Meski Sudah di Tutup Satpol PP, Galian C di Jatidukuh Tetap Nekat Beroperasi – SEKILAS MEDIA

Meski Sudah di Tutup Satpol PP, Galian C di Jatidukuh Tetap Nekat Beroperasi

Meski Sudah di Tutup Satpol PP, Galian C di Jatidukuh Tetap Nekat Beroperasi
Aktifitas tambang galian C di Wilayah Desa Jatidukuh.

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Penambang galian C SWS yang berada di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, ini terbilang benar-benar nekat, meski aktifitasnya sudah ditutup Satpol PP lantaran belum membayar pajak selama 1 tahun, tapi kini tetap beroperasional kembali.

Dari pantauan Sekilasmedia.com, dilokasi tambang terlihat beberapa mobil Dump truk pengangkut Sirtu. Seperti diketahui pada Selasa (6/7/2021) aktifitas tambang ini ditutup satpol PP dengan memasang papan penutupan dilokasi.

Dengan beroperasinya kembali galian tersebut, LSM PSPLM (Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Mojopahit) turut angkat bicara.

Ketua LSM PSPLM Suwarti menyampaikan bahwa aktivitas galian tersebut beraktivitas sejak kemarin, Jumat (09/07/2021).

“Iya ada aktivitas kembali, kami juga bingung kenapa” ungkap Sumartik kepada sekilasmedia.com.

Aktivis perempuan tersebut juga menjelaskan bahwa kendaraan saat ini melewati jalur baru yang baru dibuat oleh pengusaha tambang. Jalan masuk tersebut bersebelahan dengan Papan penutupan yang dipasang oleh Satpol PP.

“Iya mas mereka itu pinter, buat jalan baru dan katanya tempat baru dengan izin yang baru” ungkapnya.

LSM PSPLM merasa sangat kecewa dengan adanya aktivistas kembali berlangsung Dilingkungan Jatidukuh,” Imbuh Suwarti

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi mengatakan, bahwa tidak mengetahui jika galian tersebut beraktivitas.

Bambang juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembayaran tunggakan pajak oleh pemilik usaha galian tersebut.

“Belum ada pembayaran sama sekali dari pihak pengusaha pada kami” jelas Bambang saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (10/07/2021).

Terpisah, Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Mojokerto Zaki mengatakan, bahwa pihaknya dapat info apabila tambang Jatidukuh beroperasi lagi, ada aktifitas penggalian melalui sebelah akses jalan yang kita tutup sementara,” ungkap Zaki.

” Kami sudah kordinaasi dengan jajaran samping yakni pihak Kepolisian untuk turun kembali ke Lokasi tambang,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya Pemilik usaha Penambangan mempunyai Tunggakan pajak yang harus dibayar sebanyak 1,2 Milyar kepada Bapenda pada tahun 2020, dan angka ini sudah menjadi temuan BPK. Pengusaha dianggap melanggar Perda Kabupaten Mojokerto No 01 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah sebagai mana diubah terakhir dengan Perda No 01 Tahun 2018.(rik/wo)

SEKILAS MEDIA