  Dari PKWT Jadi PKWTT

Putusan Majekis Hakim PHI, Tetapkan 188 Pekerja PT. ARS Manyar  Dari PKWT Jadi PKWTT
Pengacara Abdullah Shafii diantara pekerja PT. ARS Manyar setelah sidang

Gresik, Sekilasmedia.com – Ratusan pekerja PT Angkasa Raya Steel berteriak ‘Alhamdulilah’ bekerja kembali atas putusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Negeri Gresik, Selasa (27/4/2021). Putusan tersebut menetapkan para pekerja menjadi karyawan.

Sebanyak 188 pekerja PT Angkasa Raya Steel berubah status dari perjanjian kerja waktu  tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

“Mengabulkan permohonan penggugat dari PKWT menjadi PKWTT. Dan membebankan  pihak tergugat untuk membayar uang dwangsom Rp 200.000 perhari,jika tergugat tidak melaksanakan putusan ini,” kata majelis hakim PHI Negeri Gresik, I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika.

Atas putusan tersebut, para pekerja yang menghadiri persidangan langsung bersorak ‘Alhamdulillah bekerja kembali’ dari luar ruang sidang. Bahkan, majelis hakim sering memperingatkan tentang protokol kesehatan. Sebab, massa yang berjumlah ratusan orang.

Kuasa hukum para penggugat yaitu Abdullah Syafi’i, mengatakan, syukur Alhamdulillah, atas putusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial.  sebab majelis hakim mengabulkan gugatan para pekerja yang berjuang menuntut haknya selama beberapa bulan ini.

“Pada siang hari ini majelis hakim PHI telah memutus sesuai fakta-fakta persidangan, yakni merubah status para pekerja 188 orang, awalnya PKWT menjadi PKWTT,” kata Syafi’i.

Lebih lanjut, Syafi’i mengatakan,   agar putusan ini dijalankan oleh tergugat yaitu  PT Angkasa Raya Steel, maka majelis hakim juga memberikan putusan uang paksa sebesar  Rp 200.000 perhari bagi tergugat, jika tergugat  tidak melaksanakan putusan hakim.

“Jika tergugat tidak melaksanakan putusan hakim, maka tergugat terkena dwangsom sebesar Rp 200.000 perhari. Maka, sejak putusan ini, tergugat harus membuat kebijakan menerima para pekerja yang diputus kontrak,” katanya.

Atas putusan hakim yang salah satu pertimbangannya  berdasarkan Undang-undang cipta kerja, Syafi’i sangat optimis bahwa peraturan tersebut sangat melindungi hak-hak para pekerja.

“Ini sebagai jawaban, bahwa dengan diberlakukan Undang-undang cipta kerja, tidak menghambat pekerja untuk menjadi PKWTT. PHI Gresik telah memberikan keadilan bagi para pekerja yang menuntut haknya sesuai Undang-undang cipta kerja,”  katanya.

Terpisah, kuasa hukum tergugat PT Angkasa Raya Steel, Ali Muchsin Jalil mengatakan menerima atas putusan majelis hakim. Namun, untuk melaksanakan putusan masih menunggu salinan putusan.

Menurut Ali, ada bukti-bukti dalam persidangan yang disampaikan pihak tergugat, namun tidak menjadi pertimbangan dari majelis hakim.

“Kecewa pasti kita kecewa. Tapi, kita juga menghormati putusan majelis hakim. Kita menunggu hasil salinan putusan untuk melaksanakan putusan hakim,” kata Ali.

Diketahui, ratusan pekerja PT Angkasa Raya Steel di kawasan Industri Maspion, Manyar Gresik, diberhentikan sepihak pada Januari 2021, sehingga melakukan gugatan ke PHI Kabupaten Gresik. (rud)

SEKILAS MEDIA