Terverifikasi Faktual Dewan Pers .

Home / Daerah

Jumat, 27 Agustus 2021 - 14:16 WIB

Calo Bisa Loloskan PNS, Diringkus Anggota Polres Tabanan

Tabanan,Sekilasmedia.com
Anggota Reskrim Polres Tabanan, berhasil mengungkap tidak pidana kasus penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS), dengan 4 korban pekerja honorer dan kerugian mencapai Rp 250 juta.

Pelakunya adalah, residivis kasus sama bernama I Nyoman Beni Pong warga Desa Sai, Kecamatan Pupuan, Tabanan, diringkus polisi di rumahnya pada Kamis (19/8) sore tanpa melakukan perlawanan. Untuk proses lebih lanjut Beni Pong dibawa ke Mapolres Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP Ranelfi Dian Candra didampingi Kasat Reskrim AKP Yoga Ajik Sekar, Jumat (27/8) mengatakan, aksi penipuan pelaku terbongkar setelah korban melapor ke polisi. Calo ini mengaku bisa meloloskan menjadi aparatur negeri sipil (ASN) asalkan membayar sejumlah uang, mulai dari Rp 30 juta hingga 200 Juta.

BACA JUGA :   Monumen Garuda Pancasila Raksasa¬† di Trowulan Mojokerto Diresmikan

“Penipuan ini telah berlangsung empat tahun sejak 2017. Sebagian besar korbannya adalah pegawai honor daerah dan kontrak di lingkup Pemkab Tabanan,” ujar Kapolres Tabanan.

Dibeberkan, berawal dari seorang pegawai honor di SD Negeri di Tabanan asal Desa Sudimara, yang didatangi pelaku dengan mengiming imingi bisa membantunya lolos jadi PNS. Selanjutnya korban menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta, kepada pelaku. Setelah lama ia baru menyadari kena tipu karena belum juga lulus PNS,

Perihal sama juga dialami dua orang yang masih ada hubungan kerabat dengan pelaku asal Desa Belalang, Kecamatan Kediri. Dimana para korban ini menginginjkan agar anaknya bisa lolos menjadi ASN. Setelah termakan bujuk rayu, lalu menyerahkan sejumlah uang ratusan juta kepada pelaku.

BACA JUGA :   Sejumlah Desa di Sidoarjo Mulai Salurkan BLT Dana Desa

“Untuk menyakinkan korbanya, pelaku ini membuat kwitansi lengkap dengan materai. Juga ditulis perjanjian, bila tidak lulus PNS uang dikembalikan,” jelas AKBP Ranelfi.

Karena tidak ada kabar dan menunggu cukup lama, korban lalu mencari pelaku menagih pertanggungjawabannya hanya saja tidak ada respon etikad baik. Akhirnya para korban membawa masalah penipuan ini ke jalur hiukum..

“Sejauh ini baru 4 korban yang melapor. Bila ada masyarakat lainnya yang merasa jadi korban penipuan pelaku silahkan datang melapor ke kami,” tutup Kapolres Ranelfi.(Soni).

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Blitar Kota Gelar TKJ, Tingkatkan Kesehatan dan Kemampuan Jasmani Personel Polri

Daerah

Pengunjung Pasar Maron Abaikan Prokes, LSM FIBER : Dimana Satgas Covid-19 ?

Daerah

Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Kunjungi UMKM Batik di Jombang

Daerah

BUPATI DAN PEMKAB LUMAJANG UPAYAKAN PENYELESAIA PJB

Daerah

Srikandi Polresta Sidoarjo Peduli Masjid dan Sungai di Sidokepung Buduran

Daerah

Ibadah Suci Tilem Pura Kertha Bumi Bhayangkara

Daerah

Eksekutif Jawab PU Fraksi Terhadap Raperda RPJMD 2018-2023

Daerah

DPMD Sosialisasikan Pelaksanaan APBDes 2019 Melalui Siskeudes 2.01